Bagaimana Seorang Ibu mengahadapi Krisis Finansial Global

3 04 2009

Saya adalah pengagum tulisan tulisan Bapak Hadi Kunturo, tulisan tulisan Beliau sungguh inspriratif dan dapat memotivasi kita semua untuk selalu istiqomah melakukan perubahan dalam hidup menuju ke arah yang lebih baik. Berikut ini saya kutip salah satu tulisan beliau :
“Pak Hadi strategi bisnis bapak untuk menghadapi krisis global sekarang ini bagaimana..?”
“Pak saya bergerak di bisnis IT dan saat ini bisnis saya bener-bener lesu akibat dollar naik dan permintaan turun, apa yang harus saya lakukan pak..?”
“Pak kira-kira tahun depan negeri kita masih hidup enggak ya..?”
“Punya strategy jitu untuk melewati tsunami ekonomi sekarang enggak pak”

Hehehe..menarik ya, banyak orang yang begitu ketakutan, dan besarnya ketakutan dan kecemasan itu melebihi krisis itu sendiri kali ya, padahal semua orang tahu, apapun bentuknya entah krisis, badai, tsunami bahkan kiamat kubro pun pasti ada masa-masa usainya…iya enggak
Banyak pertanyaan yang senada dengan tulisan diatas datang dari segala penjuru, dan saya sendiri keki menjawabnya karena pengalaman saya menghadapai krisis pada posisi saya sebagai pebisnis jua masih bener-bener masih hijau.

Lha Saya baru resign dari kantor kan Maret 2008 kemarin, so bisa dibilang masih sangat hijau kan di dunia bisnis.?

Kalau saya jawab pertanyaan itu dengan mengacu pada buku-buku maupun dari sumber-sumber di Internet barangkali mereka malah jauh lebih jago …maka saya sengaja mencari jawaban ke narasumber yang bener-bener alamiah, yang kesahihan kata-kata dan sumber-sumber informasinya bener-bener tidak saya ragukan. Siapa narasumber saya..?
Hehehe….tidak jauh-jauh beliau adalah Ibuku..motivator utama saya..

Sudah menjadi rutinitas, setiap jam 5 pagi saya telpon Ibu, itu adalah jam-jam Ibu mau berangkat ke pasar.
“Ibu sehat..? hari ini ke pasar mana..ini pasaran apa disitu, wage apa kliwon sih? Kemarin bagaimana laris..?” kalimat pembuka itu sudah kayak password kalau saya telpon. Ibu setiap hari ke pasar jualan baju dipasar, dan pasarnya setiap hari pindah-pindah mengikuti hari pasaran jawa, kliwon kemana, legi kemana, pahing kemana…dst..muter-muter.

“Mak, wonten mriku krisis global kraos boten (Bu di situ krisis global terasa enggak)” hehehe…pertanyaan ini pasti membingungkan beliau

“Nha..kowe takon kaya ngono nyong dadi kepengin ngerti, neng tivi ana krisis global krisis global…kuwe apa sih..terus beritane arep ana PHK masal barang anu ngapa sih (nha kamu nanya gitu saya jadi pengin tahu, di televisi ada krisis global-krisis global..itu apa sih…terus beritanya mau ada PHK massal segala, itu kenapa sih)” nah loh…malah kebalik ibu yang nanya, saya jadi terkekeh…karena saya yang nanya jadi saya yang menerangkan..

Menerangkan sejarah krisis di mulai di Amerika, dari soal Lehman Brothers, sampai imbas-imbasnya ke Indonesia dan segala macam sungguh mengasyikkan…ibuku jadi ngerti banyak hal, bisa cerita ke temen-temennya di pasar, dan beliau pasti akan menjadi pedagang tradisional yang paling pinter dan modern…hehehe…karena saya tahu persis krisis seperti ini tidak akan ada pengaruhnya di kampung ibuku yang di pelosok pegunungan.

“Terus krisis yang seperti ini baru kali ini apa sudah pernah terjadi..?” tanya beliau, saya jadi garuk-garuk kepala, karena beliau kan lebih tua seharusnya lebih tahu kan..?

“Untuk Indonesia yang sudah sering dong Bu, Jamannya pak Sukarno pernah sampai motong duit katanya, terus tahun 83, tahun 1998, terus sekarang tahun 2008, itu yang gede-gede bu, yang kecil-kecil mah banyak dan sering terjadi di Indonesia” kata saya..

“Kalau sudah sering lalu kenapa pada khawatir dan diributin ya, Ibu yang enggak lulus SD saja, kerja sendirian tiap hari ke pasar, tidak ada liburan sepanjang tahun menghidupi kalian 4 anak ditambah kakek, nenek dan adik-adik ibu alhamduillah masih hidup sampai sekarang, padahal krisisnya sudah berkali-kali ya”

Dan Ibu menambahkan lagi “Jadi bagi orang yang cemas dan khawatir karena tiap hari nonton berita krisis global di TV atau baca koran, barangkali ada efeknya meski di kampung, tapi bagi Ibu ya enggak ada apa-apanya..” oho..ibuku sudah mulai menjawab pertanyaan saya apa ada efeknya krisis global ini di kampung

“Pokoknya jalani saja seperti hari-hari biasa, pergi ke pasar dagangan laku dan dapat untung syukur alhamdulillah, kadang rugi, dapat untung 20ribu buat makan, transport, karyawan ternyata totalnya lebih dari 50ribu ya di syukuri saja, secara angka bagi kita rugi tapi lihatlah..ibu sudah jadi saluran rejeki si sopir, saluran rejekinya si Suryanti karyawan kita yang setiap hari ibu kasih 20ribu, yang punya warung nasi, pengemis, kuli panggul…itu kan kebahagiaan juga..”

“Kalau kamu sakit dan pergi berobatnya ke dukun ya diagnosanya kamu kesambet setan, atau di guna-guna orang, lain lagi kalau ke dokter, demikian juga soal masa depan, jika kamu tanyanya ke ahli ekonomi kelas dunia ya masa depan barangkali akan sangat suram dan dunia akan terasa sempit sekali…pandai-pandailah cari tempat bertanya, kalau jawaban mereka membuat kamu makin cemas berarti kamu bertanya pada orang yang salah…hehe”

“Tidak usah takut,cemas dan khawatir dengan berita, ramalan dan sejenisnya, apapun kendala yang menghadang seorang pebisnis itu adalah test layaknya kamu mau naik kelas saja, enggak cuma di bisnis, di masalah yang lain seperti keimanan, hati, perasaan semuanya sama..ujian sing arep ndadekna kowe tambah pinter lan dewasa (ujian yang akan menjadikan kamu makin pinter dan dewasa)”

“Ibu selalu ingat kata-kata guru ngaji Ibu, orang Wanayasa (Ustadz dari tetangga kecamatan) bahwa untuk berbisnis itu modal utamanya adalah DUIT, De-nya Doa, U-nya Usaha, I-nya Istiqomah dan Te-nya Taqwa…” kata beliau, dan kata-kata yang terakir ini bener-bener membuat saya terperangah…hebat nian nih Ibu dapat ilmu yang uptodate seperti yang saya dapat di seminar-seminar komunitas TDA.

Kalau di TDA, step-step bisnis ada RBDSAPP (Reason-Believe-Dream-Strategy-Action-Persistence-Pray)

Ternyata meski di pelosok Ibu sudah terlebih dulu memiliki jurus Pray (Doa)-Action (Usaha)-Persistence (Istiqomah) dan Taqwa (ini masuk mana ya..mungkin masuk Believe kali ya…percaya bahwa Allah pasti membimbing kita)

“Yang penting rajin sholat dan ibu percaya kamu orang pinter, Ibu hanya tahu pasar Pejawaran, Kalibening, Sibebek,Batur, Karangkobar (ini nama-nama pasar di kampung Ibu yang setiap hari bergantian beliau kunjungi ) sampai hari ini masih hidup…malah makin seneng, lah kamu pasarnya seluruh penjuru pulau, bahkan mulai punya pasar di luar negeri…itu bener-bener diluar jangkauan Ibu…dan bersyukur…mungkin pendapatan kamu tidak seberapa, tapi sekarang kamu sudah menghidupi banyak karyawan…itu adalah kebahagiaan yang tidak ternilai…

Satu lagi nasehat penting banget dari ibu sebelum telepon ditutup :

“Sing udan barat tetep gelem dodolan biasane lewih sukses tinimbang wong sing dodolane nunggu nek terang (Yang hujan angin/badai tetap mau berangkat berjualan biasannya akan lebih sukses dibandingkan yang berangkat berjualan menunggu ketika badai reda)”

Saya jadi teringat kata-kata kata kata mutiara “Succesfull life is art of dancing in the storm, not waiting to passed on” ( maksud saya adalah menuliskan bahwa yang Sukses dalam kehidupan adalah seni menari di tengah badai, dan bukan menunggu sampai badai reda…bahasa inggrisnya bener enggak ya..? sory kalau salah dan gak nyambung..hehehe tapi )

Semoga ada manfaatnya bagi anda..

Salam Hangat
Hadi Kuntoro
http://www.rajaselimut.com/
http://www.hadikuntoro.blogspot.com/


Aksi

Information

2 responses

10 10 2009
silakhudin

hidup adalah ujian,ujian membuat kita lebih dewasa,bijaksana dan tahan banting,serahkanlah segala sesuatunya hanya kepada sang Maha segala-galanya yang tak pernah capai,lelah,” ngresula”ngurusi mahluk sedunia.yang penting tunjukanlah sebagai abdi yang terbaiak

14 03 2013
dube de transport marfa

I really love your site.. Pleasant colors & theme.
Did you create this site yourself? Please reply back as I’m trying to create my very own blog and want
to learn where you got this from or what the theme is called.
Many thanks!|
Howdy! This post could not be written any better! Looking at
this article reminds me of my previous roommate!
He constantly kept preaching about this. I’ll forward this post to him.
Pretty sure he will have a good read. Thank you for sharing!

|
Wow! This blog looks exactly like my old one! It’s on a entirely different subject but
it has pretty much the same layout and design. Wonderful choice of colors!

|
There is certainly a great deal to find out about this issue.
I really like all of the points you made.|
You have made some decent points there. I looked on the net for
more info about the issue and found most people
will go along with your views on this web site.
|
Hi there, I read your blogs on a regular basis. Your humoristic style is awesome, keep
it up!|
I simply couldn’t go away your website before suggesting that I extremely loved
the standard info a person provide on your visitors?
Is gonna be again frequently to check up on new posts|
I want to to thank you for this very good read!
! I absolutely enjoyed every little bit of it. I have
you bookmarked to check out new stuff you post…|
Hi, just wanted to mention, I loved this
post. It was practical. Keep on posting!|
I drop a leave a response whenever I like a post on a site or I have something to valuable
to contribute to the discussion. It’s a result of the passion displayed in the post I looked at.

And after this article Queen Of Charms |. I was actually moved enough
to leave a comment😛 I actually do have a few questions for you if you tend not to mind.
Could it be just me or do some of these responses appear as if they are coming from
brain dead individuals? And, if you are writing
at additional social sites, I would like to keep up with anything fresh you have
to post. Could you list all of all your shared pages like your
linkedin profile, Facebook page or twitter feed?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: