Hermawan Kertajaya ( 3 ) : What is Sparkling Surabaya, Anyway?

18 06 2008

KEMARIN pagi, saya menjadi pembicara pertama di International Conference di Kota Kinabalu, Sabah. Kota yang disebut KK itu terletak di Pulau Kalimantan bagian utara, sebelah timur. Daerah tersebut juga disebut East Malaysia karena terletak di bagian timur “peninsula” Malaysia, tempat KL (Kuala Lumpur) berada.

Hanya dua negara bagian (states) di Malaysia yang berada di wilayah iut. Sabah dengan ibu kotanya KK dan Serawak -yang ada di sebelah barat- dengan ibu kotanya Kuching.

Brunei, kesultanan kecil yang kaya, terletak “di dalam” Serawak. Itu pun ada dua bagian Brunei yang terpisah, tapi keduanya tetap berada di Serawak. Unik memang. Kalimantan yang konon adalah pulau ketiga terbesar di dunia, ternyata, memang kepunyaan tiga negara: Indonesia, Malaysia, dan Brunei.

Saya kebetulan pernah dua kali ke Brunei. Sekali sebagai konsul kehormatan Ceko. Ketika itu, saya mendampingi Dubes Ceko di Jakarta (wilayah tugasnya meng-cover Brunei) untuk bertemu Sultan Brunei yang istananya bertaburan emas. Yang kedua, saya diundang jadi speaker di SME Conference di sana.

Membandingkan tiga negara dalam satu pulau itu sangat menarik. Para gubernur dan wali kota kita di Kalimantan, sepertinya, harus lebih banyak belajar dari chief minister Sabah (setingkat gubernur) tentang cara mem-branding Sabah. Dia menyelenggarakan International CEO Conference setiap tiga tahun secara besar-besaran. Even itu di-organize secara profesional, world class.

Selain saya -yang merupakan presiden World Marketing Association-, ia mengundang banyak speaker kelas dunia lain di berbagai bidang. Former Prime Minister of New Zealand dan bekas Direktur WTO Michael Moore pun mereka undang untuk bicara kemarin pagi. Itu mereka lakukan untuk menarik perhatian para CEO agar bersedia hadir. Bukan hanya dari peninsula (Malaysia Barat), tapi juga dari Jepang, Korea, Eropa, dan negara-negara Afrika. Setelah itu, waktunya jualan.

Chief minister Sabah lantas pidato panjang lebar tentang kesempatan investasi, perdagangan, dan pariwisata di Malaysia. Ya, apalagi kalau bukan marketing TTI untuk Sabah. Itu memang cara paling efisien untuk memasarkan suatu daerah yang sering disebut sebagai place marketing. Kenapa? Sebab, target investor dan trader-nya datang di tempat. So, mereka bisa sekaligus bertemu dengan local counterpart dan punya kesempatan melihat-lihat langsung situasi Sabah.

Lewat personal experiences, para calon investor itu jadi bisa merasakan apa artinya discover Sabah di dalam umbrella Malaysia, Truly Asia. Kalimat tersebut selalu digunakan sebagai slogan untuk memasarkan tourism mereka secara nasional.

Konferensi internasional seperti di atas, kalau di-organize secara profesional dan sukses, jelas lebih murah dan besar dampaknya daripada mengirimkan duta seni atau mengikuti pameran-pameran di luar negeri yang belum tentu ada hasil konkretnya.

Sulawesi Utara sedang siap-siap untuk menyelenggarakan World Ocean Summit pada 2010. Saya berharap muncul ide brilian, sesuai karakter geografi Sulut. Saya yakin itu bisa sukses.

Bagaimana Surabaya? Yusak Anshori, direktur eksekutif STPB (Surabaya Tourism Promotion Board) selalu antusias kalau diajak bicara tentang branding Sparkling Surabaya. Public toilet yang bersih pun jadi perhatian. “Mana bisa sparkling kalau tidak bersih?” katanya.

Hampir tiap tahun saya selalu duduk bersama Wali Kota Bambang D.H. dan Wawali Arif Afandi untuk menyaksikan Parade Festival Sparkling Surabaya di panggung VIP kotamadya. Saya sudah melihat usaha yang begitu keras dari top management Kota Surabaya untuk mem-branding kota. Meski demikian, saya merasa tetap perlu partisipasi publik secara aktif dalam proram itu. Para investor maupun businessman yang datang untuk sementara maupun tinggal agak lama di Surabaya harus dianggap sebagai tamu masyarakat.

Tourism dalam arti luas bisa menjadi lokomotif untuk dua elemen lain dari place marketing, yaitu perdagangan dan investasi. Surabaya memang harus diposisikan sebagai the trading hub dari Indonesia Timur karena punya airport dan sea port kelas internasional. Juga punya hinterland Jawa Timur dan Indonesia Timur yang kaya.

Untuk itu, Surabaya harus jadi kota yang sparkling dan tidak mati sehingga bisa menarik orang untuk datang. Karena itu, dalam rangka The MarkPlus Festival 10 Juli nanti, MarkPlus Inc bekerja sama dengan STPB dan Kota Surabaya menyelenggarakan kompetisi Sparkling Surabaya di antara kampus-kampus. Sambutannya? Luar biasa. Ada 23 tim dari hampir seluruh perguruan tinggi di Surabaya yang mendaftar. Masing-masing beranggota tiga orang dan dibimbing seorang dosen.

Sekarang, paper mereka sedang dibaca tujuh juri dari berbagai institusi. Babak final akan menampilkan presentasi lima tim sebelum 10 Juli. Ide-idenya sangat menarik. Saya happy sekali melihat kalangan muda, khususnya mahasiswa dari berbagai kampus, sudah mau melakukan riset yang serius dan memberikan banyak rekomendasi.

Saya yakin, para juri sedang kebingungan untuk menentukan lima finalis. I really appreciate your participation for our city. Sekali lagi, mudah-mudahan The MarkPlus Festival benar-benar bisa menjadi marketing day bagi semua orang yang senang marketing untuk saling ber-network, men-share ide, dan berbagi pengalaman. Juga, mudah-mudahan ini menjadi trigger jika pada suatu ketika ada even tingkat international yang benar-benar diurus secara profesional untuk memasarkan Surabaya.

Kita semua, arekarek Suroboyo, punya kewajiban untuk berbuat sesuatu, membuat Surabaya benar-benar sparkling agar slogan tersebut menjadi bermakna. Bagaimana pendapat Anda? (http://www.hermawankartajaya.com)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: