Pentingnya Sholat Sholat dan Sholat

30 04 2009

اَلْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِى اَسْرى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلىَ الْمَسْجِدِ اْلاَقْصى وَاَرَاهُ فِى الْمَسِيْرِ آيَاتِهِ الْكُبْرى وَاَفَاضَ عَلَيْهِ مِنْ رَحْمِتِهِ عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهى عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوى . اَشْهَدُ اَنْ لآاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ . وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ . اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى خَيْرِ الْوَرى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاَصْحَابِهِ كِرَامٍ بَرَرَةٍ
اَمَّابَعْدُ : فَيَاعِبَادَالله !! اُوصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَى الله فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ . قَالَ اللهُ تَعَالى فِى كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ . اَعُوْذُبِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجَيْـمِ وَسْتَعِيْنُوْا بِاالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ فَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِيْنَ

Hadirinalkirom rohimakumulloh,…
Marilah kita bersama-sama meningkatkan taqwa kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya taqwa dengan menjalankan semua perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.
Kita semua telah mengerti bahwa peristiwa isro’ mi’raj yaitu perjalanan Rasulullah pada malam hari dari Masjidil Haram (makkah) ke Masjidil Aqso (palestina) lalu naik ke langit ketujuh hingga Shirotul Muntaha terus ke Mustawan, dan beliau Rasulullah kembali lagi ke bumi, adalah dalam rangka memenuhi panggilan langsung Allah SWT. Beliau serta para umatnya diwajibkan mendirikan ibadah sholat lima waktu sehari semalam.
Hal ini menunjukkan bahwa perintah wajib sholat itu sangat penting sekali dan sholat ialah rangka pokok iman, sebagai mana firman Allah:
وَالْمُؤْمِنُوْنَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَاءُ بَعْضً يَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْف وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُوْنَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكَاةَ وَيُطِيْعُوْنَ اللهَ وَرَسُوْلُهُ اُولئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللهُ اِنَّ اللهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

Artinya :
Dan orang-orang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sholat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan rasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah, sesungguhnya, Allah Maha Perkasa Lagi Maha Bijaksana. (QS. At Taubat:71)

Ayat tersebut juga menerangkan bahwa sholat itu suatu rangkaian iman. Yang mendirikan sholat itulah mu’min yang benar; yang sungguh-sungguh menegakkan perumahan Islam. Oleh karena itu janganlah sekali-kali kita melalaikan sholat. Allah berfirman di dalam Al Quranulkarim :
يَااَ يُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْا لاَتُلهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلاَاَوْلاَدُكُمْ عَنْ ذِكْرِاللهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذلِكَ فَأُولئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Artinya :
Hai orang-orang yang beriman. Janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi (QS. Al Munafiqun :9)

Hadirinalkirom rohimakumulloh,…
Marilah kita tingkatkan kwalitas sholat kita, karena sholat merupakan kunci diterimanya amal ibadah yang lain, sebagaimana sabda Rasulullah :
اَوَّلُ مَايُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلاَةُ فَاِنْ صَلُحَتْ صُلُحَ سَائِرُعَمَلِهِ وَاِنْ فَسَدَتْ فَسَدَ سَائِرُ عَمَلِهِ

Artinya :

Yang mula-mula dikoreksi amalan seorang hamba besok pada hari pembalasan, ialah sholatnya. Jika amal sholatnya baik, maka amal-amal lainnya akan ikut baik (diterima). Dan jika amal sholatnya rusak, maka amal-amal lainnya akan rusak pula (tidak diterima). HR Thabrani.

Oleh karena itu marilah kita segera mengangkat kedua tangan, sebelum datangnya ajal, memohon kehadirat Allah agar tetap dijadikan sebagai orang-orang yang mendirikan sholat.
Rasulullah SAW mengingatkan kepada kita :
كَمْ مِنْ مُسْتَقْبِلٍ يَوْمًا لاَيَسْتَكْمِلُهُ . وَمُنْتَظِرٍ غَدَا لاَيَبْلُغُهُ . لَوْنَظَرْتُمْ اِلَى اْلاَجَلِ وَمَسِيْرِهِ َلاَبْغَضُهُمْ اْلاَمَلَ وَغُرُوْرَهُ

Artinya :
Banyak orang yang menghadapi satu hari, ternyata tidak mencapai sepenuhnya, dan banyak pula orang yang menunggu hari esok ternyata tidak sampai kepadanya. Kalau kalian memandang ajal kematian dan perjalanannya, niscaya menjadi benci lamunan dan tipuannya (HR Al Dailami)

Mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan kekuatan kepada kita untuk tetap mendirikan sholat lima waktu dan menjadikan kita semua orang-orang yang beruntung fiddunya wal akhiroh.
Amin yaa robbal ‘alamin.
بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ . وَنَفَعَنِىْ وَاِيَّاكُمْ ِبمَافِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِالْحَكِيْــمِ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْوَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُالرَّاحِمِيْـنَ

Iklan




Garis Ideologi Partai PKS

30 04 2009

PKS dan Piagam Madinah
Senin, 27 April 2009 – pengirim: redaksi

Segera setelah Rasulullah Muhammad SAW. tiba di Madinah pada tahun 622, beliau membuat perjanjian antara orang-orang Muhajirin (orang Islam Mekkah yang ikut hijrah bersama Nabi), Anshor (penduduk Muslim di Madinah), dan orang-orang Yahudi. Perjanjian inilah yang kemudian disebut dengan Konstitusi atau Piagam Madinah.

Piagam Madinah sering dianggap sebagai dasar dari pembentukan negara Islam pertama di Madinah. Dan Nabi Muhammad dipercayai sebagai peletak dasar negara itu. Isi perjanjian ini, di antaranya, bahwa seluruh penduduk Madinah, apa pun agama dan sukunya, adalah ummah wahidah (a single community) atau umat yang tunggal. Karena itu, mereka semua harus saling membantu dan melindungi, serta mereka semua berhak menjalankan agama yang dipeluknya masing-masing.

Nilai-nilai universal yang dikandung oleh Piagam Madinah inilah yang, di antaranya, menjadi tema perjuangan dan referensi politik Partai Keadilan Sejahtera. (Kompas, Sampul Baru Partai Islam?) Walaupun PKS adalah partai Islam, tetapi partai ini memperjuangkan hal-hal yang bersifat universal. Dan Piagam Madinah, menempatkan setiap orang dan setiap agama pada posisi yang sama.

Lalu bagaimanakah implementasi Piagam Madinah ini oleh PKS? Manakala kita ingin menilai kesesuaian gerak langkah PKS dengan tema Piagam Madinah yang diusungnya, maka akan lebih bertanggung-jawab kalau kita juga bersikap adil. Yaitu ketika PKS mendeklarasikan bahwa mereka akan memperjuangkan Piagam Madinah, maka itu bukan berarti PKS sudah berhasil mengaplikasikan nilai-nilai Piagam Madinah di dalam masyarakat, tetapi semua itu memerlukan proses. Sehingga yang dapat kita nilai adalah indikator-indikator berupa kiprah PKS yang terlihat sebagai usaha menuju penerapan nilai-nilai tersebut.

Sebagai contoh usaha-usaha amal membantu masyarakat yang selama ini dilakukan oleh PKS tidak pernah melakukan diskriminasi terhadap para korbannya, apakah PKS, non-PKS, Islam, non-Islam, semua sama saja. Misalnya seperti diberitakan oleh Siaran Pers PKS (9/2/2004) dan Media Indonesia (2/1/2005), PKS dan BSMI telah mengirimkan bantuan tim medis dan obat-obatan ke Alor dan Nabire, dan menurut Tempo Interaktif (7/1/2005), PKS mengelola 150 ribu lebih pengungsi di Aceh, atau pendirian posko-posko banjir oleh PKS di DKI Jakarta, sebagaimana di beritakan di Era Moslem (19/1/2005). Semua itu tidak pandang bulu dalam memberikan bantuannya, apakah PKS, non-PKS, Islam, non-Islam, sama saja. Bukankah hal ini salah satu bentuk pengamalan nilai-nilai universal?

Demikian juga dalam kasus pemboman yang marak di mana-mana yang membawa-bawa nama Islam, sikap PKS jelas mengutuk kejadian tersebut. Sebagaimana diberitakan oleh Suara Merdeka (9/9/2004) PKS mengecam keras pemboman di jalan Rasuna Said. Begitu pula PKS mengutuk aksi pemboman di London pada 7 Juli 2005, sebagaimana dilansir oleh Indosiar. Dan juga seperti yang diberitakan di Detik.com (27/11/2005) bahwa PKS mengutuk aksi-aksi bom teroris di Indonesia. Ini pun merupakan indikator pengamalan nilai-nilai universal Piagam Madinah yang coba diangkat oleh PKS.

Kita juga bisa menyaksikan dalam kasus-kasus pembakaran dan perusakan rumah-rumah ibadah di beberapa daerah di Indoneisa, sikap PKS jelas menolak dan mengecam aksi-aksi tersebut. Misalnya pada kasus insiden Ketapang 22 Nopember 1998, dalam siaran persnya PKS menilai bahwa pelaku perusakan mushalla dan pembakaran gereja dan sarana sosial lainnya adalah melanggar hukum sekaligus melanggar ajaran agama Islam, sehingga para pelaku maupun aktor di belakang layar insiden tersebut perlu segera ditindak sesuai hukum yang berlaku. Karena memang di dalam ajaran Islam jelas bahwa perusakan rumah-rumah ibadah adalah dilarang bahkan di saat perang sekalipun.

Sehingga jelaslah bahwa nilai-nilai universal Piagam Madinah bukan hanya slogan kosong atau retorika belaka pagi PKS, tetapi benar-benar tema perjuangan yang akan terus diusung dan coba diterapkan oleh PKS di bumi pertiwi yang majemuk ini. Sebagai partai masa depan yang menjadi harapan, bukan hanya ummat Islam, melainkan seluruh rakyat Indonesia, PKS dituntut untuk dapat mengakomodasi keinginan dan kepentingan berbagai pihak dari berbagai agama, ras dan suku bangsa. Untuk itu PKS akan terus bekerja dan bekerja, terutama di dalam usaha-usaha amal membantu masyarakat yang telah identik dengan kegiatan PKS sejak sebelum menjadi partai. Sehingga bukan hanya siaran pers dan retorika politik di media massa yang menjadi prestasi PKS, melainkan kerja nyata yang dirasakan langsung manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia.

Berikut adalah terjemahan bahasa Indonesia dari teks asli Piagam Madinah yang dikutip dari (Piagam Madinah dan Konsep Ummah oleh Juwairiyah Dahlan):
Piagam Madinah

Preambule: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ini adalah piagam dari Muhammad, Rasulullah SAW, di kalangan mukminin dan muslimin (yang berasal) dari Quraisy dan Yatsrib (Madinah), dan yang mengikuti mereka, menggabungkan diri dan berjuang bersama mereka.

Pasal 1: Sesungguhnya mereka satu umat, lain dari (komunitas) manusia lain.

Pasal 2: Kaum Muhajirin (pendatang) dari Quraisy sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka dan mereka membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.

Pasal 3: Banu ‘Awf, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara mukminin.

Pasal 4: Banu Sa’idah, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.

Pasal 5: Banu al-Hars, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.

Pasal 6: Banu Jusyam, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.

Pasal 7: Banu al-Najjar, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.

Pasal 8: Banu ‘Amr Ibn ‘Awf, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.

Pasal 9: Banu al-Nabit, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.

Pasal 10: Banu al-’Aws, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.

Pasal 11: Sesungguhnya mukminin tidak boleh membiarkan orang yang berat menanggung utang di antara mereka, tetapi membantunya dengan baik dalam pembayaran tebusan atau diat.

Pasal 12: Seorang mukmin tidak dibolehkan membuat persekutuan dengan sekutu mukmin lainnya, tanpa persetujuan dari padanya.

Pasal 13: Orang-orang mukmin yang takwa harus menentang orang yang di antara mereka mencari atau menuntut sesuatu secara zalim, jahat, melakukan permusuhan atau kerusakan di kalangan mukminin. Kekuatan mereka bersatu dalam menentangnya, sekalipun ia anak dari salah seorang di antara mereka.

Pasal 14: Seorang mukmin tidak boleh membunuh orang beriman lainnya lantaran (membunuh) orang kafir. Tidak boleh pula orang mukmin membantu orang kafir untuk (membunuh) orang beriman.

Pasal 15: Jaminan Allah satu. Jaminan (perlindungan) diberikan oleh mereka yang dekat. Sesungguhnya mukminin itu saling membantu, tidak tergantung pada golongan lain.

Pasal 16: Sesungguhnya orang Yahudi yang mengikuti kita berhak atas pertolongan dan santunan, sepanjang (mukminin) tidak terzalimi dan ditentang (olehnya).

Pasal 17: Perdamaian mukminin adalah satu. Seorang mukmin tidak boleh membuat perdamaian tanpa ikut serta mukmin lainnya di dalam suatu peperangan di jalan Allah Allah, kecuali atas dasar kesamaan dan keadilan di antara mereka.

Pasal 18: Setiap pasukan yang berperang bersama kita harus bahu-membahu satu sama lain.

Pasal 19: Orang-orang mukmin itu membalas pembunuh mukmin lainnya dalam peperangan di jalan Allah. Orang-orang beriman dan bertakwa berada pada petunjuk yang terbaik dan lurus.

Pasal 20: Orang musyrik (Yatsrib) dilarang melindungi harta dan jiwa orang (musyrik) Quraisy, dan tidak boleh bercampur tangan melawan orang beriman.

Pasal 21: Barang siapa yang membunuh orang beriman dan cukup bukti atas perbuatannya, harus dihukum bunuh, kecuali wali si terbunuh rela (menerima diat). Segenap orang beriman harus bersatu dalam menghukumnya.

Pasal 22: Tidak dibenarkan bagi orang mukmin yang mengakui piagam ini, percaya pada Allah dan Hari Akhir, untuk membantu pembunuh dan memberi tempat kediaman kepadanya. Siapa yang memberi bantuan atau menyediakan tempat tinggal bagi pelanggar itu, akan mendapat kutukan dan kemurkaan Allah di hari kiamat, dan tidak diterima daripadanya penyesalan dan tebusan.

Pasal 23: Apabila kamu berselisih tentang sesuatu, penyelesaiannya menurut (ketentuan) Allah ‘azza wa jalla dan (keputusan) Muhammad SAW.

Pasal 24: Kaum Yahudi memikul biaya bersama mukminin selama dalam peperangan.

Pasal 25: Kaum Yahudi dari Bani ‘Awf adalah satu umat dengan mukminin. Bagi kaum Yahudi agama mereka, dan bagi kaum muslimin agama mereka. Juga (kebebasan ini berlaku) bagi sekutu-sekutu dan diri mereka sendiri, kecuali bagi yang zalim dan jahat. Hal demikian akan merusak diri dan keluarganya.

Pasal 26: Kaum Yahudi Banu Najjar diperlakukan sama seperti Yahudi Banu ‘Awf.

Pasal 27: Kaum Yahudi Banu Hars diperlakukan sama seperti Yahudi Banu ‘Awf.

Pasal 28: Kaum Yahudi Banu Sa’idah diperlakukan sama seperti Yahudi Banu ‘Awf.

Pasal 29: Kaum Yahudi Banu Jusyam diperlakukan sama seperti Yahudi Banu ‘Awf.

Pasal 30: Kaum Yahudi Banu al-’Aws diperlakukan sama seperti Yahudi Banu ‘Awf.

Pasal 31: Kaum Yahudi Banu Sa’labah diperlakukan sama seperti Yahudi Banu ‘Awf, kecuali orang zalim atau khianat. Hukumannya hanya menimpa diri dan keluarganya.

Pasal 32: Suku Jafnah dari Sa’labah (diperlakukan) sama seperti mereka (Banu Sa’labah).

Pasal 33: Banu Syutaybah (diperlakukan) sama seperti Yahudi Banu ‘Awf. Sesungguhnya kebaikan (kesetiaan) itu lain dari kejahatan (khianat).

Pasal 34: Sekutu-sekutu Sa’labah (diperlakukan) sama seperti mereka (Banu Sa’labah).

Pasal 35: Kerabat Yahudi (di luar kota Madinah) sama seperti mereka (Yahudi).

Pasal 36: Tidak seorang pun dibenarkan (untuk perang), kecuali seizin Muhammad SAW. Ia tidak boleh dihalangi (menuntut pembalasan) luka (yang dibuat orang lain). Siapa berbuat jahat (membunuh), maka balasan kejahatan itu akan menimpa diri dan keluarganya, kecuali ia teraniaya. Sesungguhnya Allah sangat membenarkan (ketentuan) ini.

Pasal 37: Bagi kaum Yahudi ada kewajiban biaya, dan bagi kaum muslimin ada kewajiban biaya. Mereka (Yahudi dan muslimin) bantu-membantu dalam menghadapi musuh Piagam ini. Mereka saling memberi saran dan nasihat. Memenuhi janji lawan dari khianat. Seseorang tidak menanggung hukuman akibat (kesalahan) sekutunya. Pembelaan diberikan kepada pihak yang teraniaya.

Pasal 38: Kamu Yahudi memikul biaya bersama mukminin selama dalam peperangan.

Pasal 39: Sesungguhnya Yatsrib itu tanahnya “haram” (suci) bagi warga Piagam ini.

Pasal 40: Orang yang mendapat jaminan (diperlakukan) seperti diri penjamin, sepanjang tidak bertindak merugikan dan tidak khianat.

Pasal 41: Tidak boleh jaminan diberikan, kecuali seizin ahlinya.

Pasal 42: Bila terjadi suatu peristiwa atau perselisihan di antara pendukung Piagam ini, yang dikhawatirkan menimbulkan bahaya, diserahkan penyelesaiannya menurut (ketentuan) Allah ‘azza wa jalla, dan (keputusan) Muhammad SAW. Sesungguhnya Allah paling memelihara dan memandang baik isi Piagam ini.

Pasal 43: Sungguh tidak ada perlindungan bagi Quraisy (Mekkah) dan juga bagi pendukung mereka.

Pasal 44: Mereka (pendukung Piagam) bahu-membahu dalam menghadapi penyerang kota Yatsrib.

Pasal 45: Apabila mereka (pendukung piagam) diajak berdamai dan mereka (pihak lawan) memenuhi perdamaian serta melaksanakan perdamaian itu, maka perdamaian itu harus dipatuhi. Jika mereka diajak berdamai seperti itu, kaum mukminin wajib memenuhi ajakan dan melaksanakan perdamaian itu, kecuali terhadap orang yang menyerang agama. Setiap orang wajib melaksanakan (kewajiban) masing-masing sesuai tugasnya.

Pasal 46: Kaum yahudi al-’Aws, sekutu dan diri mereka memiliki hak dan kewajiban seperti kelompok lain pendukung Piagam ini, dengan perlakuan yang baik dan penuh dari semua pendukung Piagam ini. Sesungguhnya kebaikan (kesetiaan) itu berbeda dari kejahatan (pengkhianatan). Setiap orang bwertanggungjawab atas perbuatannya. Sesungguhnya Allah paling membenarkan dan memandang baik isi Piagam ini.

Pasal 47: Sesungguhnya Piagam ini tidak membela orang zalim dan khianat. Orang yang keluar (bepergian) aman, dan orang berada di Madinah aman, kecuali orang yang zalim dan khianat. Allah adalah penjamin orang yang berbuat baik dan takwa. Dan Muhammad Rasulullah SAW.

April 30, 2009





Salah satu Mukjizat Dalam Al-quran

30 04 2009

Inilah sedikit cuplikan dari http://www.muslimah.or.id yang perlu disimak baik-baik mengenai keajaiban Al-Qur’an….

Berikut ini adalah penemuan Dr. Tariq Al-Suwaidan, seorang sarjana muslim. Islamic Gateway dan ummah.net yang telah mengkaji hal ini. Mu’jizat yang ditemukan beliau itu sebagai berikut :

1. Jumlah suatu kata dalam Al-Quran sama dengan jumlah lawan katanya.

Kata/arti

Lawan kata/arti

jumlah

Al-Dunya/dunia

Al-Akhira/akhirat

115

Al-Malaikah/malaikat

Al-Shayateen/syaitan

88

Al-Hayat/hidup

Al-Maut/mati

145

Al-Rajul/lelaki

Al-Marha/perempuan

24

2. Jumlah kata bulan dan hari di dalam Al Qur’an sesuai dengan jumlah bulan dan jumlah hari dalam satu tahun

Kata/arti

jumlah

Al-Shahar/Bulan

12

Al-Yaom/Hari

365

3. Jumlah kata darat dan laut di dalam Al Qur’an sesuai dengan perbandingan luas antara luas permukaan daratan dan lautan di Bumi.

Kata/arti

jumlah

perbandingan (%)

Al-Bahar/Laut

32

71.11

Al-Bar/Darat

13

28.89

Total

45

100.00

Jika dibandingkan dengan kenyataan yang ada di dunia, ternyata luas permukaan lautan terhadap luas permukaan bumi adalah 70%, dan daratan adalah 30%.

Sumber: Saudi Gazette Daily, 15/05/00
Saudi Gazette, P.O. Box : 5576,
Jeddah





The Power of Giving ( Session1 )

19 04 2009

Jangan pernah ragu dan takut miskin untuk memberikan sedekah
Assalammualaikum Wr.Wb Saya ini adalah seorang Karyawati di Perusahaan Swasta Asing, masih single, kurang lebih 15 tahun kerja di perusahaan ini. Walaupun 15 tahun kerja di perusahaan ini penghasilannya hampir nggak jauh beda dengan karyawan/ti baru. Maaf bukan saya tidak bersyukur, tetapi itulah faktanya. Tapi Allhamdullilah dengan gaji sekian saya masih bisa memberi kepada orang tua, kakak saya, ada 2 orang yang satunya memang sudah tidak punya suami tetapi punya anak 2, dan kakak yang satunya lagi adalah seorang guru (PNS) yang menderita gagal ginjal dan harus cuci darah setiap minggu 2x ke Bandung, dan adik 1 orang. Dengan gaji Rp.1.800.000 itulah setiap bulan saya bagikan, sementara saya sendiri ngontrak rumah per bulan Rp.300.000, belum makan, transport dan saya masih bisa ngasih sedekah kepada fakir miskin. Kadang saya suka berpikir…sepertinya tidak masuk akal kalau melihat dengan jumlah uang sekian saya masih memberi sedekah….saya tidak pernah bisa menabung…karena saya berasa berdosa…sementara saudara dan sekeliling saya masih kurang. Setiap bulan uang untuk makan kadang tersisa cuma Rp.50.000,- dan anehnya cukup……malah saya bisa beli rumah di kampung halaman yang sekarang diisi oleh Ibu, Adik dan Kakak, tanah seluas 300m2…..padahal seumur hidup, saya tidak pernah menabung…… Subhanallah, Allahu Akbar itulah kebesaran Allah SWT. kalau dihitung secara matematika mana cukup uang sekian. Allhamdullilah Allah SWT selalu mencukupi saya.

Saya hanya ingin mengatakan : Jangan pernah ragu dan takut miskin untuk memberikan sedekah kepada orang-orang sekeliling kita terutama yang paling dekat dengan kita. Saya sering dikatai teman-teman, kalau saya ini tidak normal karena tidak punya keinginan untuk shopping untuk keperluan wanita atau barang2 lainnya. Yang paling bahagia buat saya adalah saya bisa memberikan sebagian hasil keringat saya yang halal kepada orang2 yang dekat, sekalipun tidak punya apa-apa.





EMPAT ORANG YANG DIRINDUKAN SURGA

19 04 2009

Kita yakin… siapapun kita, pada strata sosial manapun kita, apapun prosfesi kita, dibumi manapun kita berpijak pasti mau menjadi orang yang dirindukan oleh syurganya Allah SWT. Tempat yang di idam-idamkan oleh seluruh makhluk Allah, tempat yang tidak terdengar di dalamnya perkataan yang tak berguna,sia-sia dan dusta, didalamnya ada mata air yang mengalir, takhta-takhta yang ditinggikan, gelas-gelas berisi minuman yang terletak dekat, bantal-bantal sandaran yang tersusun, permadani-permadani yang terhampar, kebun-kebun dan buah anggur, gadis-gadis remaja yang sebaya. Kebayang enggak indahnya syurga ?….

Rasulullah SAW, mengatakan :” Syurga merindukan empat orang:

Pertama, orang yang senantiasa membaca Al-Qur’an. Nampaknya wajar jikalau syurga merindukan ahli qur’an ini karena sejak didunia saja mereka sudah diservis oleh Allah dengan ketenangan bathin, kasih sayang-Nya, kecintaannya, kemuliaan dan selalu di ingat oleh-Nya.

Kedua, penjaga lidah. Memang lidah tak bertulang tapi ia lebih tajam dari sebilah pedang, dampaknya akan mengakibatkan peperangan antar suami isteri, antar kelompok, bahkan antar dua bangsa. Efek negatifnya akan membuat orang menjadi sengsara, akan melenyapkan pahala kebaikan yang kita buat seperti api memakan kayu bakar, akan membuat puasa jadi hampa dan sia-sia. Namun bila kita menjaganya, subhanallah… begitu banyak kenikmatan akan kita raih, dengan lisan kita berdakwah, dengan lisan kita bertilawah, dengan lisan kita berdo’a.

Ketiga, pemberi makan orang yang kelaparan. Sungguh, Allah Yang Maha berterimakasih (Syakuur) akan membalas sekecil apapun kebaikan kita kepada orang lain. Bila kita memberi minum kepada saudara kita yang kehausan maka Allah akan memberi kita minum pada hari kiamat nanti disaat orang-orang sedang dilanda dahaga, Bila kita memberi makan kepada saudara kita yang sedang kelaparan, niscaya Allah akan memberi kita makan di saat orang-orang kelaparan pada hari akhir nanti, Bila kita memberi pakaian kepada saudara kita didunia ini, niscaya Allah akan memberi kita pakaian yang indah disaat orang-orang telanjang pada hari perhitungan nanti, bila kita memudahkan urusan saudara kita yang sedang kesulitan dan dihimpit permasalahan, yakinlah bahwa Allah akan memudahkan urusan kita sejak didunia ini. Pertolongan Allah akan datang kepada seorang hamba manakala sang hamba menolong saudaranya.

Keempat, Orang-orang yang berpuasa di bulan ramadhan. Di bulan yang mulia yang penuh berkah, rahmat, ampunan ini Allah menjanjikan kepada kita akan pembebasan dari panasnya api neraka, pedihnya azab neraka dan kejamnya siksa neraka bila kita berpuasa, dan menghidupkan malamnya dengan shalat, qiro’at dan kholwat serta ibadah apapun dengan hanya mengharap ridho-Nya.
Bila empat amal ini kita lakukan, nampaknya wajarlah bila syurga merindukan kehadiran kita…Amien
Salam wisatahati,
Ustadz Ahmad Jameel





Biografi Ustad Yusuf Mansur

19 04 2009

Yusuf Mansyur
Laki-Laki
Islam
Jakarta, 19 Desember 1976

Biografi :

Ustadz Yusuf Mansyur dikenal sebagai pimpinan Pondok Pesantren Daarul Quran Bulak Santri, Cipondoh, Tangerang dan pimpinan pengajian Wisata Hati. Ustadz kelahiran Jakarta, 19 Desember 1976 ini melalui perjalanan berliku sampai menjadi ustadz terkenal seperti sekarang.

Ustadz Yusuf lahir dari keluarga Betawi yang berkecukupan pasangan Abdurrahman Mimbar dan Humrif’ah dan sangat dimanja orang tuanya. Lulusan terbaik Madrasah Aliyah Negeri 1 Grogol, Jakarta Barat, tahun 1992 ini pernah kuliah di jurusan Informatika namun berhenti tengah jalan karena lebih suka balapan motor.

Pada tahun 1996, dia terjun di bisnis Informatika. Sayang bisnisnya malah menyebabkan ia terlilit utang yang jumlahnya miliaran. Gara-gara utang itu pula, Ustadz Yusuf merasakan dinginnya hotel prodeo selama 2 bulan. Setelah bebas, Ustadz Yusuf kembali mencoba berbisnis tapi kembali gagal dan terlilit utang lagi. Cara hidup yang keliru membawa Ustadz Yusuf kembali masuk bui pada 1998.

Saat di penjara itulah, Ustadz Yusuf menemukan hikmah tentang shodaqoh. Selepas dari penjara, Ustadz Yusuf berjualan es di terminal Kali Deres. Berkat keikhlasan sedekah pula, akhirnya bisnis Ustadz Yusuf berkembang. Tak lagi berjualan dengan termos, tapi memakai gerobak, Ia juga mulai punya anak buah.

Hidup Ustadz Yusuf mulai berubah saat ia berkenalan dengan polisi yang memperkenalkannya dengan LSM. Selama kerja di LSM itulah, Ustadz Yusuf membuat buku Wisata Hati Mencari Tuhan Yang Hilang. Buku yang terinspirasi oleh pengalamannya di penjara saat rindu dengan orang tua. Tak dinyana, buku itu mendapat sambutan yang luar biasa.

Ustadz Yusuf sering diundang untuk bedah buku tersebut. Dari sini, undangan untuk berceramah mulai menghampirinya. Di banyak ceramahnya, ia selalu menekankan makna di balik sedekah dengan memberi contoh-contoh kisah dalam kehidupan nyata.

Karier Ustadz Yusuf makin mengkilap setelah bertemu dengan Yusuf Ibrahim, Produser dari label PT Virgo Ramayana Record dengan meluncurkan kaset Tausiah Kun Faya Kun, The Power of Giving dan Keluarga.

Konsep sedekah pula yang membawanya masuk dunia seni peran. Melalui acara Maha Kasih yang digarap Wisata Hati bersama SinemArt, ia menyerukan keutamaan sedekah melalui tayangan yang didasarkan pada kisah nyata.

Ustadz Yusuf juga menggarap sebuah film berjudul KUN FA YAKUUN yang dibintanginya bersama Zaskia Adya Mecca, Agus Kuncoro, dan Desy Ratnasari. Film ini merupakan proyek pamungkas dari kegiatan roadshow (ceramah keliling) berjudul sama selama Januari-April 2008.

Melalui Wisata Hati, ia menyediakan layanan SMS Kun Fayakuun untuk menemukan jawaban atas permasalahan yang ada. Ia juga menggagas Program Pembibitan Penghafal Al Quran (PPPA), sebuah program unggulan dan menjadi laboratorium sedekah bagi seluruh keluarga besar Wisatahati. Donasi dari PPPA digunakan untuk mencetak penghafal Alquran melalui pendidikan gratis bagi dhuafa Pondok Pesantren Daarul Quran Wisatahati.

Meski tak sempat menuntaskan kuliah, Ustadz Yusuf bersama dua temannya mendirikan perguruan tinggi Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Cipta Karya Informatika.

Ustadz Yusuf menikah dengan Siti Maemunah dan telah dikaruniai tiga orang anak.





Bagaimana Seorang Ibu mengahadapi Krisis Finansial Global

3 04 2009

Saya adalah pengagum tulisan tulisan Bapak Hadi Kunturo, tulisan tulisan Beliau sungguh inspriratif dan dapat memotivasi kita semua untuk selalu istiqomah melakukan perubahan dalam hidup menuju ke arah yang lebih baik. Berikut ini saya kutip salah satu tulisan beliau :
“Pak Hadi strategi bisnis bapak untuk menghadapi krisis global sekarang ini bagaimana..?”
“Pak saya bergerak di bisnis IT dan saat ini bisnis saya bener-bener lesu akibat dollar naik dan permintaan turun, apa yang harus saya lakukan pak..?”
“Pak kira-kira tahun depan negeri kita masih hidup enggak ya..?”
“Punya strategy jitu untuk melewati tsunami ekonomi sekarang enggak pak”

Hehehe..menarik ya, banyak orang yang begitu ketakutan, dan besarnya ketakutan dan kecemasan itu melebihi krisis itu sendiri kali ya, padahal semua orang tahu, apapun bentuknya entah krisis, badai, tsunami bahkan kiamat kubro pun pasti ada masa-masa usainya…iya enggak
Banyak pertanyaan yang senada dengan tulisan diatas datang dari segala penjuru, dan saya sendiri keki menjawabnya karena pengalaman saya menghadapai krisis pada posisi saya sebagai pebisnis jua masih bener-bener masih hijau.

Lha Saya baru resign dari kantor kan Maret 2008 kemarin, so bisa dibilang masih sangat hijau kan di dunia bisnis.?

Kalau saya jawab pertanyaan itu dengan mengacu pada buku-buku maupun dari sumber-sumber di Internet barangkali mereka malah jauh lebih jago …maka saya sengaja mencari jawaban ke narasumber yang bener-bener alamiah, yang kesahihan kata-kata dan sumber-sumber informasinya bener-bener tidak saya ragukan. Siapa narasumber saya..?
Hehehe….tidak jauh-jauh beliau adalah Ibuku..motivator utama saya..

Sudah menjadi rutinitas, setiap jam 5 pagi saya telpon Ibu, itu adalah jam-jam Ibu mau berangkat ke pasar.
“Ibu sehat..? hari ini ke pasar mana..ini pasaran apa disitu, wage apa kliwon sih? Kemarin bagaimana laris..?” kalimat pembuka itu sudah kayak password kalau saya telpon. Ibu setiap hari ke pasar jualan baju dipasar, dan pasarnya setiap hari pindah-pindah mengikuti hari pasaran jawa, kliwon kemana, legi kemana, pahing kemana…dst..muter-muter.

“Mak, wonten mriku krisis global kraos boten (Bu di situ krisis global terasa enggak)” hehehe…pertanyaan ini pasti membingungkan beliau

“Nha..kowe takon kaya ngono nyong dadi kepengin ngerti, neng tivi ana krisis global krisis global…kuwe apa sih..terus beritane arep ana PHK masal barang anu ngapa sih (nha kamu nanya gitu saya jadi pengin tahu, di televisi ada krisis global-krisis global..itu apa sih…terus beritanya mau ada PHK massal segala, itu kenapa sih)” nah loh…malah kebalik ibu yang nanya, saya jadi terkekeh…karena saya yang nanya jadi saya yang menerangkan..

Menerangkan sejarah krisis di mulai di Amerika, dari soal Lehman Brothers, sampai imbas-imbasnya ke Indonesia dan segala macam sungguh mengasyikkan…ibuku jadi ngerti banyak hal, bisa cerita ke temen-temennya di pasar, dan beliau pasti akan menjadi pedagang tradisional yang paling pinter dan modern…hehehe…karena saya tahu persis krisis seperti ini tidak akan ada pengaruhnya di kampung ibuku yang di pelosok pegunungan.

“Terus krisis yang seperti ini baru kali ini apa sudah pernah terjadi..?” tanya beliau, saya jadi garuk-garuk kepala, karena beliau kan lebih tua seharusnya lebih tahu kan..?

“Untuk Indonesia yang sudah sering dong Bu, Jamannya pak Sukarno pernah sampai motong duit katanya, terus tahun 83, tahun 1998, terus sekarang tahun 2008, itu yang gede-gede bu, yang kecil-kecil mah banyak dan sering terjadi di Indonesia” kata saya..

“Kalau sudah sering lalu kenapa pada khawatir dan diributin ya, Ibu yang enggak lulus SD saja, kerja sendirian tiap hari ke pasar, tidak ada liburan sepanjang tahun menghidupi kalian 4 anak ditambah kakek, nenek dan adik-adik ibu alhamduillah masih hidup sampai sekarang, padahal krisisnya sudah berkali-kali ya”

Dan Ibu menambahkan lagi “Jadi bagi orang yang cemas dan khawatir karena tiap hari nonton berita krisis global di TV atau baca koran, barangkali ada efeknya meski di kampung, tapi bagi Ibu ya enggak ada apa-apanya..” oho..ibuku sudah mulai menjawab pertanyaan saya apa ada efeknya krisis global ini di kampung

“Pokoknya jalani saja seperti hari-hari biasa, pergi ke pasar dagangan laku dan dapat untung syukur alhamdulillah, kadang rugi, dapat untung 20ribu buat makan, transport, karyawan ternyata totalnya lebih dari 50ribu ya di syukuri saja, secara angka bagi kita rugi tapi lihatlah..ibu sudah jadi saluran rejeki si sopir, saluran rejekinya si Suryanti karyawan kita yang setiap hari ibu kasih 20ribu, yang punya warung nasi, pengemis, kuli panggul…itu kan kebahagiaan juga..”

“Kalau kamu sakit dan pergi berobatnya ke dukun ya diagnosanya kamu kesambet setan, atau di guna-guna orang, lain lagi kalau ke dokter, demikian juga soal masa depan, jika kamu tanyanya ke ahli ekonomi kelas dunia ya masa depan barangkali akan sangat suram dan dunia akan terasa sempit sekali…pandai-pandailah cari tempat bertanya, kalau jawaban mereka membuat kamu makin cemas berarti kamu bertanya pada orang yang salah…hehe”

“Tidak usah takut,cemas dan khawatir dengan berita, ramalan dan sejenisnya, apapun kendala yang menghadang seorang pebisnis itu adalah test layaknya kamu mau naik kelas saja, enggak cuma di bisnis, di masalah yang lain seperti keimanan, hati, perasaan semuanya sama..ujian sing arep ndadekna kowe tambah pinter lan dewasa (ujian yang akan menjadikan kamu makin pinter dan dewasa)”

“Ibu selalu ingat kata-kata guru ngaji Ibu, orang Wanayasa (Ustadz dari tetangga kecamatan) bahwa untuk berbisnis itu modal utamanya adalah DUIT, De-nya Doa, U-nya Usaha, I-nya Istiqomah dan Te-nya Taqwa…” kata beliau, dan kata-kata yang terakir ini bener-bener membuat saya terperangah…hebat nian nih Ibu dapat ilmu yang uptodate seperti yang saya dapat di seminar-seminar komunitas TDA.

Kalau di TDA, step-step bisnis ada RBDSAPP (Reason-Believe-Dream-Strategy-Action-Persistence-Pray)

Ternyata meski di pelosok Ibu sudah terlebih dulu memiliki jurus Pray (Doa)-Action (Usaha)-Persistence (Istiqomah) dan Taqwa (ini masuk mana ya..mungkin masuk Believe kali ya…percaya bahwa Allah pasti membimbing kita)

“Yang penting rajin sholat dan ibu percaya kamu orang pinter, Ibu hanya tahu pasar Pejawaran, Kalibening, Sibebek,Batur, Karangkobar (ini nama-nama pasar di kampung Ibu yang setiap hari bergantian beliau kunjungi ) sampai hari ini masih hidup…malah makin seneng, lah kamu pasarnya seluruh penjuru pulau, bahkan mulai punya pasar di luar negeri…itu bener-bener diluar jangkauan Ibu…dan bersyukur…mungkin pendapatan kamu tidak seberapa, tapi sekarang kamu sudah menghidupi banyak karyawan…itu adalah kebahagiaan yang tidak ternilai…

Satu lagi nasehat penting banget dari ibu sebelum telepon ditutup :

“Sing udan barat tetep gelem dodolan biasane lewih sukses tinimbang wong sing dodolane nunggu nek terang (Yang hujan angin/badai tetap mau berangkat berjualan biasannya akan lebih sukses dibandingkan yang berangkat berjualan menunggu ketika badai reda)”

Saya jadi teringat kata-kata kata kata mutiara “Succesfull life is art of dancing in the storm, not waiting to passed on” ( maksud saya adalah menuliskan bahwa yang Sukses dalam kehidupan adalah seni menari di tengah badai, dan bukan menunggu sampai badai reda…bahasa inggrisnya bener enggak ya..? sory kalau salah dan gak nyambung..hehehe tapi )

Semoga ada manfaatnya bagi anda..

Salam Hangat
Hadi Kuntoro
http://www.rajaselimut.com/
http://www.hadikuntoro.blogspot.com/