Dino Patti Djalal Berkisah tentang Kehidupan di Balik Istana

24 06 2008

Di balik penampilan kesehariannya yang formal dan kaku, Dino Patti Djalal, juru bicara presiden bidang luar negeri, memiliki catatan menarik tentang kehidupan seputar istana. Termasuk gaya kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

TOMY C. GUTOMO, Jakarta

SUATU hari Dino Patti Djalal membersihkan meja kerjanya di Kantor Presiden. Saat membuka laci, Dino menemukan sekumpulan kertas kecil dengan coretan tangan khas yang mengisi hari-harinya dalam tiga tahun terakhir. Kertas-kertas itu adalah nota-nota yang ditulis Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

SBY memang sering menulis nota untuk menteri atau staf-staf kepresidenan saat rapat kabinet. Biasanya berisi instruksi, klarifikasi, atau permintaan informasi. ”Begitu membenahi nota-nota ini, saya langsung sadar ini bukan arsip biasa” kata Dino.

Bagi Dino, nota-nota SBY merupakan sidik jari SBY yang bisa jadi menjadi landasan sebelum keputusan penting dikeluarkan. Dino pun segera terpikir untuk mendokumenkan nota-nota itu dalam sebuah buku. Lantas, terbitlah buku berjudul Harus Bisa; Seni Memimpin ala SBY.

Buku tersebut akan di-launching 27 Juni nanti di Jakarta. Namun, saat peringatan Seabad Kebangkitan Nasional 20 Mei 2008 di Gelora Bung Karno, Dino sudah membagikan bukunya itu kepada undangan VIP yang hadir di acara peringatan tersebut. Tamu-tamu presiden juga mendapatkan suvenir istimewa dari Dino, yakni buku bersampul biru dengan gambar SBY, lengkap dengan tanda tangan penulisnya.

Dino memilih tema kepemimpinan. Dalam buku tersebut, Dino seakan mengklarifikasi tudingan lawan-lawan politik SBY yang selalu menyebut SBY sebagai pemimpin peragu, tidak tegas, dan selalu tebar pesona. Itu semua dibantah Dino dalam enam bab dan 41 tulisan yang tertampung dalam 430 halaman.

”Pemimpin mempunyai sisi penampilan luar dan sisi dalam. Sisi penampilan luar Presiden SBY sudah banyak disorot media. Yang belum banyak diketahui adalah apa yang terjadi di belakang layar dan di dalam kantor presiden,” kata Dino dalam kata pengantar bukunya.

Yang beda dari buku tersebut, Dino menyelipkan enam anekdot berupa cerita-cerita ringan yang menggelitik, namun lepas dari pengamatan wartawan.

Misalnya anekdot berjudul SBY, Kontrak Politik, dan Mangga Ical. Dalam tulisan itu, Dino menceritakan suasana dalam suatu rapat kabinet. Saat itu, Menko Kesra Aburizal Bakrie yang biasanya kalem tiba-tiba melakukan interupsi. Semua peserta rapat, termasuk SBY pun, bertanya-tanya, apa yang akan disampaikan Ical.

”Saya protes karena Pak Hatta (Mensesneg Hatta Radjasa) itu keterlaluan. Beberapa hari lalu saya kirim mangga ke rumahnya, tapi ditolak dan dikembalikan,” kata Ical, seperti ditulis dalam buku Dino tersebut.

Tak disangka, Wakil Presiden Jusuf Kalla tiba-tiba menyahut. ”Wah, saya juga mau protes, Pak,” sahut Kalla. ”Saya juga lapor dapat kiriman mangga dari Pak Ical. Sudah saya makan, enak sekali. Tapi, jangan-jangan itu mangga yang ditolak Pak Hatta tadi dioper ke rumah saya,” kata Kalla disambut tawa peserta rapat kabinet.

Ada juga anekdot berjudul Memimpin dengan Menghormati Waktu. Ini menceritakan pengalaman SBY ketika harus membuka A1 Grand Prix Championship di Sentul. Karena macet berat, SBY memutuskan untuk naik sepeda motor dengan dibonceng pengawal bermotor.

Cerita SBY naik motor saat itu memang sudah diberitakan hampir semua media. Namun, yang tidak pernah diketahui adalah cerita unik ketika staf kepresidenan tidak siap dengan helm yang harus dipakai SBY. Terpaksa, salah seorang pengawal motor menyerahkan helmnya untuk dipakai presiden. Sayangnya, helm itu basah kuyup oleh keringat. Si pengawal motor pun ragu menyerahkan helmnya untuk SBY. Ternyata, SBY cuek saja. Dia pun memakai helm yang basah karena keringat itu sehingga bisa datang ke acara tepat waktu.

”Ada kabar bahwa bau helm itu semakin lengket melekat karena setelah dipakai presiden, helm kebanggaan itu tidak pernah dicuci lagi oleh si polisi militer,” kata Dino.

Dalam buku tersebut Dino juga menyajikan foto-foto menarik kegiatan presiden. Sebagian besar adalah foto jepretan fotografer presiden, Dudi Anung Anindito dan Abror Rizki. Banyak foto yang belum pernah tersaji di media massa.

Di halaman terakhir Dino memasang foto ketika dasinya dibetulkan oleh SBY sebelum acara kenegaraan dimulai. Staf presiden dalam foto tersebut terlihat tertawa melihat adegan itu. Banyak yang menduga itu adalah foto favorit Dino. Ternyata bukan. Pria kelahiran Beograd, Serbia (dulu Yugoslavia), 10 September 1965, itu justru memfavoritkan foto yang terpajang di halaman 191.

Dalam foto tersebut terlihat SBY duduk sendiri didampingi Menlu Hassan Wirajuda di ruang sidang OKI (Organisasi Konferensi Islam) di Senegal, Afrika. Kursi lain di ruang tersebut kosong melompong. SBY datang paling awal sebelum pemimpin negara lain datang. ”Itu adalah foto favorit saya sampai sekarang,” kata suami drg Rosa Rai tersebut.

Dalam epilog juga terdapat cerita menarik tentang bagaimana Dino melihat SBY sebagai atasan, sahabat, dan mentor. Dino mengisahkan awal kedekatannya dengan SBY. Keduanya dekat saat Dino masih menjabat kepala bidang politik di KBRI Washington DC dan SBY masih menjabat Menko Polkam. Dino pun menjadi tim sukses SBY saat Pemilihan Presiden 2004.

Selain hubungan kerja atasan dengan bawahan, Dino sangat terkesan akan perhatian SBY kepada anak buahnya. Suatu ketika istri Dino, Rosa, berulang tahun. Kebetulan, di istana SBY mengadakan rapat kabinet hingga tengah malam. Praktis, Dino tidak bisa bertemu istrinya untuk merayakan ulang tahun.

Begitu rapat kabinet selesai, Dino langsung pamit ke SBY untuk buru-buru pulang karena Rosa ulang tahun. SBY pun langsung meminta ajudan untuk menelepon Rosa. Selain mengucapkan selamat ulang tahun, SBY juga minta maaf karena Dino harus ikut rapat kabinet hingga tengah malam.

Dino juga menulis bahwa SBY merupakan saksi pernikahannya dengan Rosa. Dua di antara tiga anak Dino diberi nama tengah oleh SBY. Anak pertama Dino, Alexa, diberi nama tengah Saraswati. Anak kedua, Keanu, diberi nama tengah Dwibuana. ”Waktu anak ketiga lahir, Chloe, SBY mengatakan, ‘Din, maaf, saya punya peraturan hanya bisa memberi dua nama pada setiap keluarga’,” tutur Dino. ”Istri saya berecana mengusulkan nama Chloe Susilowati Djalal,” kata Dino. (mk/el)


Aksi

Information

28 responses

30 06 2008
Aremania 32

Pemimpin yang karismatik…mantaps!

7 07 2008
anieta immuts

yuppy!!! buku yang menarik. jarang-jarang luwh bisa melihat keseharian “sang pemimpin” se dekat itu. quw da baca walo cuma sekilas (sebenernya cuma liat-liat foto2nya ajah…hehehehe. lum sempet baca-baca). Ternyata pak presiden qta juga manusia biasa….

19 07 2008
Iwan Sulistyo

Saya juga semaleman baca tuh buku. Kadang saya berdecak kagum, kadang merinding. Buku yg wajib dibaca tuk semua yg menghendaki dirinya tampil sebagai pemimpin.

8 08 2008
mamamama

mau donk baca bukunya…..

8 09 2008
jamal

Buku itu perlu dibaca semua orang. Termasuk para pemimpin.

8 09 2008
Andika Pratama Putra

Buku yang menarik, tidak membosankan. berisi tentang kepemimpinan seorang presiden,sungguh berkarakter. High Recomended Book untuk para pemuda indonesia yang peduli dengan negaranya.

“Indonesia!! Pasti Bisa!!”🙂

17 09 2008
kenindra

gw udah baca tuh buku. keren!!! jadi kagum gw sm presiden gw. Buku ini emang harus dibaca sm semua calon pemimpin bangsa. jangan cuma protes doang..

15 11 2008
Redj

Buku yang luarbiasa!
Gak salah pak presiden milih pak dpd!
Gaya penulisan yg luwes, terstruktur, persuasif dan inspiring bgt!
Terlepas dari kemungkinan justifikasi seorang bawahan terhadap pimpinannya, buku ini juga bisa membawa kita menyapa atau (seolah-olah) disapa oleh beberapa pimpinan dunia. Dalam satu bab. Ditulis tentang pribadi jos bus (us president) yang hangat, dan perasa (wajar kalau terpilih dgn masa jabatan maksimal – 2 periode) jauh daripada penilaian kita selama ini yang mungkin berkata kejam, teroris yg sebenarnya (versi muslim mazhab extreme), agressor, dll.
Kelebihan kelebihan buku ini mencerminkan kepiawaian penulis sebagai diplomat yang jempolan.
Buku ini not recomended buat orang orang yang berpikiran sempit dan hanya bisa menjudge juga orang2 yg suka menggerutu.

11 02 2009
Fin

Saya juga sudah baca bukunya dan comment saya: Well, it’s great book. Dinno really don’t want to make this book as very heavy reading book. The language he used very light and easy to read. Bravo for him. in the middle of hectic time he still have opportunity to write. Everyone should read this book.

20 02 2009
ALIE HAIDAR

aku mendapat kesempatan untuk ikut dialog dengan SBY di Jakaarta besok pada tanggal 24-26 Feb 09 ya karena nulis essai tentang buku ini. aku sangat senang sekali karena tulisan seorang Guru Tidak Tetap (GTT) di sebuah SMA Negeri I Cerme Gresik Jatim mendapat kesempatan ini. semoga semuanya lancar.
Mahfud Aly

araaita_alie@yahoo.com

3 04 2009
Ajeng

Ah, buku ini memang luar biasa.
bisa membuat saya merinding, berkaca-kaca, bahkan tertawa.
Buku komplit.
Bagian favorit saya adalah memimpin=menghormati para pendahulu. Disana sungguh terlihat watak Pak SBY yg low profil dan menghargai orang lain
Bahasanya juga menarik, tidak seperti membaca buku leadership, seperti baca novel.
Review saya ada di Blog, kebetulan sampai saat komentar ini saya tulis, postingan itu masih di bagian paling atas.
well, however our president is just an ordinary people

6 04 2009
galz25

buku ini kerenn banget…….

16 04 2009
quantumillahi

setuju mas, bukunya Dr Dino Patti Djalal ruarrrrrrrrrrrrrrrrr biasa.

14 05 2009
Nedia

subhanalllah yaak….
sebenarnya saia sudah dari dulu pengeen bggt tahu n baca buku ttg orang nomer uno di negeri ini,,,tapi bukan dari sudut pandang yang sempit atau hanya menilai dari sisi luar na saja,,,intinya,,,buka karya pak Dr. Dino patti Djalal sangaad luaar biasa n menjawab smw keingintahuan saia ttg my Luply president…

ne buku bener2 penting bggt dibaca ma smw kalangan,,,bukan cuma PNS,,,mahasiswa atau kaum elit polotik saja,,,-terutama buat semua yang merasa dirinya adalah calon pemimpin atau pemimpin-, buku ini jg menginspirasi saia dalam banyak hal,,,saia malah jadi punya cita2 untuk membuat sebuah buku ttg kepemimpinan jg,,,tapi yg menjadi objek na adalah pemimpin2 disekitar saia,,,yaitu orang2 yang pernah memimpin saia diberbagai organisasi atau kegiatan yg saia ikuti ( karena saia memang sebenarnya suka memperhatikan pola n seni memimpin seseorang).

Sebenarnya sangat banyak pemuda indonesia yang memiliki potensi UNTUK MENJADI PEMIMPIN2 BESAR… yang dibutuhkan adalah belajar lebih banyak dari pemimpin2 sukses yang ada…..

ingat kita semua adalah pemimpin,,,,,

19 05 2009
Arifuddin

Saya sudah membaca tuntas “Harus BISA! : Seni Memimpin Ala SBY”.

Kesan saya, membaca buku ini seperti menikmati prosa terbaik.

Buku ini unik!

Kenapa?

Karena buku ini diformat dalam bentuk cerita. Menceritakan praktek dari teori kepemimpinan secara real-time. Memotret seorang peminpin dari dekat dengan filter ilmu kepemimpinan, dan, karena yang dipotret adalah SBY, dengan penuh catatan dan data, DR. Dino Patti Jalal ‘menemukan’ entitas baru dalam cara penyampaian. Ditulis dengan bahasa ala “juru tulis pidato presiden”, santai, mudah dimengerti, dan, disiplin.

Topiknya sederhana dan ringan (langsung pada inti pesan), tapi tak terduga, semua informasinya kredibel, gaya cerita dan oleh karenanya sangat emosional.

Kita dibawa kepada sebuah perasaan haru-biru yang dalam, hingga diam-diam meneteskan air mata, tersenyum simpul hingga terbahak. Kita juga merasa bangga dengan suri tauladan kepribadian SBY, tokoh sentral dari keseluruhan isi buku.

Saya ingin merangkum kesimpulan saya setelah membaca buku ini, dari perspektif sebuah pernyataan imajiner ringan sang DR. Dino Patti Jalal, melalui buku Harus Bisa: Seni Memimpin ala SBY, seolah-olah bergumam:

“Sebelum kerja di lingkungan istana Negara, saya melihat Indonesia sangat kecil, Indonesia seperti sebuah rumah joglo. Tapi ketika melihat Indonesia dari gerbang Istana, tiba-tiba semuanya berubah. Saya merasa diri saya seperti seekor ikan koki dalam aquarium mini… saya tidak berani berkesimpulan bahwa Indonesia seluas empang lele, apalagi seluas Samudra Hindia… kemungkinannya masih lebih luas lagi bila dilihat dari jendela ruang kerja presiden Republik Indonesia…dan saya masih terus mengumpulkan nyali untuk melihat Indonesia dari jendela itu…”

28 02 2010
ken tarroo

hahaha ga salah…emg SBY pemimpin idaman seluruh rakyat….
hormat kami anak2 RI yang brada DI KOREA SELATAN
SBY maju terus….

25 07 2010
zu

aku uda baca bukunya. kereen banget.
baca buku itu aku bisa terharu, nangis sendiri, senyum sendiri, ketawa sendiri.
ngalah2in kalo aku baca komik.
buat yg belom baca, aku referensiin buku itu sebagai buku yg sgt amat layak buat dibaca. banyak pesan dlm buku itu. thx

18 08 2010
topik hidayat ukp

mantab-mantab dan bagus banget

19 12 2010
eko

setelah baca buku pak Dino “HARUS BISA!” saya jadi ngeFANS dengan Pak DINO… BUKU ini telah mewakili buku tentang kepemimpinan…. prok..prok..prok..

25 12 2010
pras

ALHAMDULILLAH…
saya bersyukur telah membaca buku ini, walaupun aku mendapatkan buku itu hasil mengendap-endap…
dengan membaca buku ini artinya aku gak salah pilih waktu pencoblosan pemilihan presiden. trima kasih pak dino telah menulis buku ini…
benar buku ini dari awal membaa sampai akhir tidak ada yang membosankan.. malah sepertinya kurang banyak judul yang di suguhkan…
skali lagi terima kasih pak dino…

1 05 2011
Ahmad Alim Aziz

wah saya baru dapet referensi untuk baca buku ini. emang sih agak telat taunya. tapi jadi pengen banget baca. Besok mau coba cari bukunya.

14 01 2012
dian

saya sangat termotifasi dengan anda

14 01 2012
dian

mohon sampaikan salam saya kepada bpk SBY pak mohon dilampung selatan guru honorer di perhatikann

20 06 2012
debzck

keren banget bukunya. pas lagi sibuk2 ujian kelas 3 tahun kemarin masih sempet buat baca bukunya. gara2 baca buku itu jadi makin mengidolakan pak SBY. walaupun byk yg ngjudge nya😦

6 07 2012
daring lingerie

Woah! I’m really digging the template/theme of this website. It’s simple, yet effective. A lot of times it’s difficult to get that “perfect balance” between usability and visual appeal. I must say you have done a superb job with this. Additionally, the blog loads very quick for me on Internet explorer. Excellent Blog!

3 07 2013
3 10 2013
rahma

jadi penasaran pengen baca bukunya

28 11 2014
rizky

Alhamdulillah,,ass,wr,wb,,pak Dino gmn kbr’y brsama keluarga,,semoga sehat dan dlm lindungan Allah SWT,,
saya sgt suka dngn buku yang telah anda tulis,,sya jg skrg jd paham klw tugas seorang president sgt berat,,tidur kurang,otak di peras,,fisik harus siap,,dan harus extra sabar,,
saya mlh berulang-ulang kali baca buku itu,,mungkin 1 hari bisa 2x saya baca ulang buku itu,ya wlwpn saya krg bgtu paham dngn kata kata yg saya jarang dengar dan di gunakan,,ya harap maklum,,saya bkn lulusan kuliahan,,
saya sgt terharu wktu saya baca pak SBY menghadapi perundingan UNFCCC di Nusa dua Bali,,roadmaap bali,,tp yg akhir’y pak SBY dan sekjen PBB Ban kii moon bisa memecah’kn kebuntuan perundingan tsb,dan itupun tak luput dri otak jenius yg anda miliki,,krn hny bbrp menit anda membantu pak SBY membuat pidato yg dpt mengubah pemikiran para delegasi saat itu,,tak terasa air mata sya jg berlinang ketika roadmaap bali gool dan pak Rachmat Witoelar memeluk erat pak SBY sambil terisak menangis krn trharu,,apalg anda yg saat itu berada lgsg di tempat tsb,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: