Pertempuran Darat Pasukan Marinir di Kutai

17 06 2008

SAMARINDA – Sejumlah anggota marinir sesaat setelah mendarat untuk menggempur tiga titik basis pertahanan musuh pada pertempuran darat Latgab TNI 2008 yang diberi sandi ‘Yudha Siaga 2008’ di Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalitm, senin (16/6). FOTO ANTARA/Amirullah/ss/hp/08.



C-802 Sukses Menghantam Target

Target 60Km dalam 3 Menit

Peluru kendali C-802 merupakan peluru kendali terbaru yang dimiliki oleh TNI AL dengan kemampuan jarak tembak maksimum mencapai 120 km, sedangkan Torpedo SUT (Surface and Under Water Torpedo) merupakan senjata andalan kapal selam sebagai Torpedo anti kapal permukaan dan anti kapal selam dan senjata ini momok menakutkan dari kapal atas air.

Usai menyaksikan jalannya aksi pertempuran laut Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono beserta para undangan dengan menggunakan KRI Dr. Soeharso bergerak menuju pantai pendaratan Ampfibi di pantai Sekerat Sangatta Kalimantan Timur untuk selanjutnya pada pukul 04.30 dini hari waktu Indonesia bagian tengah akan menyaksikan langsung pendaratan Amfibi pasukan TNI yang melibatkan berbagai jenis Tank dan persenjataan berat yang dimiliki TNI untuk merebut kembali daerah yang dikuasai musuh.

Karakteristik C-802

– Merupakan rudal anti kapal permukaan buatan China.
– Panjang misil 6, 383 meter, berat 705 kg (165 kg diantaranya hulu ledak TNT 7 RDX), diameter 36 cm, mempunyai sayap (wing span) 1,22 meter.
– Sistem penggerak berupa Solid Rocket Booster & Turbo Jet.
– Jangkauan tembakan maksimum 120 km.
– Fire Power hulu ledak rudal ini mampu menghancurkan sebuah kapal perang type Destroyer bertonase 3000 ton.
– Ketika ditembakan dari KRI Layang-805 rudal akan melesat membentuk sudut 30 derajat ke udara dengan ketinggian 20 meter, dengan kecepatan 0,8 kali kecepatan suara (800 km per jam). Setelah mencapai ketinggian 20 meter, rudal akan meluncur di atas permukaan laut dan melintas mendatar, namun 5 km menjelang target kapal musuh, rudal akan menukik dan melintas pada ketinggian 5 m di atas permukaan laut sebelum menghancurkan sasaran.
– Total waktu yang diperlukan ketika KRI Layang-805 menembak target eks KRI Karang Galang yang berjarak 60 km adalah 3 menit 12 detik.

KRI TNI AL Uji Sleuruh Persenjataan

Beberapa KRI menembakkan rudal anti kapal selam ASROC (anti submarine rocket) ke arah kapal selam negara musuh pada skenario pertempuran laut Latgab TNI yang diberi sandi ” Yudha Siaga 2008″ di perairan Kaltim, Minggu (15/6).FOTO ANTARA/pandu dewantara/pd/08



Presiden Saksikan Uji Coba Rudal Baru C-802

Sangatta, Kompas – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang didampingi Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso dan ketiga Kepala Staf TNI beserta Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Widodo AS serta Ketua Komisi I DPR Theo L Sambuaga, Minggu (15/6), menyaksikan puncak Latihan Gabungan TNI 2008 yang diberi sandi ”Yudha Siaga 2008” di perairan Sangatta, Kalimantan Timur.

Dari atas anjungan KRI Dr Soeharso-990 di lambung sebelah kiri, Presiden menyaksikan tembakan roket antikapal selam (anti-submarine rocket/Asroc) yang ditembakkan dari KRI Fatahillah-361 dan KRI Nala-363 terhadap kapal selam musuh yang sebelumnya telah terdeteksi. Serangan itu dilakukan kedua KRI secara mendadak dengan senjata Asroc, yang akan meledak di bawah permukaan laut.

Sebelumnya, seusai menerima warga kehormatan korps Marinir berupa Brevet Trimedya saat masuk ke KRI Dr Soeharso-990, Presiden mendengarkan paparan mengenai Latgab TNI 2008 dari Kepala Staf Umum TNI selaku Direktur Latgab TNI 2008 Laksamana Madya Tedjo Edhy Purdijatno di ball room KRI Dr Soeharso.

Roket antikapal selam atau Asroc merupakan senjata strategis yang dimiliki KRI Fatahillah-361 dengan jarak luncur 1.600-3.600 yard dan meledak di bawah permukaan laut pada kedalaman yang ditentukan. Ledakan roket ini akan memberikan tekanan kejut yang sangat tinggi sehingga mampu menghancurkan kapal selam yang ada di kedalaman laut.

Selanjutnya, dari anjungan sebelah kanan, Presiden Yudhoyono menyaksikan tiga KRI, yaitu KRI Cut Nyak Din-375, KRI Teuku Umar-385, dan KRI Ciptadi-881, untuk melaksanakan serangan mendadak terhadap kapal selam yang tiba-tiba terdeteksi berada di lambung kanan KRI Dr Soeharso. Tembakan dilakukan dengan senjata pemukul roket bom laut atau RBU_600. Kapal ini merupakan KRI tipe perusak kawal dan berperan sebagai antikapal selam. Ketiga KRI menembakkan 24 roket secara bersamaan.

Presiden juga menyaksikan peluncuran peluru kendali C-802 yang dimiliki KRI Layang-805 dan torpedo di atas dan di bawah permukaan laut dari kapal selam KRI Cakra-401. Kapal perang musuh yang menjadi sasaran tembak adalah eks KRI Karang Galang. (HAR)

Sumber : KOMPAS


Aksi

Information

2 responses

1 12 2008
virdha

bapak. . .disini saya terus mendukung dan mendoakan bpak agr bisa membawa indonesia lebih maju dan baek lagi. . .

10 02 2010
Puspita

Ass..Wr Wb
Mas Annas klo bisa ditambahkan tentang korps baret merah (kopassus) yang jarang terpublikasi mungkin ya. Biar bervariasi..

Regards,
puspita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: