Duck Hunter

28 05 2008

Bagi anda penyuka BeGor alias bebek goreng, ini saya buat tulisan begor berdasarkan pengalaman saya mencicipi berbagai begor yg ada di Surabaya:

naluri ”DUCK HUNTER” anda menggelora…Slamat berburu…

1. Bratang Road : ”BEBEK GORENG KAYU TANGAN” . Bebek Crispy begitu nama gaulnya…memang rasanya yang kriuk2 ketika nempel dilidah, mjadikan tempat ini disuka anak2 sampe aki-nenek..Rasanya mantap di lidah, meskipun juga rada mengocek isi dompetmu dalam2 siy…hehe.. Tempatnya Luas…bisa makan rame2.. Nilai = 90 (wajib dicoba)
2. Bratang Road : ” BEBEK GORENG 75″. Rasanya Gurih…Dagingnya Sedeeep..Wangii..cita rasa bebek original..!!! sambalnya meskipun tidak terlalu pedas, tapi rasanya “dapet” dilidah..klo bisa saat anda berkunjung ke tempat ini usahakan diatas jam 9 malam, dapatkan bonus jeroan & tetelan itupun klo anda suka sih… Nilai = 90 (wajib dicoba)
3. Bratang Road “BEBEK BRATANG GEDE”. Rasakan Kelezatan Bebek ala Kayu Tangan dengan harga murah meriah di tempat ini, maklumlah denger2 nih koki “alumnus” dari Bebek Kayu Tangan. Sayang saja tempatna yang super imut, hingga anda tak tahu kapan anda akan duduk manis disini. Nilai = 80 (sangat pantas dicoba)
4. Barata Road : ” BEBEK PURNAMA-TAPOK JARAN” . Maaf saja klo tempat ini kami kasih nama tapok jaran oleh temen2 saya, masalahna apakah anda pernah merasakan di-tapok jaran???saya yakin sebagian besar dari anda pasti belum pernah merasakannya khan???cobalah datang & nikmati bebek goreng ditempat ini, sambalnya yang bagaikan mesiu perang siap menghantarkan anda menikmati sensasi di-tapok jaran, haha..sayang saja bebeknya seringkali diajak olahraga sama si empunya, jadinya dagingnya rada berotot gitu deh…Nilai = 75 (pantas dicoba)
5. Dinoyo Road : “BEBEK PURNAMA I” (Depan Pangsit Mie Purnama). Siaplah berjubel ditempat ini karena penggemarnya banyaaaak sekali + karena tempatnya yang imut juga sih…rasanya hampir mirip bebek goreng 75 lho…makanya buruan coba gih… Nilai = 75 (pantas dicoba)
6. Dinoyo Road : “BEBEK PURNAMA II” (Depan pabrik cat Emco/klo ga salah siy…pokokna sebrang jalan Bebek Purnama I deh…). Mau tau apa yang spesial dari nih tempat???SAMBAL BAJAK itu jawabannya…Sambalnya yang bercutarasa pedas manis + dagingnya yang kata orang surabaya “gemol-gemol” padat-berisi menjadikanmu betah makan nih bebek…jeroannya juga banyak lho..Nilai = 85 (sangat pantas dicoba)
7. Dipo Road : “BEBEK WILLIAM BOOTH”. beralaskan tanah beratapkan langit inilah kekhususan tempat ini..bebeknya sedeep..meskipun juga rasanya ga stabil…kadang enak, kadang sangat jauh dari enak..Nih bebek sering banget muncul di acara kuliner di TiPi2 lho..Nilai : 80 (sangat pantas dicoba)
8. Krampung Road : “BEBEK GORENG KRAMPUNG” (Sebelah kanan jalan arah ke KKCC dari Ngaglik). rasakan sensai bebek jumbo ditempat ini, bebeknya SUPER BIG SIZE…meskipun juga pada akhirnya harus menguran dompet libih dalem juga siy…rasanya lumayan juga lho…Nilai = 75 (pantas dicoba)
9. Undaan Road : “BEBEK GORENG PAPIN”. Aah..klo nih bebek pasti dah banyak yang teu..bebekna guriiih…sedeeep…sambalnya enak…pokokna ga perlu diraguin lagi deh rasanya…sayangna meskipun nih bebek punya cita rasa istimewa,tapi bukanya cuma malam ajah…Nilai = 90 (wajib dicoba)
10. Pahlawan Road : “BEBEK GORENG TUGU PAHLAWAN”. (Letaknya didepan tugu pahlawan di depan ruko2 pintu masuk tugu pahlawan). Ciri khas dari nih tempat tuh sambalnya yang rada semi asin . meskipun juga saat digabungkan dengan daging bebeknya, ternyata klop juga ya…enak kok..meski bukanya cuma malam..tapi siap2 anda berebut kursi disini..!!!atau bawa kursi dari rumah ajah ya??? Nilai = 85 (sangat pantas dicoba)
11. SMU Kompleks Road : “BEBEK GORENG CAK SANDI”. (Depan SMUN 9 Surabaya). Nih bebek dikhususkan buat Siswa & mahasiswa, kenapa saya bilang bgitu??karena selain makan sedapnya bebek goreng Cak Sandi anda juga bisa ‘ngeceng’ lirik sana lirik sini..Khan Cewek-Cowok SMU Kompleks terkenal cakep2, tul nggak???Tapi klo urusan rasa..Gimana ya??ga terlalu istimewa juga sih..tapi juga ga masuk dalam kriteria ‘bebek payah‘. Rasain sendiri deh makan disana & nikmati sensasi makan bebek goreng sambil ’sauna’, coz tempatna puanaas + bjubel, maklum lah..harga anak sekolahan sih.. Nilai = 80 (sangat pantas dicoba)
12. Delta Road : “BEBEK GORENG CAK SANDI II” Rasanya so pasti ga beda Jauh sama Bebek Goreng Cak Sandi yang diatas, coz pemiliknya kaya’nya sama deh..cuman sambalnya lebih ‘nonjok‘ di muka kmu..Bedanya klo di Cak Sandi yang diatas kmu bisa’ngeceng’ anak2 SMU, lha disini bisa ‘ngecengin’ pegawai2 toko Delta Plasa…Asik juga khan..Harga sama saja kok sama Cak Sandi yang diatas.. Nilai : 80 (sangat pantas dicoba)
13. RS. Dr. Soewandi Road : “BEBEK GORENG BAWA PULANG” (gang belakang KKCC). Kenapa dinamain ‘bebek goreng bawa pulang’??ya karena emang si tukang bebek ga nyedian tempat duduk…masalah rasa boleh juga kok..tapi siap2 ngebungkus porsi dobel..kenapa bisa bgitu??ya karena bebek disana ‘imut-imut‘, hehe. Soal Harga, disini bebek goreng paling murah se-surabaya itu ada. Nilai : 75 (pantas dicoba)

Tempat Kuliner Surabaya

oba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabayaoba)

Tempat Kuliner Surabaya

Iklan




Tempat Favorit Wisata Kuliner Surabaya

28 05 2008
Seperti kota besar pada umumnya, pesona kuliner menjadi salah satu daya tarik 
di Surabaya. Hidangannya pun khas. Ada Bekgor alias Bebek Goreng, Nasi Pecel 
hingga Lontong Balap dengan taogenya yang crunchy itu. Untuk pagi sampai siang, 
umunya pecel atau lontong balap jadi pilihan. Sedangkan hidangan malam, Nasi 
Bebek yang lebih pas.

Bebek Goreng

Bekgor. Inilah istilah populer bagi hidangan favorit arek Suroboyo. Bebek 
goreng dijadikan santap malam. Begitu petang menjelang, kedai Bekgor pun mulai 
bertebaran. Masing-masing menawarkan rasa dan variasi berbeda.

Bebek Papin
Jl. Kalianyar, Telp (031) 3714015

Papin. Mendengar namanya agak-agak berbau Prancis, ya? Namun jika membayangkan 
bebek ini dengan olahan bumbu ala French Style, Anda salah. "Ini bebek goreng 
ala Madura, Dik," jelas Abdul Hanan (28), sang penjual dengan logat khas. 

Papin sendiri rupanya merupakan singkatan dari Pasar Pecindilan. Di sanalah 
bebek ini dijual pertama kali sejak tahun 1990. Bebek Papin dimasak bumbu 
kuning dengan racikan ala Madura. Abdul menyebutnya bumbu jawara alias Jawa 
Madura. Dalam sehari, bisa 300 ekor bebek yang dimasak. Prosesnya pun 
berbeda-beda. Bebek muda cukup diungkep 2 jam. Sedangkan yang agak tua butuh 3 
jam. Yang pasti, Bebek Papin super empuk. Daging bebek yang dikenal alot, tak 
terbukti di sini.

Anda bebas memilih jenisnya, lalu tinggaldigoreng. Cara penyajiannya pun khas. 
Nasi putih dihidangkan bersama Bebek goreng, plus lalapan timun, kemangi, kol 
dan sambal. Lalu sebuah cawan kecil ikut disertakan. Isinya kaldu rebusan 
bebek. Biasanya pelanggan menyiramkan di atas nasi sehingga rasanya makin 
gurih. "Inilah sajian khas Bebek Papin," imbuhnya.

Harga setiap potong bebek bervariasi antara Rp 7 ribu-11 ribu tergantung 
ukurannya. Kedai tenda ini terletak di ujung Jl Kalianyar. Buka setiap hari 
sejak sore pukul 16.30-21.00.

Bebek Cak Yudi
Jl. Tanjung Torowitan, Perak, Telp. (031) 3529557

Bebek ini bergaya paling minimalis. Penyajiannya pun begitu cepat dan simpel. 
Begitu datang di kedai mungil ini, Anda langsung ditanyai mau porsi apa. Nasi 
Bebek Biasa, Bebek Jeroan, atau dobel. Nasi Bebek Biasa berisi 1 potong bebek. 
Yang dobel tentu saja isi 2 potong. Harganya berkisar antara Rp 8 ribu-Rp 15 
ribu. Hatga ini sudah termasuk nasi plus sejumput sambal khas Kedai Yudi, 
Sambal Pencit. "Pencit itu mangga muda," jelas Roiz (24), pengelola kedai yang 
juga keponakan Bpk. Yudi, pemilik kedai ini.

Sambal inilah yang membuat Bebek Goreng makin sedap. Perpaduan cabai rawit 
merah yang super pedas dan mangga muda sungguh ciamik. Cocok disajikan bersama 
nasi hangat dan bebek yang empuk. Untuk membuatnya, bebek ini direbus hingga 
3,5 jam lamanya. Tak heran penggemarnya begitu banyak. Jam bukanya pun 
tergolong singkat. Sejak pukul 15.00-18.00. Namun terkadang pukul 5 sore saja 
pengunjung bisa gigit jari karena bebek sudah ludes. "Kebanyakan karyawan 
membeli bungkusan. Jadi cepat habis," terang Roiz.

Padahal kedai ini sudah menghabiskan 120 ekor bebek per hari. Sementara 
cabangnya di Jl. Kepanjen membutuhkan 100 ekor bebek per hari. "Di Kepanjen 
kita buka dari pukul 11 siang sampai pukul 3 sore," imbuhnya.

Kedai Bebek Yudi terletak di Jl Tanjung Torowitan, Perak. Lokasinya tak begitu 
jauh dari POM bensin Perak. Ada 20 kursi yang bisa Anda tempati.

Bebek Tangan
Jl. Bratang Gede No.68, Telp (031) 5046161-70984104

Nasi Bebek ala Kayu Tangan punya gaya berbeda. Tidak hanya mengandalkan 
ungkepan dan daging empuk, tapi juga menambahkan adonan tepung untuk 
menggorengnya. Lapisan tepungnya bergaya kremesan dan membuat daging bebek yang 
gurih jadi makin gurih. Ada juga kepala dan hati ampela yang harganya Rp 2.500 
per potong. Jika ingin puas, tersedia juga satu ekor utuh dengan harga Rp 
45.000.

Bebek dicelup adonan tepung dan digoreng hingga matang. Disajikan dengan nasi 
hangat, sambal dan lalapan timun, kemangi, kol dan jeruk nipis. Daging bebeknya 
begitu empuk dan tebal. "Kami menggunakan bebek muda yang bulunya masih 
jarang-jarang itu, lo," jelas Bpk. Nanag (49) yang membantu mengelola usaha 
kerabatnya, Bpk. Ismu.

Selain Bebek Goreng, kedai ini juga menyediakan Bebek Bakar dengan bumbu pedas 
manis. Tersedia juga Ayam Kampung Goreng/bakar yang tak kalah lezat. Lokasinya 
terletak di Jl Braang Gede No. 68. Kedai berkapasitas 60 pengunjung ini buka 
Senin-Sabtu pukul 10 pagi hingga 9 malam. "Hari Minggu kami tutup untuk libur," 
tutur Nanang.

Lontong Balap

Konon nama hidangan ini lahir karena para penjualnya dulu berasal dari satu 
kampung. Ketika mulai berjualan, puluhan gerobak didorong hingga seperti sedang 
balapan. Rasa taogenya yang krenyes-krenyes selalu bikin ketagihan.

Lontong Balap Kranggan
Jl. Kranggan (tepat di seberang bioskop Garuda)

Lontong Balap Surabaya identik dengan nama Kranggan atau Garuda. Maklum saja, 
di Jl Kranggan, tepat di seberang bioskop Garuda berderet sejumlah kedai 
lontong balap. Umumnya mereka meneruskan usaha yang diwariskan dari orang 
tuanya. Seperti Ny. Tasniyah (48), yang meneruskan usaha ayahnya (alm.) Bpk. 
Santrio yang berjualan sejak tahun 50-an. "Saya meneruskan usaha ini tahun 
1987," ujarnya.

Lontong Balap ala Tasniyah berisi lontong, sayur taoge, irisan tahu plus lento 
yang diremas-remas. Lento adalah sejenis bakwan terbuat dari kacang tolo. Untuk 
lento, Tasniyah membuatnya dengan komposisi 3 bagian kacang dihaluskan dan 2 
bagian tetap utuh. Kemudian diberi bumbu, dibentuk bulat lonjong, lalu dgoreng. 
Kuah taogenya bening agak kecoklatan. Ada jejak manis di dalamnya. "Soalnya 
waktu menumis bumbu saya tambahkan kecap," jelasnya.

Bentuk lontongnya juga cukup unik. Tak bulat lonjong atau persegi. Melainkan 
berbentuk kerucut mirip tumpeng. "ini memang ciri khas warung saya," imbuhnya.

Untuk yang suka pedas, tersedia Sambal Pekat terbuat dari petis, cbai dan 
bawang putih. Pelengkapnya ada Sate Kerang yang ditumpuk di sisi penjual. Kita 
bersantap di bangku panjang yang mengelilingi si penjual. Jadi piring harus 
dipegang dengan tangan. Seporsi Lontong Balap dijual Rp 5 ribu. Sementara Sate 
Kerangnya Rp 500 per tusuk. Kedai ini beroperasi sejak pukul 9 pagi hingga 10 
malam. Porsinya cukup membuat kaget. Soalnya taogenya begitu melimpah sehingga 
terkadang dijuluki Lontong Balap Jumbo. Dalam sehari, Tasniyah mengaku 
membutuhkan 30 kilogram taoge per hari.

Lontong Balap Rajawali
Jl. Krembangan Timur32A (depan SPBU Rajawali)
Telp.(031) 70093973

Di sini Anda bisa lebih santai. Soalnya kedai dilengkapi dengan kursi dan meja. 
Jadi tak perlu repot memegang piring saat bersantap. Kedainya punnyaman dan 
bersih dengan pelayanan yang lumayan cepat. Ada sekitar 30 kursi yang bisa 
ditempati.

Komposisinya masih berisi lontong, tahu, danlento denagn siraman taoge berkuah 
manis plus kecap. Tak semanis Lontong Balap di Kranggan. Porsinya pun sedang 
saja. Lauknya juga berupa Sate Kerang yang manis pedas. Namun Sate Kerang di 
sini disajikan diikat berisi 10 tusuk. Jadi tak bisa satuan. Tersedia sambal 
petis untuk penyuka pedas. Di sini Lontong Balap dijual Rp 6 ribu per porsi. 
Sementara Sate Kerangnya Rp 5 ribu berisi 10 tusuk. Taogenya masih renyah dan 
tahan lama. Untuk itu digunakan grajen atau serbuk kayu untuk memanaskan kuah 
taoge. "Jadi panasnya tidak menyebabkan taoge jadi layu," jelas Miranto (32), 
pengelola kedai ini.

Kedai yang dirintis sejak tahun 1956 ini buka setiap hari sejak pukul 6 pagi 
hingga 4 sore. Terkadang, pukul 2 pun hidangan sudah ludes. Padahal Miranto 
menyiapkan tak kurang dari 50 kilogram taoge setiap harinya. Taoge panjang ini 
khusus di datangkan dari Gresik dan Mojokerto.

Untuk minumnya, tersedia Es Sinom yang segar terbuat dari kunyit. Ada juga Es 
Beras Kencur dan Es Daun Sirih yang tak kalah segar. Lokasinya di Jl. 
Krembangan Timur 32A, depan SPBU Rajawali. Selain itu terdapat di Jl. Mayjen 
Sungkono, Jl. Dupa, Jl. Urip Sumohardjo dan Jembatan Merah II.

Lontong Balap Sumbawa Pojok
Persimpangan Jl. Gubeng dan Jl. Sumbawa (depan Bank BNI)

Inilah salah satu kedai Lontong Balap yang tak kalah kondang. Lokasinya tepat 
di persimpangan Jl. Gubeng dan Jl. Sumbawa. Persis di depan Bank BNI Gubeng. 
Maka, tak jarang pula disebut Lontong Balap BNI. Meskipun lebih sederhana 
ketimbang Rajawali, kedai ini juga menyediakan meja dan kursi bagi 
pelanggannya. Harganya pun lebih bersahabat. Cukup Rp 4 ribu seporsi.

Komposisinya masih sama, namun sedikit berbeda penyajiannya. Rasa kuah taogenya 
gurih asin. Tak ada rasa manis. Rupanya memang kuah ini dibuat gurih asin. 
"Yang suka manis tinggal tambahkan sendiri kecapnya sesuai selera," jelas Ali 
(45), pengelola kedai.

Lauk pelengkapnya juga Sate Kerang. Namun sate disajikan terpisah dipiring lain 
dengan tambahan sambal dan kecap. Sambalnya berbeda dengan kedai umumnya yang 
mengandalkan petis. Rasanya pedas agak asam mirip sambal tomat. "Sambal ini 
dibuat dari bahan khusus plus campuran tepung singkong," imbuh Ali.

Dalam sehari, kedai ini membutuhkan 60-70 kilogram taoge per hari. Bukan main. 
Taogenya pun khusus kualitas super dan bersih dari kulit hijaunya. Kedai 
sederhana ini buka setiap hari sejak pukul 07.30-17.00. Namun khusus hari Sabtu 
dan Minggu, kedai jauh lebih laris. "Biasanya jam 3 sore dagangan kami sudah 
habis," imbuh Ali.

Pecel

Hidangan bersaus kacang ini kerap jadi pilihan untuk sarapan atau makan siang. 
Selain menganut gaya klasik, ada juga yang berinovasi dengan jantung pisang, 
bahkan campuran rawon.

Pecel Bu Kus
Jl. Brata Jaya XX/110, Telp. (031) 5042357

Inilah salah satu pecel terkondang di Surabaya. Tempatnya terhitung mewah untuk 
bersantap menu pecel dengan hembusan AC yang cukup sejuk. Pelanggannya pun 
middle up. Harganya juga tak terlalu mahal. Cukup Rp 7 ribu, seporsi pecel 
sudah bisa dinikmati. Komposisinya pun lengkap. Ada daun singkong, taoge, 
kacang panjang, kemangi, petai cina, kering tempe dan serundeng kelapa. Lalu 
diberi saus kacang yang gurih. Sebagai finishing, pecel ditambahi peyek teri 
dan kacang. Namun peyeknya bukan sembarang peyek, lo. Ukurannya sunggug besar. 
"Peyek ini memang ciri khas pecel kami," jelas Ny Ida Dwi Amartani (38), 
pengelola kedai ini.

Sejak dulu peyek ini memang menjadi ikon. Ada dua petugas pembuat peyek ini. 
Ida pernah pula menyarankan untuk memperkecil ukuran peyek. "Tapi tangan kedua 
pembuat peyek ini sudah terbiasa dengan peyek besar, jadi ya tidak apa-apa. 
Malah jadi unik, kan?" ujarnya ramah.

Sejumlah bahan khusus digunakan untuk mempertahankan kualitasnya. Seperti 
kacang tuban kualitas super untuk saus kacang dan terasi Gresik untuk campuran 
bumbunya. "Buat saya terasi Gresik ini lebih sip ketimbang Sidoarjo," cetusnya.

Pecel yang dijual sejak tahun 1993 ini berlokasi di Jl Barata Jaya XX/110. 
Rumah makan bisa menampung lebih dari 100 pengunjung yang terbagi atas 2 
lantai. Buka setiap hari sejak pukul 8 pagi hingga pukul 9 malam. Sejak awal 
2008 lalu, kedai membuka cabang di Jl. Cendrawasih No. 12, tepat di belakang 
Polwiltabes Surabaya.

Pecel Ontong RM Handayani
Jl. Kertajaya no. 42, Telp. (031) 5015701-5014900

Pecel ini tak kalah unik. Jika umumnya pecel berkomposisi sayuran hijau dan 
taoge, pecel dari Rumah Makan Handayani justru tak menggunakannya. Pecel hanya 
berisi ontong. Ya, itulah nama lain dari jantung pisang. Namun tak semua bagian 
jantung pisang bisa digunakan. "Hanya bagian bunga putihnya yang masih muda," 
jelas Bpk. Norman, Manajer Operasional RM Handayani.

Jantung pisang dikupas hingga bagian yang agak muda. Lalu diambil bunganya, 
dicuci bersih dan direbus dengan gula dan garam. Selain untuk memberu rasa, 
cara ini juga menghilangkan getah jantung pisang yang lengket. Setelah dingin 
ditiriskan, lalu dipotong-potong. Kemudian dicampur dengan daun kemangi dan 
disiram bumbu pecel. Bumbunya dibuat dadakan. Pedasnya pun bisa disesuaikan. 
Aroma daun jeruk cukup terasa di saus kacangnya. Pecel disajikan di atas 
sejenis piring berbentuk cobek kayu. Seporsi dijual Rp 5.500 saja.

Sayangnya, ketersediaan pecel ini agak terbatas. Jadi ada baiknya menelepon 
dulu untuk memesan atau mengetahui setok pecel yang tersedia. "Soalnya bahan 
bakunya agak sulit," jelas Norman.

Hidangan khas Indonesia memang jadi menu utama di rumah makan ini. Selain 
pecel, terdapat puluhan menu khas Indonesia lain yang bisa dinikmati. 
Kapasitasnya cukup luas mencapai 350 orang. Namun untuk standing party, bisa 
mencapai 900 pengunjung plus 3 ruang VIP. Beroperasi setiap hari mulai pukul 
11.00-22.00. Lokasinya terletak di Jl. Kertajaya No. 42.

Pecel Rawon
Jl. Penjajaran No. 15A (tepat di depan bioskop Purnama)

Kedai ini memadukan dua hidangan andalan Jawa Timur, pecel dan rawon. Lokasi 
kedainya di Jl Penjajaran No. 15A. Tepat di depan bioskop Purnama. Sebuah 
spanduk biru bertuliskan Pecel Rawon bisa dijadikan petunjuk jika Anda ingin 
berkunjung.

Komposisinya cukup unik. Pakem dunia pecel pun sepertinya dibuat amburadul. 
Lihat saja isinya. Ada taoge, kangkung, sawi, timun, serundeng dan mi. Kemudian 
ditambah sejenis tumisan tahu dan empal yang disuwir halus mirip abon. Lalu 
diguyur saus pecel plus kuah rawon. Ya, kuah berwarna gelap ini disiramkan 
diatasnya. alhasil, piring pecel pun dipenuhi kuah rawon bercampur bumbu pecel. 
Setelah dicicipi, wah, ternyata rasanya sedap! Di santap dengan peyek atau 
kerupuk, makin nikmat.

Empal dagingnya hasil rebusan daging untuk kuah rawon. Dagingnya diambil, lalu 
dibuat empal. Ada sejumlah pegawai yang bertugas membuat suwiran empal 
tipis-tipis. Rasa empal cukup menonjol karena jumlahnya lumayan banyak. Seporsi 
pecel dijual dengan harga Rp 6.500. Namun hidangan ini hanya bisa Anda cicipi 
saat malam menjelang. Kedai buka sejak pukul 19.30-04.00 dini hari.S

Kunjungi juga:

* Kambing Oven Depot Yaman
Jl. KH M. Mansyur No. 92, Telp (031) 3521775

Menyajikan paha kambing presto,lalu dioven dan disajikan ala hotplate. Bumbunya 
meresap dan sangat empuk. Lebih nikmat disantap dengan nasi tomat.

* Rawon Dengkul Nguling
Jl. Kendangsari Industri 41B, Telp (031) 8490541
Menyajikan rawon berbahan dengkul (pinggul) sapi yang lezat. bentuknya mirip 
urat namuan lembut dan sangat empuk.

* Sate Lisidu
Jl. Bratajaya XIX No. 58, Telp. (031) 5022622

Sate ala Ponorogo berukuran besar dan bumbu kacang yang lembut. Sate ini 
mengisi acara 17 agustus di istana Presiden pada tahun 2005-2006.

* Kikil Kambing Abah Subehi
Jl. Simolawang (Belakang Pasar Kapasan), Telp. (031) 3762183

Kikil ini rasanya benar-benar mantap. Selain kaki kambingnya sangat empuk, 
aromanya juga wangi karena menggunakan daun salam koja.

* Rujak Cingur Ahmad Jais
Jl. Ahmad Jais No. 40, Telp. (031) 5328448

Ini Rujak Cingur terkondang. Isinya tahu goreng, tempe goreng renyah, timun, 
bengkoang, kedondong, mangga muda, bakmi, taoge, kangkung, dan cingur plus 
taburan bawang putih goreng yang cukup royal. Istimewanya, cingur beraroma asap 
(smoked).




Festival Jajanan Bango Surabaya 2008

16 05 2008

Aku dah 3 kali mengunjugi festival ini, tapi baru tahun ini aku merasakan kepuasan yang tak terhingga, bersama 7 orang Bala kurawa yang lapar akan makanan yang Super Ajib&Mbok Nyus, Kami berangkat menggunakan satu mobil yang cukup kecil ( Maaf kami Ya Mobil atas ke-tegaan kami ). Tak terbayangkan betapa sempit dan panas . Kami berangkat dari Base Camp di ITS temapat kami berkumpul, kami menempuh perjalanan selama kurang lebih 30 menit melewati jalanan Surabaya yang macet en cuaca yang sangat panas. Untuk sampai di lokasi yang tahun ini di pusatkan di lapangan Makodam V Brawijaya. Sampai di lokasi tubuh kami yang sudah bermandi peluh plus rasa perut yang sudah meronta2 karena memang kami sengaja dari pagi nggak makan ( Tirakat agar menjadi Buas ) . Stand yang kita serbu pertama adalah Nasi kebuli, sebenarnya kami ingin mengorder Kambing oven tapi ternyata stock sudah sold out, maka kami akhirnya membeli nasi kebuli, nggak taunya yang jualan adalah teman kami kuliah Amel namanya. Wah nasinya oke banget sayang agak basi acarnya mungkin karena sudah sore. Singkat cerita:

Ini adalah daftar makanan yang kami– Swallow– abis:

1. Nasi kebuli harga : 15.000

2. Nasi Udang Bu Rudy Harga : 12.000

3. Bebek Cak Yudi Harga : 10.000

4. Duren Ketan Harga : 7000

5. Coto Makasar Harga : 15000

6. Rujak Cingur Sedati Harga : 15000

7. Lontong kuah medan Harga : 10.000

8. Es teh Sariwangi Harga: 3.000

meminjam Prinsip Hidup  Firman : Life is for fun!

HIDUP MUSTI UNTUK MENIKMATI YANG AJIB-AJIB BOS…………………….

FOTONYA MENYUSUL LOM DI UPLOAD

YA TUHAN AMPUNI HAMBAMU INI YANG SERAKAH DAN TAMAK. SEMOGA MAKANAN INI MENJADI DAGING YANG BAIK BUKAN MALAH MENIMBULKAN PENYAKIT. AMIEN





My Favourite Song

16 05 2008

Ini adalah 3 lagu apling ak suka minggu ini :

1. Wali : DIK

2. D’massiv : Diantara kalian

3. Vagetoz : Kehadiranmu

Wali – Dik

dik aku minta
kau akan selalu setia
dik aku mohon
kau selalu menemani

* saat kau tengah terluka
kala kau tengah gundah

reff:
ku akan menjagamu
di bangun dan tidurmu
di semua mimpi dan nyatamu

ku akan menjagamu
tuk hidup dan matiku
tak ingin, tak ingin kau rapuh

dik jangan engkau
pergi tinggalkan aku
ooh, dik ingin aku
cinta dan cinta selalu

repeat *
repeat reff

kau akan menjagaku
di bangun dan tidurku
di semua mimpi dan nyataku

kau akan menjagaku
tuk hidup dan matiku
tak ingin, tak ingin kau rapuh

repeat reff





BAHTSUL MASA’IL

16 05 2008

BAHTSUL MASA’IL
Aneka Problem TKW di Malaysia, Arab Saudi, dan Hongkong
11/02/2008

Berikut adalah hasil bahtsul masa’il yang dilakukan di Pondok Pesantren Nurul Anwar, Padomasan, Jombang, Jember, Kamis 7 Februari 2008, oleh para kiai anggota Lembaga Bahtsul Masa’il (LBM) PCNU Kencong, Himpunan Santri dan Alumni Lirboyo (Himasal) Cabang Jember, Himpunan Alumni Pondok Pesantren Ploso Kediri di Jember, Rais Syuriyah PCNU Kencong KH Choir Zad Maddah, Wakil Katib Syuriyah PBNU KH Ach Sadid Djauhari dan Sejumlah ulama dari Kabupaten Jember.

Ada tiga persoalan penting yang di temukan di tiga negara yang menjadi tempat tujuan para tenaga kerja wanita (TKW) dari Indonesia. Di Malaysia ditemukan beberapa perempuan secara diam-diam menikah lagi di Malaysia padahal mereka masih berstatus sebagai istri dari suami yang ada di Indonesia. Di Arab Saudi, beberapa diantara warga asli memperlakukan TKW layaknya budak pada zaman dahulu, bisa dimiliki seutuhnya, bahkan untuk disetubuhi. Sementara di Hongkong para TKW yang direpotkan dengan persoalan daging bagi dan anjing, hubungannya dengan syariat islam, karena memasak binatang itu telah menjadi tugas mereka sehari-hari.

TKW di Malaysia

Ditemukan banyak TKW di Malaysia, diam-diam menikah lagi di negara tersebut. Padahal, mereka masih punya suami di kampung halaman. Alasan menikah, karena satu tahun lebih suami tidak memberi nafkah lahir batin. Namun pada saat pulang kampung, para TKW tersebut kembali pada suami masing-masing.

Pertanyaannya, sahkah pernikahan TKW tersebut, karena saat melaksanakan pernikahan statusnya masih punya suami di kampung halaman? Lalu jika itu sudah terjadi, bagaimana hukum para TKW itu kembali pada suaminya? Perlukah ada akad nikah baru untuk mereka?

Para kiai dan peserta bahtsul masail, berdasarkan referensi kitab-kitab Syafi’iyyah menegaskan bahwa Pernikahan di Malysia tidak syah karena status perempuan tersebut istri orang (di kampung halamannya masih punya suami). Ketika perempuan tersebut pulang ke kampung halamannya dan kembali pada suaminya, maka tidak diperlukan aqad nikah baru karena tidak pernah bercerai.

Penegasan ini ditemukan dalam kitab Mahalli Juz 4 Halaman 51 dan Hasyiah al-Bajuri Juz 2 Halaman 103-104. Dalam kitab tersebut ditegaskan mengenai syarat-syarat perempuan boleh menikah, diantaranya tidak sedang terikat pernikahan dan tidak sedang dalam masa iddah. Dalam kitab tersebut bahkan ditegaskan, perempuan yang suaminya pergi yang tidak diketahui alamatnya sekalipun, tidak bisa menikah lagi dengan laki-laki lain sehingga ada kepastian sang suami (yang pergi itu) telah mati atau menceraikannya.

TKW di Arab

Ditemukan TKW di sebagian Negara kawasan Timur Tengah dianggap sebagai budak oleh majikannya, sehingga sang majikan merasa bebas “mengumpuli” TKW tersebut. Padahal, secara hukum positif (berdasarkan Konvensi PBB) perbudakan telah dihapuskan, tetapi kenyataannya masih ditemukan di negara tertentu walau secara sembunyi-sembunyi.

Bolehkah para TKW tersebut melayani kebutuhan biologis sang majikan yang menganggap TKW adalah budak?

Para kiai dan peserta bahtsul masa’il menegaskan bahwa para TKW tidak akan pernah diperbolehkan melayani kebutuhan biologis majikan karena mereka merupakan orang merdeka, bukan budak.

Dijelaskan dalam kitab Mausu’atul Fiqhiyah Juz 23 hal 12-13, sebab-sebab orang menjadi budak, diantaranya adalah karena menjadi rampasan perang, anak budak perempuan dari laki-laki selain majikannya, dan karena jual beli, hibah, shodaqoh, waris, wasiat dan proses pengalihan hak yang lain.

Artinya kalau pun orang Arab tidak mengindahkan PBB, kitab-kitab fikih pun tidak akan pernah mendukung perlakuan itu.

TKW di Hongkong

Para TKW yang terkena najis mugholadzoh (najis berat) akibat menyentuh daging babi atau memandikan anjing, tidak bisa mensucikan diri dari Najis Mugholadzoh seperti dalam ketentuan Fiqih. Yakni, dibersihkan dengan air 7 (tujuh) kali, salah satunya dicampur dengan debu. Tegasnya, para TKW menjalankan sholat dalam keadaan tidak suci dari Najis Mugholadzoh (para TKW beragama Islam di Singapura dan Taiwan, nasibnya hampir sama).

Para TKW tidak bisa bersuci dari najis mugholadzoh karena 1)Para TKW tinggal di Apartemen (rumah) milik majikan, letaknya di lantai,10, 15, bahkan 25. 2) di sekitar apartemen (rumah), di lantai bawah sekalipun, debu sulit ditemukan karena pada umumnya halaman atau gang yang memisahkan apartemen satu dengan lainya ditutup lantai, paving, bahkan aspal.

3) debu yang disyaratkan hanya ada di tempat yang jauh dari kawasan apartemen, sehingga sulit didapat para TKW untuk kepentingan bersuci dari Najis Mugholadzoh.

Dalam situasi dan kondisi seperti itu, syah atau tidak sholat para TKW Hongkong? Lalu jika tidak syah, bagaimana solusinya? Adakah qoul yang memperbolehkan bersuci dari najis mugholadzoh tanpa debu?

Para kiai menyatakan bahwa sholat yang dilakukan dalam kondisi semacam itu tetap syah. Namun menurut qaul (pendapat) yang adzhar (lebih jelas dan banyak diikuti), solatnya tidak syah.

Namun, dalam keadaan terpaksa, bisa mengikuti muqobilul adzhar (kebalikan qaul adzhar) yang memperbolehkan bersuci dari najis mugholadzoh tanpa menggunakan debu atau tanah. Muqobilul adzhar berpendapat bahwa cara mensucikan najis mugholadzoh sama dengan cara mensucikan najis yang lain, asalkan sudah bersih, maka dianggap cukup, semisal menggunakan sabun.

Ada juga qaul yang menyatakan bahwa peranan debu atau tanah (dalam mensucikan najis mugholadzoh) bisa digantikan dengan sabun. Maka tata cara mensucikan barang atau badan yang terkena najis mugholadzoh, menurut qaul ini, cukup dibasuh dengan air tujuh kali, salah satunya menggunakan sabun.

Pendapat di atas termuat lengkap dalam kitab Mausu’ah al-Fiqhiyyah Juz 1 Halaman 44 dan Kifayatul Akhyar Juz 1 hal 71, juga Nihayatul Muhtaj Juz 1 hal 254.

Dalam kesempatan itu, Wakil Katib Syuriah PBNU, KH Ach. Sadid Djauhari memberikan warning bahwa qaul atau pendapat di atas tidak bisa dijadikan fatwa umum. Dalam arti, hanya bisa dipakai di daerah yang kondisinya sulit menemukan debu atau tanah seperti yang dialami para TKW Hongkong, Taiwan, Singapura dan semacamnya. Sehingga, pendapat ini tidak bisa dipakai di Indonesia.

Kiai Sadid menegaskan, Fiqih itu relatif dan dinamis, yang haram bisa jadi halal, begitu juga sebaliknya. “Namun kita tidak boleh main-main di wilayah ini karena bisa terbakar, dalam arti tersesat,” tandasnya. (nam)

di cuplik dari: http://www.nu.or.id