ITS Kampusnya Para “Burung”

7 06 2008

Wrote by : Annastacy

ITS dari dulu tak lepas dari stigma negatif bahwa kampus ini adalah surganya para kaum Homo. Konon menurut survey hampir 50% mahasiswa ITS adalah kaum Gay, dan parahnya lagi yang 50 % sisanya adalah pasangannya, Hehehe …….1000X , alias 100 % Homo. Joke ini bukannya tak berdasar,  ini dikarenakan kampus “MACHO” ini memang memiliki prosentasijumlah  mahasiswa dan mahasiswinya hampir 70:30. Tak heran jika ITS ditetapkan sebagai kampusnya para “BURUNG”. Menyadari akan besarnya potensi “KEBURUNGAN” yang dimiliki ITS, maka mulai tahun ini ITS menetapkan Kawasan Kampus ITS sebagai Area Konservasi Burung Langka yang dilindungi simak berita ini :

Banyak orang tidak mengira bahwa kampus ITS adalah tempat berkembangbiaknya burung yang dilindungi. Bahkan beberapa spot di ITS diakui sebagai ”surga burung” oleh kelompok pecinta burung liar ITS, Pecuk. Hanya saja, fakta ini belum banyak diketahui oleh civitas akademika ITS yang lain, padahal peluang menjadikan ITS sebagai lahan konservasi terbuka lebar.

Kampus ITS, ITS Online – Saat bercengkerama bersama di taman ITS, pernahkah Anda memperhatikan burung kecil mencari nektar dan meloncat-loncat diantara dahan-dahan Angsana (Pterocarpus indicus), bisa jadi itu adalah Nectarina jugularis atau yang biasa dikenal sebagai burung Madu Sriganti. Atau mungkin saat mengitari lahan basah di dekat perumahan dosen Anda sempat melihat burung putih besar dengan santai mengaduk-aduk tanah basah, bisa jadi itu adalah burung Kuntul Kerbau (Bubulcus ibis). Kedua burung itu adalah species langka dalam skala global dan termasuk burung yang dilindungi oleh pemerintah melalui PP No. 7 Tahun 1999.

Sebenarnya ada tujuh spesies lain burung langka yang menjadikan ITS sebagai habitatnya. Termasuk diantaranya Elang Ular Bido (Spilornis cheela), Cekakak Sungai (Todirhampus chloris), dan Alap-alap Sapi (Falco mollucensis). Burung-burung itu hidup bersama 52 spesies lain di ITS. ”Dari jumlah itu 36 spesies burung di ITS adalah spesies langka dalam skala global,” ujar Agus Satriyono, seorang pengurus Pecuk.

Burung-burung ini ada karena ITS adalah salah satu lahan di kawasan pantai utara Surabaya yang memiliki hutan. ”Habitatnya yang basah (wetland) dan rimbun mengundang banyak burung untuk membangun habitat,” ujar Agus. Burung-burung yang ada di ITS kebanyakan dari famili Ardeidae dan Alcedinidae yang sangat tergantung pada lahan basah.

Spot surga burung yang ada di ITS antara lain adalah stadion ITS dan kampus Politeknik. Dua tempat itu sering disinggahi pecinta burung liar untuk melakukan pengamatan (bird watching). Jumlah itu bertambah saat pergantian musim, banyak burung migran yang menjadikan ITS sebagai tempat persinggahan.

Hanya saja, pembalakan hutan kampus akibat pembangunan mejadi ancaman keberlangsungan hewan-hewan cantik ini. Dari tahun 2004 hingga saat ini jumlah spesies burung yang ada semakin sedikit. ”Mungkin mereka pindah mencari tempat baru, karena hutan kampus di ITS banyak yang hilang,” ungkap Agus.

Agus berharap suatu saat ITS ditetapkan sebagai Kampus Hijau dan tempat konservasi burung liar. Selain menjadi ITS sebagai laboratorium alam hal ini akan menjadikan daya tarik wisata Kota Surabaya yang memiliki semboyan Green and Clean. ”Semoga banyak pihak yang mendukung untuk mewujudkan impian ini,” ujar Agus. (ap/han)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: