Doa Minta Jodoh

20 07 2008

Jodoh ditangan Tuhan, tapi bagaimana Allah mau ngasih kalau kita tidak berusaha. Nah selain usaha yang bertubi-tubi ( baca : tukul trademark ) ada baiknya kita mengusahakannya lewat doa. Semoga dengan doa yang kita panjatkan Allah memberi kita jodoh yang terbaik bagi kita fiddini ‘indal akhirot. Amien

Nb: Mama Nita jgn kasih komen, japri aja

Part 1:

Usia sudah melewati tiga puluh, tetapi belum juga ada tempat untuk menambatkan rindu. Seorang pria usia
sekitar 40 tahun, memiliki karier yang cukup sukses, merasakan betapa sepinya hidup tanpa istri. Ingin menikah, tapi takut ! tak bisa mempergauli istrinya dengan baik. Sementara terus melajang merupakan siksaan yang nyaris tak dapat ditahan. Dulu ia ingin menikah, ketika keriernya belum seberapa. Tetapi niatitu dipendam dalam-dalam karena merasa belum mapan. Ia harus mengumpulkan dulu uang yang cukup banyak agar bisa menyenangkan istri. Ia lupa bahwa kebahagiaan itu letaknya pada jiwa yang lapang, hati yang tulus, niat yang bersih dan penerimaan yang hangat. Ia juga lupa bahwa jika ingin mendapatkan istri yang bersahaja dan menerima apa adanya, jalannya adalah dengan menata hati, memantapkan tujuan dan meluruskan niat. Bila engkau ingin mendapatkan suami yang bisa menjaga pandangan, tak bisa engkau meraihnya dengan, ‘Hai, cowok… Godain kita, dong.’Saya teringat dengan sabda Nabi Saw. (tapi ini bukan tentang nikah). Beliau berkata, ‘Ruh itu seperti pasukan tentara yang berbaris.’ Bila bertemu dengan yang serupa dengannya, ia akan mudah mengenali, mudah juga bergabung dan bersatu. Ia tak bisa mendapatkan pendamping yang mencintaimu dengan sederhana, sementara engkau jadikan gemerlap kemapananmu sebagai pemikatnya? Bagaimana mungkin engkau jadikan gemerlap kemapananmu sebagai pemikatnya? Bagaimana mungkin engkau mendapatkan suami yang menerimamu sepenuh hati dan tidak ada cinta di hatinya kecuali kepadamu; sementara engkau berusaha meraihnya dengan menawarkan kencan sebelum terikat oleh pernikahan? Bagaimana mungkin engkau mendapatkan lelaki yang terjaga bila engkau mendekatinya dengan menggoda?

Di luar soal cara, kesulitan yang kita hadapi saat ingin meraih pernikahan yang diridhai tak jarang kerana kita sendiri mempersulitnya. Suatu saat seorang perempuan memerlukan perhatian dan kasih-sayang seorang suami, ia tidak mendapatkannya. Di saat ia merindukan hadirnya seorang anak yang ia kandung sendiri dengan rahimnya, tak ada suami yang menghampirinya. Padahal kecantikan telah ia miliki. Apalagi dengan penampilannya yang enak dipandang. Begitupun uang, tak ada lagi kekhawatiran pada
dirinya. Jabatannya yang cukup mapan di perusahaan memungkinkan ia untuk membeli apa saja, kecuali kasih-sayang suami.

Kesempatan bukan tak pernah datang. Dulu, sudah beberapa kali ada yang mau serius dengannya, tetapi demi karir yang diimpikan, ia menolak semua ajakan serius. Kalau kemudian ada hubungan perasaan dengan seseorang, itu sebatas pacaran. Tak lebih. Sampai karier yang diimpikan tercapai; sampai ia tiba-tiba tersadar bahwa usianya sudah tidak terlalu muda lagi; sampai ia merasakan sepinya hidup tanpa suami,
sementara orang-orang yang dulu bermaksud serius dengannya, sudah sibuk mengurusi anak-anak mereka. Sekarang, ketika kesadaran itu ada, mencari orang yang mau serius dengannya sangat sulit. Sama sulitnya menaklukkan hatinya ketika ia muda dulu.

Masih banyak cerita-cerita sedih semacam itu. Mereka menunda pernikahan di saat Allah memberi kemudahan. Mereka enggan melaksanakannya ketika Allah masih memberinya kesempatan karena alasan belum bisa menyelenggarakan walimah yang ‘wah’. Mereka tetap mengelak, meski terus ada yang mendesak; baik lewat sindiran maupun dorongan yang terang-terangan. Meski ada kerinduan yang tak dapat diingkari, tetapi mereka
menundanya karena masih ingin mengumpulkan biaya atau mengejar karier. Ada yang menampik ‘alasan karier’ walau sebenarnya tak jauh berbeda. Seorang akhwat menunda nikah mesti ada yang mengkhitbah karena ingin meraih kesempatan kuliah S-2 (’Tahun depan kan belum tentu ada beasiswa’). Ia mendahulukan pra-sangka bahwa kesempatan kuliah S-2 tak akan datang dua kali, lalu mengorbankan pernikahan yang Rasullah Saw. Telah memperingatkan:

“Apabila datang kepadamu seorang laki-laki (untuk meminang) yang engkau ridha terhadap agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia. Bila tidak engkau lakukan, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan akan timbul kerusakan yang merata di muka bumi.”
(HR. At-Tirmidzi dan Ahmad).

Saya tidak tahu apakah ini merupakan hukum sejarah yang digariskan oleh Allah. Ketika orang mempersulit apa yang dimudahkan oleh Allah, mereka akhirnya benar-benar mendapati keadaan yang sulit dan nyaris tak menemukan jalan keluarnya. Mereka menunda-nunda pernikahan tanpa ada alasan syar’i, dan akhirnya mereka benar-benar takut melangkah di saat hati sudah sangat menginginkannya. Atau ada yang sudah
benar-benar gelisah, tetapi tak kunjung ada yang mau serius dengannya.

Kadangkala, lingkaran ketakutan itu terus belanjut. Bila di usia-usia dua puluh tahunan mereka menunda nikah karena takut dengan ekonominya yang belum mapan,
di usia menjelang tiga puluh hingga sekitar tiga puluh lima berubah lagi masalahnya. Laki-laki sering mengalami sindrom kemapanan (meski wanita juga banyak yang demikian, terutama mendekati usia 30 tahun). Mereka menginginkan pendamping dengan kriteria yang sulit dipenuhi. Seperti hukum kategori, semakin banyak kriteria semakin sedikit yang masuk kategori. Begitu pula dengan kriteria tentang jodoh, ketika kita menetapkan kriteria yang terlalu banyak, akhirnya bahkan tidak ada yang sesuai dengan keinginan kita. Sementara wanita yang sudah berusia sekitar 35 tahun, masalah mereka bukan soal kriteria, tetapi soal apakah ada orang yang mau menikah dengannya. Ketika usia 40-an, ketakutan yang dialami oleh laki-laki sudah berbeda lagi, kecuali bagi mereka yang tetap terjaga hatinya. Jika sebelumnya, banyak kriteria yang dipasang, pada usia 40-an muncul ketakutan apakah dapat mendampingi istri dengan baik. Lebih lebih ketika usia sudah beranjak mendekati 50 tahun, ada ketakutan lain yang mencekam. Ada kekhawatiran jangan-jangan di saat anak masih kecil, ia sudah tak
sanggup lagi mencari nafkah. Atau ketika masalah nafkah tak merisaukan (karena tabungan yang melimpah), jangan-jangan ia sudah mati ketika anak-anak masih perlu banyak dinasehati. Bila tak ada iman di hati, ketakutan ini akhirnya melahirkan keputus-asaan. Wallahu A’lam bishawab.

Ya… ya… ya…, kadang kita sendirilah penyebabnya, kita mempersulit apa yang telah Allah mudahkan, sehingga kita menghadapi kesulitan yang tak terbayangkan. Kita memperumit yang Ia sederhanakan, sehingga kita terbelit oleh kerumitan yang tak
berujung. Kita menyombongkan atas apa yang tidak ada dalam kekuasaan kita, sehingga kita terpuruk dalam keluh-kesah yang berkepanjangan.

Maka, kalau kesulitan itu kita sendiri penyebabnya, beristighfarlah. Semoga Allah berkenan melapangkan jalan kita dan memudahkan urusan kita.
Laa ilaaha illa Anta, subhanaka inni kuntu
minazh-zhalimin.

Berkenaan dengan sikap mempersulit, ada tingkat-tingkatannya. Seorang menolak untuk menikah boleh jadi karena matanya disilaukan oleh dunia, sementara agama ia tak mengerti. Belum sampai kepadanya pemahaman agama. Boleh jadi seorang menunda-nunda nikah karena yang datang kepadanya beda harakah, meskipun tak ada yang patut dicela dari agama dan akhlaknya. Boleh jadi ada di antara kita yang belum bisa meresapi keutamaan menyegerakan nikah, sehingga ia tak kunjung melakukannya. Boleh jadi pula
ia sangat memahami benar pentingnya bersegera menikah, sudah ada kesiapan psikis maupun ilmu, telah datang kesempatan dari Allah, tetapi… sukunya berbeda, atau
sebab-sebab lain yang sama sepelenya.

Ada Yang Tak Bisa Kita Ingkari

Kadang ada perasaan kepada seseorang. Seperti Mughits –seorang sahabat Nabi Saw– kita selalu menguntit kemana pun Barirah melangkah. Mata kita mengawasi,hati kita mencari-cari dan telinga kita merasa indah setiap kali mendengar namanya. Perasaan itu begitu kuat bersemayan di dada. Bukan karena kita menenggelamkan diri dalam lautan perasaan, tetapi seperti kata Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengutip dari Al-Madaa’iny, “Andaikan orang yang jatuh cinta boleh memilih, tentu aku tidak akan memilih jatuh cinta.”

Perasaan ini kadang mengganggu kita, sehingga tak sanggup berpikir jernih lagi. Kadang membuat kita banyak berharap, sehingga mengabaikan setiap kali ada yang mau serius. Kita sibuk menanti –kadang sampai membuat badan kita kurus kering– sampai batas waktu yang kita sendiri tak berani menentukan. Kita merasa yakin bahwa dia jodoh kita, atau merasa bahwa jodoh kita harus dia, tetapi tak ada langkah-langkah pasti yang kita lakukan. Akibatnya, diri kita tersiksa oleh angan-angan.

Persoalannya, apakah yang mesti kita perbuat ketika rasa sayang itu ada? Inilah yang insya-Allah kita perbincangkan lebih mendalam pada makalah Masih Ada Tempat untuk Cinta. Selebihnya, kita cukupkan dulu pembicaraan itu sampai di sini.

Tuhan, Jangan Biarkan Aku Sendiri

Di atas semua itu, Allah bukakan pintu-pintu-Nya untuk kita. Ketuklah pertolongan-Nya dengan do’a. Di saat engkau merasa tak sanggup menanggung kesendirian, serulah Tuhanmu dengan penuh kesungguhan, ‘Tuhanku, jangan biarkan aku sendirian. Dan Engkau adalah sebaik-baik Warits.’ (QS. Al-Abiya’: 89).

Rabbi, laa tadzarni fardan wa Anta khairul waritsin.

Ini sesungguhnya adalah do’a yang dipanjatkan oleh Nabi Zakariya untuk memohon keturunan kepada Allah Ta’ala. Ia memohon kepada Allah untuk menghapus kesendiriannya karena tak ada putra yang bisa menyejukkan mata.

Sebagaimana Nabi Zakariya, rasa sepi itu kita adukkan kepada Allah ‘Azza wa Jalla semoga Ia hadirkan bagi kita seorang pendamping yang menenteramkan jiwa dan membahagiakan hati. Kita memohon kepada-Nya pendamping yang baik dari sisi-Nya. Kita memasrahkan kepada-Nya apa yang terbaik untuk kita.

Kapan do’a itu kita panjatkan? Kapan saja kita merasa gelisah oleh rasa sepi yang mencekam. Panjatkan do’a itu di saat kita merasa amat membutuhkan hadirnya seorang pendamping; saat hati kita dicekam oleh kesedihan karena tidak adanya teman sejati atau ketika jiwa dipenuhi kerinduan untuk menimang buah hati yang lucu. Panjatkan pula do’a saat hati merasa dekat dengan-Nya; saat dalam perjalan ketika Allah jadikan
do’a mustajabah; dan saat-saat mustajabah lainnya.





Unbelievable

12 07 2008

Always said I would know where to find love
Always thought I’d be ready and strong enough
But sometimes I just felt I could give up
But you came and you changed my whole world now
I’m somewhere I’ve never been before
Now I see
What love means

CHORUS:
It’s so unbelievable
And I don’t wanna let it go
Its something so beautiful
Flowin down like a waterfall
I feel like you’ve always been
Forever a part of me
And it’s so unbelievable
To finally be in love
Somewhere I never thought I’d be

In my heart in my head it’s so clear now
On my hand you’ve got nothin’ to fear now
I was lost and you’ve rescued me somehow
I’m alive I’m in love you complete me
And I’ve never been here before
Now I see
What love means

CHORUS

When I think of what I have
And this chance I nearly lost
I can’t help but break down and cry
oooh yeah break down and cry

CHORUS

Now I see
What love means





Lirik Lagu Geby : Tinggal Kenangan

11 07 2008

Judul : Tinggal Kenangan
Penyanyi : Ega
Pencipta : Caramel – Ega
Chord by : Black_Plankton
=========================

G D Em Bm
Pernah ada rasa cinta
C G Am D
Antara kita kini tinggal kenangan

G D
Ingin kulupakan
Em Bm
Semua tentang dirimu
C G Am D G
Namun tak lagi kan seperti dirimu oh bintangku

Reff :
G d Em Bm
Jauh kau pergi meninggalkan diriku
C G Am D
Disini aku merindukan dirimu
G D Em Bm
Kini ku coba mencari penggantimu
C G Am D G
Namun tak lagi kan seperti dirimu oh kekasih





Misteri Geby & Tinggal Kenangan

11 07 2008

Jakarta………..
Jauh kau pergi meninggalkan diriku
Di sini aku merindukan dirimu
Kini ku coba mencari penggantimu
Namun tak lagi kan seperti dirimu oh kekasih

Setelah mengakhiri lagu itu, pengamen kriwil itu menyodor-nyodorkan kantong bekas permennya pada penumpang Metro Mini P72 jurusan Lebakbulus-Blok M. Saat itu, Kamis 4 Juni 2008 pukul 18.20 WIB.

“Itu lagunya siapa?” tanya seorang penumpang sambil mengangsurkan selembar seceng.
“Lagunya Geby,” jawab si pengamen.
“Sudah ada kasetnya?”
“Belum…ada kok di internet. Cari saja Geby, Tinggal Kenangan.”
“Oh, terkenalnya lewat internet ya?”
“Iya. Geby orangnya sudah meninggal, bunuh diri. Sebelum bunuh diri dia ngerekam lewat hape. Terus habis (meninggal), ada yang ngiringi pake gitar. Ada kok di internet, foto pacarnya juga ada. Pacarnya sudah meninggal, kecelakaan.”
“Jadi Geby patah hati karena pacarnya meninggal?”
“Mungkin iya, makanya lagunya mellow banget.”
“Sekarang lagu itu jadi terkenal ya.”
“Iya. Coba kalau dia masih hidup….”

Jika Anda pelanggan angkutan umum, lagu ini tentu familiar di kuping Anda. Sebab Tinggal Kenangan menduduki top chart lagu yang paling sering dinyanyikan pengamen dalam beberapa bulan terakhir ini.

Gara-gara pengamen pula, kini banyak orang yang akhirnya mengenal nyanyian sendu ini. Maklum, dari 10 pengamen yang mungkin menyanyi di bus Anda, bisa jadi 7 di antaranya akan menyanyikan ‘lagu wajib’ ini. Jadi, siapa sih yang akhirnya nggak penasaran?

Lagu ini mulai dikenal anak muda Bali – Jawa Timur sejak tahun akhir tahun lalu dan kian menjadi-jadi setelah beredar ke kota-kota lain, dan belakangan populer di Jakarta. Lagu ini menjadi sangat beken karena misteri yang melingkunginya: lagu ini direkam sebelum Geby tewas bunuh diri.

Lirik lagu dan kisah tragis Geby banyak diulas di internet. Selain aneka forum, juga aneka blog. Misalnya saja di detikForum yang dibahas pada April 2008 lalu.

Lagunya bisa didownload dengan gratis pula di internet. Banyak anak muda yang menyimpan lagu itu di ponsel mereka lewat fasilitas sharing file. Tanpa perlu kaset di pasaran, lagu ini sering terdengar di mana anak muda mangkal, komplet dengan ceritanya yang simpang siur.

Simpang siur? Ya. Lagu ini menyimpan lebih dari selusin versi cerita. Ada yang menyatakan Geby tewas karena gantung diri, ada yang bilang karena overdosis. Ada yang bilang Geby gadis Madiun, ada yang bilang gadis Bali. Namun ada satu kesamaan dari semua kisah itu: Geby bunuh diri karena frustasi ditinggal sang kekasih yang tewas lebih dulu karena kecelakaan kendaraan bermotor.

Tak cuma versi cerita. Nama ‘tokoh utama’-nya pun macam-macam. Ada yang menulis sebagai Geby, ada yang menulis Ega dan ada yang menulis Angel. Ada yang menyebut lagu itu awalnya berjudul ‘Jauh’, ada yang bilang ‘Kenangan Indah’, dan terakhir ‘Tinggal Kenangan’. Ada yang bilang dia masih siswa SMU, ada yang bilang dia anak kuliahan. Bahkan ada yang bilang gadis ini masih hidup!

Dan seperti biasa, semakin banyak misteri, semakin top-lah lagu ini. Lagu yang mellow, kisah lakon yang tragis dan misteri yang simpang siur, adalah ramuan mujarab yang membuat Geby dan Tinggal Kenangan menjadi top hit dadakan…
(nrl/aba)





Mak Erot Berpulang, Wariskan Bisnis Miliaran Rupiah

11 07 2008

Haji Saepulloh (Ramadhian/detikcom).

Jakarta – Maestro spesialis pembesar alat vital lelaki, Mak Erot, telah berpulang. Semasa hidup, Mak Erot tampil sederhana, seperti khas orang desa.

Namun tak dinyana, nenek yang menetap di Desa Caringin, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ini di akhir hidupnya mewariskan bisnis beromset miliaran rupiah!

Dari mana angka ini didapat? Mari kita hitung. Jika ada pasien datang untuk dipijit Mak Erot, maka pasien harus merogoh kocek cukup dalam untuk biaya pendaftaran dan praktek, Rp 700 ribu.

Haji Saepulloh, sang cucu sekaligus pewaris Mak Erot, mengaku setiap hari rata-rata mengobati sepuluh pasien. Total per hari ia bisa mengantongi Rp 7 juta. Dikalikan sebulan, jumlah ini mencapai Rp 210 juta. Angka pertahunnya lebih dahsyat lagi, Rp 2,5 miliar!

Haji Ulloh, panggilan akrab Saepulloh, menuturkan, ia bekerja 7 hari seminggu. Khusus hari Jumat, ia baru buka usai menunaikan salat Jumat.

“Emak (Mak Erot) pernah berpesan, selarut apa pun kalau ada yang minta diobati ya harus. Walau kita baru tidur satu atau dua jam,” ujar pria berkaca mata ini pada detikcom di rumahnya, Jalan Puncak Bungur, Desa Pasir Baru, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Kamis malam (10/7/2008).

Rumah Haji Ulloh cukup megah. Di depan rumahnya juga terdapat sebuah counter HP yang dikelola adiknya. Ia mengaku karena banyak pasien dari luar kota ia harus membagi waktunya seminggu di Jakarta dan seminggu di Sukabumi.

Nama Mak Erot masih menjadi trade mark untuk urusan yang satu ini. Sebagai pewaris, kini aliran rupiah ini pun mengalir ke Haji Ulloh.





Pahlawan ( Kejantanan Pria ) Mak Erot Telah Wafat

11 07 2008

Mak Erot (Indospiritual.com)

Sukabumi – Ahli mark up alat vital pria, Mak Erot, dipastikan telah meninggal dunia pada 28 Juni 2008 lalu. Mak Erot dikuburkan hari itu juga.

“3 Hari sebelum meninggal, Mak Erot berpesan bahwa semua anaknya harus berkumpul,” ungkap cucu Mak Erot, Haji Saefulloh, ditemui di kediamannya di Desa Pasir Baru, Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (10/7/2008).

Mak Erot yang diperkirakan wafat di usia 110-an tahun itu dikuburkan langsung hari itu. Ribuan warga mengikuti proses pemakaman perempuan yang telah membuat ribuan pria berbahagia itu.

“Ketika sudah meninggal, banyak pejabat yang berdatangan,” kata Saefulloh yang biasa dipanggil Haji Ulloh oleh warga Cisolok.

Sebelum meninggal, nenek Saefulloh itu berpesan, pelayanannya membesarkan alat vital pria harus diteruskan oleh salah satu anak cucunya. Haji Ulloh yang telah lama menjalankan jasa neneknya itu disepakati keluarga mewarisi pengobatan tradisional itu.(aba/ana)





Bos Browser Opera Kemalingan di Soekarno-Hatta

7 07 2008


Dag Honningsvag (ash/inet).

Jakarta – Salah satu petinggi Opera Software yang kemarin berkunjung ke Indonesia mempunyai pengalaman tak terlupakan dalam lawatan perdananya. Ia merasakan langsung kelihaian para tikus bandara Soekarno-Hatta.

Bos Opera yang ketiban sial ini adalah Dag Honningsvag, Executive Vice President of Opera. Ia menceritakan langsung pengalaman pahitnya ini dalam kunjungannya ke kantor detikcom Jakarta, akhir pekan lalu.

Kelihaian yang dimaksud Honningsvag adalah mahirnya para pencuri di bandara terbesar di Indonesia itu menyusup ke tas Honningsvag yang dititipkan di bagasi.

Honningsvag pun harus rela kehilangan jam tangannya yang ia simpan dalam tas tersebut. “Yah begitulah,” lirihnya, kepada detikINET. “Harusnya saya mengunci tas saya, ini jadi pelajaran besar,” tandasnya.

Kedatangan Honningsvag ke tanah air adalah dalam rangka menghadiri acara gathering komunitas pengguna Opera di Indonesia. Ia juga baru bergabung bersama Opera sejak dua bulan lalu, setelah sebelumnya membela bendera Computer Assiciated (CA).