Tes Buta Warna ( The Colour Blindness )

25 02 2008

Menurut AL-Ghazali orang yang paling celaka adalah orang yang buta hati!Tp bagaimana jika anda buta warna!wah bisa celaka juga dong. Apalagi jika anda adalah seorang praktisi IT ( Webmaster misalnya ) yang setiap hari bermain dengan warna. Wah apa gara-gara banyak arsitek yang buta warna ya koq sekarang Rumah banyak yang desainnya Minimalis ( warna cuma abu2), wah tambah gak nyambung. Yo wis ini saya sertakan cara mengetes diri anda apakah seorang Buta Warna. Smoga bermanfaat

color45.jpgcolor56.jpgcolor29.jpg





Ayat Ayat Cinta The Movie

25 02 2008

AAC siapa sich yan ngak tahu, pas pertama denger ini kayaknya judulnya berat banget dech, tp koq sampek segitu hebohnya ya. Akhirnya diawal 2007, penulis coba baca novel ini sampai selesai!

Dan Oops! Hanya satu kata untuk novel ini: Luar Biasa that’s The Faboulus Non-fiction Book.  Buku ini benar-benar mampu membawa misi dakwah ( baca:Belajar Agama ) yang biasa kaku menjadi sebuah novel percintaan yang sangat  syahdu yang syarat nilai – nilai agama islam didalamnya. Didalamnya penulis juga berusaha  membawa misi kritik dan  pelurusan syariat islam yang telah terkontaminasi dengan budaya lokal dengan sangat santun sehingga tidak ada pihak yang merasa tersakiti. Salut dech buat Kang Abik sang pengarang buku yang sekarang banyak sekali menulis buku-buku best seller novel islam. Nach singkat cerita setelah lama menunggu para penggemar AAC kini sudah bisa menikmati versi Filmnya. Sayang jika anda pembaca AAC akan mengalami kekecewaan seperti yang pernah dialami para penggemar buku Harry Potter setelah dibuatkan versi filmnya. Ada beberapa cerita yang absurd di film ini yang tidak sesuai dengan versi novelnya, Anyway apapun yang terjadi tetep two thumps up! for this movie. Ini saya lampirkan beberapa perbeadaan antara AAC novel vs AAC Movie :

AAC Novel Version

< ada bapak dan adik laki2 maria (joseph)
< maria langsung sakit lagi setelah menjadi saksi
< paman nurul datang sebelum pernikahan
< aisha mau diperkosa
< maria sakit krn fahri
< alicia kembali sebagai seorang muslimah
< guru ngaji fahri tidak meninggal
< fahri sakit. dan bertemu sahabat rasul
— Movie Version
> bapak dan adik laki-laki maria tidak ditampilkan
> maria sempat sehat setelah menjadi saksi, bahwa ada konflik baru antara maria-fahri-aisha
> pamannya nurul datang setelah pernikahan
> tidak ada
> maria sakit karena kecelakaan
> alicia tidak kembali
> guru ngaji fahri meninggal
> tidak ada fahri sakit

Wrote by : Annastacya





Peringkat Universitas ( Harvard always just The top )

25 02 2008

Ini adalah peringkat Universitas tahun 2007 yang dikeluarkan oleh THES, yang banyak disebut oleh Pak Probo sebagai lembaga kredibel yang biasa melakukan pemeringkatan terhadap universitas. Hasil ini tidak selamanya mutlak benar, akan tetapi telah diakui tingkat akurasi dank ke-valid-tannya sehingga banyak digunakan sebagai rujukan oleh berbagai pihak. Setiap lembaga pemeringkat mempunyai metode tersendiri, akan tetapi jika metode yang digunakan tidak lazim maka akan menimbulkan bias di masyrakat, seperti yang terjadi dengan ASIA GLOBE yang tak lain adalah afiliasi dari LIPPO GROUP sehingga tingkat objektifitasnya sangat rendah. Semoga bermanfaat.

 

 

Wrote by : Annas

 For more information visit this : http://www.topuniversities.com

Rank

School Name

Country

1

HARVARD University

United States

2=

University of OXFORD

United Kingdom

2=

University of CAMBRIDGE

United Kingdom

2=

YALE University

United States

5

Imperial College LONDON

United Kingdom

6

PRINCETON University

United States

7=

University of CHICAGO

United States

7=

CALIFORNIA Institute of Technology (Calt…

United States

9

UCL (University College LONDON)

United Kingdom

10

MASSACHUSETTS Institute of Technology (M…

United States

11

COLUMBIA University

United States

12

MCGILL University

Canada

13

DUKE University

United States

14

University of PENNSYLVANIA

United States

15

JOHNS HOPKINS University

United States

16

AUSTRALIAN National University

Australia

17

University of TOKYO

Japan

18

University of HONG KONG

Hong Kong

19

STANFORD University

United States

20=

CORNELL University

United States

20=

CARNEGIE MELLON University

United States

22

University of California, BERKELEY

United States

23

University of EDINBURGH

United Kingdom

24

King’s College LONDON

United Kingdom

25

KYOTO University

Japan

26

Ecole Normale Supérieure, PARIS

France

27

University of MELBOURNE

Australia

28

ÉCOLE POLYTECHNIQUE

France

29

NORTHWESTERN University

United States

30

University of MANCHESTER

United Kingdom

31

The University of SYDNEY

Australia

32

BROWN University

United States

33=

University of BRITISH COLUMBIA

Canada

33=

University of QUEENSLAND

Australia

33=

National University of SINGAPORE

Singapore

36

PEKING University

China

37

University of BRISTOL

United Kingdom

38=

The CHINESE University of Hong Kong

Hong Kong

38=

University of MICHIGAN

United States

40

TSINGHUA University

China

41

University of CALIFORNIA, Los Angeles (U…

United States

42

ETH Zurich (Swiss Federal Institute of T…

Switzerland

43

MONASH University

Australia

44

University of NEW SOUTH WALES

Australia

45

University of TORONTO

Canada

46

OSAKA University

Japan

47

BOSTON University

United States

48

University of AMSTERDAM

Netherlands

49

NEW YORK University (NYU)

United States

50

The University of AUCKLAND

New Zealand

51=

SEOUL National University

Korea, South

51=

University of TEXAS at Austin

United States

53=

HONG KONG University of Science & Techno…

Hong Kong

53=

TRINITY College Dublin

Ireland

55=

University of WASHINGTON

United States

55=

University of WISCONSIN-Madison

United States

57

University of WARWICK

United Kingdom

58

University of CALIFORNIA, San Diego

United States

59

LONDON School of Economics and Political…

United Kingdom

60

HEIDELBERG University

Germany

61

Katholieke Universiteit LEUVEN

Belgium

62

University of ADELAIDE

Australia

63

DELFT University of Technology

Netherlands

64

University of WESTERN AUSTRALIA

Australia

65=

Ludwig-Maximilians-Universität München (…

Germany

65=

University of BIRMINGHAM

United Kingdom

67

Technische Universität MÜNCHEN

Germany

68

University of SHEFFIELD

United Kingdom

69

NANYANG Technological University

Singapore

70

University of NOTTINGHAM

United Kingdom

71=

UPPSALA University

Sweden

71=

DARTMOUTH College

United States

73

University of ILLINOIS

United States

74=

University of YORK

United Kingdom

74=

EMORY University

United States

76

University of ST ANDREWS

United Kingdom

77=

University of PITTSBURGH

United States

77=

PURDUE University

United States

79

University of MARYLAND

United States

80=

University of LEEDS

United Kingdom

80=

University of SOUTHAMPTON

United Kingdom

82

VANDERBILT University

United States

83

University of GLASGOW

United Kingdom

84

LEIDEN University

Netherlands

85=

CASE WESTERN RESERVE University

United States

85=

University of VIENNA

Austria

85=

FUDAN University

China

88

QUEEN’S University

Canada

89

UTRECHT University

Netherlands

90=

PENNSYLVANIA STATE University

United States

90=

TOKYO Institute of Technology

Japan

92

RICE University

United States

93=

University of MONTREAL

Canada

93=

University of COPENHAGEN

Denmark

95

University of ROCHESTER

United States

96

University of CALIFORNIA, Davis

United States

97=

GEORGIA Institute of Technology

United States

97=

University of ALBERTA

Canada

99

CARDIFF University

United Kingdom

100

University of HELSINKI

Finland

 





Buble Information Pemeringkatan Universitas ( Prof. Suprobo )

25 02 2008
Majalah Globe Asia, sebuah majalah baru dengan positioning untuk eksekutif bisnis yang diterbitkan oleh kelompok Lippo, pada edisi Pebruari 2008 membuat pemeringkatan PTN dan PTS. Hasilnya adalah cukup mengagetkan, dimana UPH (Universitas Pelita Harapan) , yang juga dimiliki oleh kelompok Lippo, mengalahkan ranking PTN – PTN terkemuka maupun PTS-PTS terkemuka di Indonesia.
Rektorat, ITS Online – Sebagai contoh, total score UPH (356) “diposisikan” mengalahkan 5 besar PTN seperti UGM (338), ITB (296), IPB (283), UNAIR (279), dan ITS (258). UPH juga “diposisikan” mengalahkan PTS terkemuka seperti TRISAKTI (263), ATMAJAYA (243), UNPAR (230), dan PETRA (151).Sebagai seorang akreditor Perguruan Tinggi yang telah bertahun-tahun mengakreditasi kebanyakan PTN maupun PTS, termasuk pernah mengakreditasi UPH dan Perguruan Tinggi lain sebagaimana yang disebutkan diatas, maka saya merasa aneh dengan “pemosisian” ranking oleh Globe Asia tersebut. Keanehan pertama, Globe Asia menggunakan kriteria-kriteria yang meskipun “mirip” dengan lembaga pemeringkat Internasional, tetapi memberi “bobot” yang berbeda. Sebagai contoh, fasilitas kampus diberi bobot 16%, sementara kualitas staff akademik (Dosen) hanya dibobot 9%. Lebih parah lagi, kualitas riset hanya dibobot 7%. Keanehan kedua adalah sub kriteria dari fasilitas kampus misalnya tidak memasukkan kapasitas bandwidth sebagaimana standar akreditasi yang ada. Keanehan ketiga adalah sistem membandingkan yang tidak berbasis kaidah logis dasar “apple to apple” (kesederajatan).Bila kita menilik standar akreditasi, maka ada akreditasi dalam negeri (DIKTI), regional asia (Asia University Network, AUN), maupun sistem akreditasi pemeringkatan dunia (THES, Jiao Tong, Webbo). Akreditasi dalam negeri, regional, maupun dunia menggunakan kriteria-kriteria dan KPI (Key Performance Indicator) yang “logis secara akademis”. Artinya adalah bahwa kriteria tersebut(meskipun bervariasi) adalah memang benar-benar akan menunjukkan “jaminan mutu” dari input, proses, sarana pendukung, hingga outcome produknya. Tidak ada dari kriteria dan sub kriteria yang hanya menunjukkan keunggulan “kemewahan lifestyle” sebagaimana yang ingin ditonjolkan dalam hasil Globe Asia Ranking. Demikian juga halnya dengan membandingkan antara Universitas dengan Institut yang nature kriterianya pasti berbeda, misalnya di Institut teknik manapun tidak ada yang mempunyai Fakultas Hukum dan Fakultas Kedokteran sebagaimana sub kriteria ranking yang dibuat Globe Asia.Dengan demikian, maka ranking yang dilakukan Globe Asia akan menjadi suatu bentuk “penipuan” informasi yang bersifat “buble” kepada publik, khususnya orang tua mahasiswa dari kalangan eksekutif sebagai target pasar majalah tersebut. Penipuan ini menjadi meluas ketika dirilis secara “tidak kritis” oleh koran Suara Pembaruan, 29 Januari 2008.Mungkin fenomena seperti ini adalah akibat dari komersialisasi pendidikan di Indonesia. Pendidikan, khususnya Pendidikan Tinggi, telah menjadi komoditas yang “empuk” untuk menaikkan status sosial pemilik hingga meraup keuntungan yang besar. Ditangan para pesulap bisnis, maka pendidikan juga dikelola dengan image “Lifestyle” (gaya hidup), bukan dengan image “Qualistyle” (gaya kualitas). Mereka menyusun ranking sesuai dengan “Strength” yang dimilikinya, sekaligus menyembunyikan “Weakness” yang seharusnya menjadi kriteria akreditasi. Akibatnya adalah bahwa segala cara akan dilakukan yang penting target meraih mahasiswa selama periode marketing setiap awal tahun (Pebruari sampai Juli) mampu dicapai dengan memuaskan.Buble informasi yang dilakukan Globe Asia untuk menaikkan citra UPH tersebut secara langsung akan mengganggu citra beberapa PTN maupun PTS yang dikelola dengan kaidah jaminan mutu yang baik. Sebagai gambaran, sistem Webbo Rank (Juli 2007) yang merupakan sistem akreditasi dunia pada penekanan kriteria kerapihan manajemen data menempatkan PTS terkenal di kawasan Timur, yaitu Universitas Petra dalam ranking ke 49 Se Asia Tenggara, UGM dan ITB adalah ranking ke-12 dan 13. Dalam Webbo rank Juli 2007 itu tidak ada kelas ranking UPH, padahal webbo rank adalah sistem dunia yang dianggap “paling sederhana”.Oleh karena itu, maka sudah saatnya pemerintah sebagai regulator bersama-sama dengan masyarakat untuk secara aktif mengawasi pola komersialisasi pendidikan yang dampaknya menggunakan cara – cara tidak “fair” dalam rangka merekrut mahasiswa. Hasil kerja dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) yang membuat 15 standar penilaian antara lain : tata kelola kepemimpinan, fasilitas lab, alumni, jumlah Guru Besar (tidak perlu harus expert asing), rasio Dosen dengan Mahasiswa, prestasi Mahasiswa, hingga rasio antara jumlah peminat dengan yang diterima adalah merupakan kriteria yang sangat lengkap untuk menunjukkan daya saing suatu Perguruan Tinggi.Daya saing pendidikan tinggi sebagaimana yang diamanatkan dalam konsep strategis HELTS DIKTI (Higher Education Long Term Strategy) haruslah dicapai dengan sistem penjaminan mutu yang benar, sehingga hasilnya bisa dilihat salah satunya dengan kriteria akreditasi yang logis secara akademis, bukan logis secara pendekatan bisnis.“BUBLE INFORMATION” MARKETING “PTS KONGLOMERAT”
SUATU BENTUK PENIPUAN BARU
Prof.Ir. Priyo Suprobo, MS., PhD
Rektor ITS dan Tim Akreditasi PT-DIKTI
e-mail : rektor@its.ac.id

,

Kompas, memuat sebuah artikel yang mengkritisi hasil rating dari Majalah Globe Asia yang menempatkan Universitas Pelita Harapan sebagai universitas swasta yang terbaik di Indonesia dan universitas kedua terbaik di Indonesia.. Hasil rating tersebut patut dicurigai karena  Globe Asia dan UPH merupakan saudara kandung dalam lingkup Bisnis Lippo Group. Jadi hasil, standar dari Globe Asia memiliki 2 kecacatan pertama cacat alat ukur dan cacat objektifitas..Globe Asia sebenarnya tidak hanya sekali ini saja melakukan rating yang menimbulkan  tanda tanya. Beberapa bulan yang lalu, sekitar Oktober Globe Asia mengeluarkan rating tokoh Filantropi 2007 di Indonesia yang menempatkan Mochtar Riady sebagai nomor 2 terbaik dalam filantropi dengan bukti2 berbagai pendidian institusi seperti Siloam dan UPH.. Mereka mungkin lupa Filantropi yang dilakukan saat ini apakah bisa menjangkau semua lapisan masyarakat… “Filantropi” yang dilakukan grup Lippo bukanlah Filantropi karena Siloam dan UPH saat ini menjadi entitas bisnis yang menghasilkan laba dan hanya bisa diakses oleh segelintir masyarakat semata. Yang kontroversial adalah menempatkan Abu Rizal Bakrie yang kotor dengan peristiwa Lapindo menjadi tokoh Filantropis Indonesia 2007. Kedua kejadian ini, menjadikan kita harus waspada dengan media massa yang menjadi bagian konglomerasi, Saat ini tidak hanya Lippo yang bergerak dalam bisnis media.. Pemberitaan peristiwa kematian Suharto juga menjadi sebuah tanda dari media televisi yang alpa terhadap masa lalu, dengan frame yang hampir serupa dengan menampilkan Suharto adalah tokoh yang layak untuk dimaafkan, dan Soeharto adalah Bapak Pembangunan. dengan menghilangkan peristiwa HAM, dan KKN yang menghancurkan Indonesia….





Orang-orang kaya Indonesia ( sayang prosentase pribumi masih minor )

25 02 2008

Wah semua orang pengen kaya, tak terkecuali saya. Di Negeri ini yang sedang dirundung banyak permasalahan terutama kemiskinan ternyata banyak juga orang kaya di Indonesia. Sayang jumlah mereka hanya segelintir dan mayoritas adalah warga keturunan. Kebanyakan dari mereka tinggal di luar negeri bahkan diantara meraka sudah tidak bisa berbahasa indonesia lagi seperti michael sampoerna putra mahkota sampoerna group yang lebih sering tinggal di singapura. Sungguh bangsa yang ironis. Mereka menghisap darah dan harta bangsa ini, sementara hasilnya mereka bawa keluar. Berkaca dari negri jiran kita malaysia bagaimana mereka sangat mem-protect kaum pribumi sehingga dominasi kaum peranakan tidak separah yang kita alami selama ini. Hasilnya nampak jelas, ketika krisis terjadi mereka membawa kabur Milyaran Dollar keluar negeri, seperti mereka meninggalkan utang ditanah air yang harus dibayar mahal oleh pemerintah melalui dana BLBI. Trilyunan uang rakyat yang harus dikorbankan untuk menanggung kebiadaban mereka. Sekarang ketika bangsa ini mulai bangkit dari keterpurukan, mereka mulai masuk kembali untuk menghisap darah bangsa ini. Sungguh kebiadaan yang mengerikan.Inikah yang di sebut Neo-kolonialisme yang sudah di prediksi oleh Presiden pertama kita soekarno 50 Tahun Lalu???Semoga hal itu tidak terjadi. Amien

Wrote by: Annas

Melihat besarnya volume kekayaan itu, jumlah warga pribumi tetap saja ‘minoritas’. Pengusaha pribumi yang ada di daftar itu tampaknya bisa masuk daftar karena tak lepas dari posisi mereka sebagai elite Pejabat Negara di negeri ini shg mudahlah bisnisnya ‘memetik’ keunggulan’ dari pengusaha lainnya

Sri Sultan Lampaui Jusuf Kalla

Sejumlah pendatang baru masuk jajaran orang terkaya. Mereka di antaranya, Hasjim Djojohadikusumo, Chairul Tanjung, George dan Sjakon Tahija, Bachtiar Karim, Dahlan Iskan. Kemudian Aksa Mahmud, Sri Sultan Hamengkubuwono X, Jusuf Kalla, dan Pontjo Sutowo.

Hashim Djojohadikusumo (Nations Energy) kini mempunyai kekayaan US$ 595 juta. Manuver bisnis Hashim Djojohadikusumo baru pulih tahun ini sekembalinya bekerja di luar negeri pascakrisis. Ia langsung membayar utang PT Kiani Kertas yang dikelola oleh kakaknya Prabowo Subianto senilai US$ 37 juta. Selain itu, dia berkomitmen membeli kembali sekitar US$ 180 juta. Pemilik kelompok usaha Tirtamas ini juga telah menawar 45 persen kepemilikan saham PT Tuban Petrochemical Industries senilai Rp 3,2 triliun yang sebelumnya dimiliki pemerintah.

Kekayaan Hashim diperoleh dari hasil penjualan perusahaan minyak dan energi di Kazakhstan US$ 1,9 miliar dan penjualan di sebuah perusahaan Tiongkok yakni Citic Group senilai Rp 17 triliun pada Desember 2006.

Chairul Tanjung, (Para Group) dengan kekayaan US$ 565 Juta, memiliki cerita panjang dalam mengelola bisnisnya. Mengawali bisnis sejak 25 tahun lalu, tepatnya ketika masuk kuliah, karena ketidakmampuan orangtuanya membiayai kuliah.

Di bawah bendera Para Group, Chairul kini terjun di sejumlah bisnis seperti jasa keuangan, media, properti, energi, dan sektor infrastruktur. Selain itu, dia juga bekerja sama dengan sejumlah kelompok bisnis lainnya seperti Sinar Mas Group, Kompas Gramedia Group, dan Salim Group.

Pebisnis berusia 45 tahun ini diperkirakan akan menjadi pebisnis di level global dalam tiga hingga lima tahun mendatang.

Bachtiar Karim (Musim Mas) yang mempunyai kekayaan US$ 230 Juta, merupakan putra tertua dari Anwar Karim ini bersama dengan saudaranya, Burhan dan Bahar Karim mendirikan perusahaan Musim Mas yang bergerak sepenuhnya di bidang pengolahan minyak kelapa sawit. Perusahaannya tahun lalu mendapat penghargaan Primaniyarta atas keberhasilannya menjadi eksportir terbesar.

Perusahaan ini menjadi pemimpin pasar dalam industri pengolahan minyak sawit, sabun dan mentega. Mereka juga memiliki armada pengangkut sendiri berupa kapal, tanker dan terminal untuk pengisian minyak sawit.

Dahlan Iskan (Jawa Pos Group) dengan kekayaan US$ 172 Juta, mendapat julukan Raja Media dari Surabaya. Ia berhasil mengangkat Jawa Pos dari surat kabar yang semula hanya berbasis di Jawa Timur menjadi media yang memiliki jaringan di pelosok Nusantara. Mengawali tugas selama setahun di sebuah surat kabar kecil di Kalimantan Timur, Dahlan kemudian bergabung dengan mingguan Tempo pada tahun 1976.

Kini, Jawa Pos memiliki perusahaan yang memproduksi kertas yakni Adiprima Supraprinta dengan produksi sekitar 400 ton per hari. Dalam beberapa tahun terakhir, si raja media ini aktif mendirikan stasiun televisi lokal.

Aksa Mahmud (62) pengusaha yang menggeluti bidang manufaktur, kakao di Bosowa Group, berada di peringkat ke-75 dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Jumlah kekayaannya sebesar $145 juta. Pertama kali Aksa membuka usaha di tanah kelahirannya, di Makasar, Sulawesi Selatan. Namun, saat ini Bosowa memiliki 30 per- usahaan dengan total pendapatan Rp 3 triliun per tahun.

Sepak terjang Aksa dalam dunia bisnis mulai terlihat saat terjun ke dunia politik, tepatnya beberapa tahun terakhir setelah kejatuhan pimpinan Presiden Soeharto. Pada tahun 1999, Aksa terpilih menjadi anggota MPR, dan di tahun 2004 menjadi wakil juru bicara MPR DPR untuk golongan pemerintahan daerah.

Sri Sultan Hamengkubuwono X (61) menduduki peringkat ke-77 dengan jumlah kekayaan sebesar $140 juta. Ia merupakan Gubernur Yogyakarta terakhir yang sangat terbuka dengan dunia politik. Namun tetap, ia tidak melupakan norma dan aturan yang ada di daerah istimewa tersebut.

Jusuf Kalla (65) berada diperingkat ke-83, dengan total kekayaan $125 juta. Orang kedua dalam jajaran pimpinan RI ini berhasil menggeluti dunia poitik sekaligus dunia usaha.

Jusuf Kalla mewarisi perusahaan ayahnya di Makassar, yakni Kalla Group, yang kemudian diperluas jaringan bisnisnya mulai dari transportasi, infrastruktur, budaya, dan perdagangan otomotif. Satu di antara perusahaan Kalla, yaitu PT Bukaka Teknik Utama Tbk, masih tetap memimpin dalam industri berat dan manufaktur.
Suara Pembaruan

Kekayaan 3 Raja Rokok Rp 90 Triliun

[JAKARTA] Pertumbuhan pesat industri rokok Tanah Air telah membuat kantong para pengusahanya semakin tebal. Tren ini akan terus menguat di masa mendatang. Fakta ini terlihat jelas pada jumlah kekayaan para pengusaha rokok yang mendominasi daftar 150 Orang Terkaya Indonesia, yang dikeluarkan majalah Globe Asia edisi Agustus 2007.

Pemeringkatan yang dilakukan Globe Asia, didasarkan pada kepemilikan saham oleh masing-masing individu, baik di perusahaan publik (yang tercatat di bursa saham) maupun yang tidak (nonpublik).

Dari daftar tersebut, kekayaan tiga orang dari industri rokok mencapai US$ 9,9 miliar (Rp 90,09 triliun) atau sekitar 21,24 persen dari total kekayaan 150 pengusaha yang masuk daftar tersebut mencapai US$ 46,6 miliar.

Sementara itu, total kekayaan 147 orang terkaya lainnya yang bergerak dalam bisnis manufaktur, infrastruktur, agroindustri, dan jasa, sebesar US$ 36,7 miliar (Rp 333,9 triliun) atau 78,76 persen.

Selain rokok, industri yang mengandalkan sumber alam seperti energi dan minyak sawit juga menghasilkan pengusaha-pengusaha yang masuk dalam 150 Orang Terkaya Indonesia versi Globe Asia.

Bos Djarum Kudus, Budi Hartono (66) berada di urutan pertama. Kekaya- an Budi dan perusahaan- perusahaan yang ada dalam kekuasaannya sebesar US$ 4,2 miliar atau sekitar Rp 38 triliun.

Di urutan kedua Rachman Halim dari Gudang Garam. Kekayaan Rachman Halim dan perusahaan-perusahaannya diperkirakan sebesar US$ 3,5 miliar atau sekitar Rp 31,85 triliun.

Mantan pemilik HM Sampoerna, Putera Sampoerna berada di urutan kelima. Kekayaan Putera Sampoerna dan perusahaan-perusahaan yang dimilikinya sebesar US$ 2,2 miliar atau sekitar Rp 20,02 triliun. Meski kini tidak memiliki saham di HM Sampoerna, kekayaan Putera Sampoerna diyakini berasal dari penjualan sahamnya di HM Sampoerna kepada PT Phillip Morris Indonesia, Maret 2005 lalu.

Perusahaan barunya saat ini, Sampoerna Strategic bisa berkembang tak lain karena uang hasil penjualan saham keluarganya di HM Sampoerna kepada Philip Morris senilai Rp 18,5 triliun.

Lewat bendera barunya tersebut, Putera kini merambah bisnis properti di Rusia. Ia juga membeli dua rumah kasino di London, Ambassadors Casino dan Tha Mansion Casino. The Mansion Casino merupakan sponsor resmi klub sepakbola Divisi Utama Inggris, Tottenham Hotspurs.

Berkat bisnis rokoknya saat itu, kini Putera memiliki jet pribadi yang terdaftar di Bermuda senilai US$ 50 juta (Rp 455 miliar). Ia juga memiliki Cessna XLS dan helikopter Bell 427 yang diparkir di Halim Perdanakusuma.

Putera kini bermukim di Singapura. Setiap ke Jakarta, ia tinggal di Penthouse Hotel Grand Hyatt, yang bertarif minimal US$ 3.300 (Rp 30 juta) per malam. Ke mana-mana ia naik Rolls Royce Phantom yang sehari-hari diparkir di lobi hotel tersebut.
Suara Pembaruan, 31 Juli 2007





All about Women ( Just in joke )

25 02 2008

Setiap manusia pasti dilahirkan dari rahim seorang wanita ( kecuali adam ), betapa besar jasa seorang wanita, olah karena itu sudah menjadi mafhum jika wanita adalah makhluk Tuhan yang paling mulia. Tetapi tidak semua kebaikan ada didalamnya. Kadang kita menyanjungnya, kadang pula kita menyakiti hatinya. Wanita benar – benar makhluk Tuhan yang menyimpan ribuan rahasia. Bagaimanakah cara kita untuk mengetahui sifat dan keribadiannya?Bagaimana pula esensi dan fungsi wanita bagi kita kaum Adam, berikut ini adalah formula yang dibuat oleh seorang matematikawan asal UC ( Universitas Calikepiting ) Brekeley khusus menyingkap rahasia wanita :

Mau lihat detailnya, klik foto ini :

women.gif






Foto-foto Koleksi

24 02 2008