Pemikiran Aneh Ulil Abshar Abdalla: Meragukan Ke-otentik-an Kisah-kisah dalam Al-Qur’an ( 2 )

26 06 2008

Ini lebih aneh lagi, Ulil dengan jelas mengatakan Kisah-kisah di dalam Alquran hanya isapan jembol belaka, hasil imajinasi orang.

Berikut ini tulisannya, saya kutib dari : http://uli.net/page/2

Salam,
Kata-kata yang menarik dari Morgan Freeman dalam bagian akhir film komedi bertitel Bruce Almighty garapan sutradara Tom Shadyac itu sangat menarik kita simak:

A single mom who’s working two jobs and still finds time to take her kid to soccer practice, that’s a miracle. A teenager who says no to drugs and yes to an education, that’s a miracle. People want me to do everything for them, and what they don’t realize is – they have the power. You want to see a miracle, son? Be the miracle.”

Saya terpukau dengan kalimat ini.

Selama ini kita memahami mukjizat secara fantastis sebagai peristiwa-peristiwa besar seperti Musa membelah dan menyeberangi Laut Merah dengan tongkatnya, atau banjir bandang pada masa Nuh yang menelan seluruh manusia di bumi, atau Yesus yang menghidupkan orang mati, atau Muhammad yang mengendarai hewan “buraq” dan melesat terbang ke langit tujuh dalam peristiwa Isra’-Mi’raj, dsb.

Kita tak pernah benar-benar bisa tahu bahwa kejadian-kejadian fantastis di masa lampau itu benar-benar faktual pernah tejadi. Boleh jadi itu hanya dongeng yang dipungut oleh Quran dari khazanah folklore Yahudi yang tersebar di kawasan Timur Tengah saat itu sekedar untuk medium penyampaian pesan dakwah. Yang penting bukanlah mukjizat fantastis itu. Tetapi pesan apa yang hendak disampaikan oleh dongeng mukjizat itu.

Manusia di manapun butuh dongeng dan legenda. Di Mesopotamia ada legenda Gilgamesh. Di Yunani ada legenda Odyssey dan Iliad. Di India ada legenda Ramayana dan Mahabharata. Dalam agama-agama semitik ada legenda Nuh, Ibrahim, Musa, Yesus dan seterusnya.

Legenda itu berkisah tentang keajaiban fantastis yang nyaris di luar penalaran akal sehat. Apakah legenda dalam Gilgamesh itu faktual, kita tak pernah tahu Apakah epik Homer dari Yunani, atau Ramayana dan Mahabharata dari India benar-benar terjadi pada suatu waktu, kita juga tak tahu.

Apakah kisah “ajaib” Musa, Yesus, atau Muhammad sungguh-sungguh nyata, kita juga tak pernah bisa tahu dengan pasti. Orang-orang beriman dalam ketiga agama yang diwakili oleh ketiga tokoh besar itu tentu percaya benar bahwa keajaiban fantastis yang terjadi pada tiga tokoh itu adalah faktual dan benar-benar terjadi.

Bagi saya, pelajaran yang penting dari suatu mukjizat dan keajaiban bukanlah soal apakah kejadian itu faktual atau tidak. Bagi saya, tak terlalu penting apakah Musa benar-benar membelah laut dan menyeberangkan ribuan orang Israel dari Mesir untuk menghindar dari perbudakan yang mereka derita di sana.

Dalam sebuah mukjizat, yang penting adalah kisah tentang kemampuan manusia untuk mengatasi keterbatasan fisik dan halangan-halangan yang muncul di sekelilingnya. Yang penting dalam sebuah mukjizat adalah kemampuan manusia untuk melakukan “transendensi”, melampaui sesuatu yang “jasmaniah”, menuju kepada kemampuan “rohaniah” yang nyaris tanpa batas.

Dalam pandangan agama-agama semitik, manusia diciptakan mengikuti citra Tuhan. Dalam Quran, Kitab Suci umat Islam, disebtkan bahwa Tuhan menghembuskan “roh”-Nya ke dalam manusia. Dengan kata lain, dalam diri manusia terdapat unsur “ilahiah”. Unsur inilah yang membuat manusia mampu melaksanakan mukjizat dan keajaiban.

Tetapi, haruskah mukjizat dalam bentuk tindakan fantastis yang yang berada di luar penalaran akal sehat?

Seperti dikatakan oleh “Tuhan” yang diperankan oleh Morgan Freeman dalam film komedi “Bruce Almighty” itu, mukjizat tidaklah harus berupa peristiwa besar yang fantastis. Mulkjizat yang “sungguhan” justru adalah keajaiban-keajaiban kecil dalam hidup anda sehari-hari, keajaiban hasil karya tangan anda sendiri.

Seorang remaja yang berani berkata “tidak kepada narkoba, padahal di sekelilingnya remaja-remaja lain mengonsumsinya, itulah mukjizat.

Seorang pedagang bakso yang kerja banting tulang berjualan siang-malam tanpa lelah, dan berhasil mengirim anaknya ke universitas, mencapai gelar akademik tertinggi dengan biaya dari jualan bakso, itulah mukjizat.

Seorang petugas kebersihan kota yang menyapu jalan-jalan kota, menyiangi taman-taman kota dari hari ke hari, berdedikasi tanpa lelah terhadap pekerjaanya, tanpa peduli apakah orang lain memperhatikan karyanya atau tidak, itulah mukjizat.

Mukijzat bisa kita ciptakan sendiri. Di sekeliling anda berseliweran kisah mukijzat setiap hari tanpa anda menyadarinya. Anda terpukau pada kisah Musa yang membelah dan menyeberangi laut dengan tongkatnya. Tetapi anda lupa mengagumi kisah mukjizat “kecil” yang bertebaran di sekeliling anda.

Human being is the author of every miracle. It ’s only human who do miracle, not angles.


Tindakan

Information

38 tanggapan

27 06 2008
ariel4ever

Klo Dia meragukan cerita itu …. ya.. tanyakan sama dia darimana bumi itu tercipta manusia dan dia sendiri…. mukjizat yang dia maksud juga merendahkan mukjizat yang sesungguhnya… soalx mukjizat itu kan kejadian luar biasa dan tidak bs dianggap kejadian yang biasa dan dapat dilakukan oleh orang sembarangan

27 06 2008
chelliez

si ULIL itu musuh islam sebenarnya,,,

masa mukjizat yang ada di ALQURAN dianggap biasa?????

ok deh kalo gitu caranya,,, “lil! lo ketabrak kereta, mobil lo hancur, istri lo mati, keluarga lo semuanya mati yang ikut ama lo, cuman lo doang yang hidup, itu juga cuman tangan lo doang yang diamputasi…”

apakah hal itu masih lo anggep kejadian biasa???

27 06 2008
awangfaisal

Keteraturan alam semesta bukannya sebuah Mukjizat?, kesempurnaan sistem dalam tubuh manusia bukannya sebuah mukjizat?, jelaskan semua itu secara ilmiah?, di dunia ini ada ribuan kejadian yang sulit dijelaskan dengan berpegangan pada hukum ilmiah, beberapa pertanyaan besar yang membingungkan adalah, apakah alam semesta berbatas, kenapa manusia bisa berpikir, adakah batasan ukuran terkait mikrokosmos dan makrokosmos, apa yang terkecil, apa yang terbesar, dimana atas, dimana bawah?, kenapa manusia memiliki emosi?, darimana asal kehidupan?, saya akan tetap percaya Tuhan selama sains belum bisa menjawab pertanyaan2 saya… prinsip tersebut sangat masuk akal, mengingat dalam agama ada hukum sebab akibat, hari pembalasan dsb, dalam kondisi kesimpang siuran agama dan sains, saya lebih memilih percaya agama, toh tidak ada ruginya, selain itu, menurut logika dan fakta sejarah, kebenaran agama adalah hal yang sangat besar kemungkinannya, oleh karena sains belum bisa menemukan missing link teori evolusi, mengapa manusia tiba2 muncul di bumi

27 06 2008
Laporan

Halah mas-mas, mbok jangan ngebah uyah kayak gitu, carilah sensai yg lain.

27 06 2008
apiqquantum

Kita tidak tahu…

kita??? lu aja kale, gw kagak.

28 06 2008
tobadreams

Mungkin yang dimaksud Ulil, alangkah baiknya jika para pemeluk tiga agama itu tetap dengan kadar keimanan yang dimiliki, meski seandainya semua mukjizat itu hanya dongeng.

Apakah ada di antara kita yang sanggup menghormati para nabi, seandainya mereka betul-betul hanya manusia biasa, tapi memikul tanggung jawab besar untuk menunjukkan cahaya Illahi di ujung lorong kegelapan ?

28 06 2008
ion

Biasa lah… namanya juga antek… smakin boombastis suaranya, semakin besar honornya.
Dia ngomong begitu hanya untuk cari makan… kasihan…

28 06 2008
saleh

ulil absar itu orang gila ya cuekin aja

28 06 2008
james

semoga ulil mati terhina sejak di dunia hingga di akhirat. amin…

28 06 2008
diN

q pernah membaca sebuah kalimat disuatu artikel,,,semakin pinter seseorang bs jadi dia tidak akan percaya tuhan,,,nath yg kaya gt ato g si ulil itu,,tp klo emang dia pinter banget n bs tau sgala hal,,tanyain ja kpn dia akan mati??dalam artian dia g mati bunuh diri ato nyuruh orang bunuh dirinya sendiri,,,dasar ulil tolol,,,ggrrrrrhhhh,,sesat tu orang,,,

28 06 2008
lupuzmillenia

Aneh, kok belum pernah lihat foto perahu nabi nuh yang masih sebagiannya tertutupi salju di luar negeri? Pintar sih boleh saja, tapi tengok perkembangan berita saja tidak tahu, gimana saya bisa percaya kata-kata si ulil ini?

Pintar dari hongkong ?

28 06 2008
mo_cab™

AKal sehat si ulil memang sampai segitu saja.

28 06 2008
Komen Miring

salman rusdhie baru saja mendapatkan gelar ksatria dari inggris atas jasa-jasanya membuat sensasi, dan kepalanya dihargai U$.1 billions di negara Iran sana, mungkin ulil iri, nggak dapat gelar dan kepalanya gak punya harga. Ada yang mau ???

28 06 2008
H5 Muslimah

Yaah orang si Ulil “katak dibawah tempurung” aja diributin. Nggak usah masukin di kuping, mata dan hati. Dia bicara seperti orang pinter padahal orientasinya cuma kedalam kemampuan dia. Referensi dia ambil cuma buat dianiaya saja. Bukan buat dia buktikan. Biarlah dia sibuk & ngoceh sendiri dalam tempurungnya

28 06 2008
budi

Melihat matahari yang nampak seperti bola api yang melayang di angkasa tanpa tiang saja sudah merupakan mukjizat yang menunjukkan kebesaran Sang Pencipta.
Banyak manusia kafir yang berusaha menggoda kita untuk meremehkan mukjizat dan menjadikan manusia menjadi kafir. Manusia hendak merasa lebih besar dari Tuhan.

29 06 2008
zoel chaniago

orang seperti si ulil inilah yang merusak citra islam

29 06 2008
ahmad

menurutku..kita ambil hikmah positifnya aja dari pendapatnya ulil…jangan terlalu reaktif terhadap tulisan dan pendapat orang lain dan besikap defensif terhadapnya. yang tepenting adalah menemukan pesan yang sebenarnya di balik uraian ulil…dari komentar-komnetar kalian sebelumnya….keliatan baenget kalian cuman menagkap kulitnya doang..gak pernah nyampe di isi yang menjadi hakekat dari opininya Ulil…yang kaya gini nih…biasanya menimbulkan salah paham…perkelahian…karena perbedaan pendapat…tulisannya adalah tulisan ilmiah,maka harus direspon secara ilmiah dengan akal sehat dan bukan dengan emosional…di situlah letak kedewasaan iman seseorang. maju terus Ulil, agama-agama besar butuh orang-orang yang kritis dari dalam kaya kamu. semakin banyak orang beragama di indonesis kaya kamu ulil…saya yakin hidup beriman kita akan semakin dewasa…matang karena yang ada adalah dialog penuh kedewasaan intelektual dan bukannya emosional kekanak-kanakan dengan mengutuk..mencaci maki…atapun mengafirkan orang yang berpendapat dan berkeyakinan berbeda dengan kita. maju terus..pantang mundur…omonganmu bukan tanpa dasar..omonganmu bisa dipercya karena kamu dah banyak percaya dan secara ilmiah bisa dipertanggungjawabkan. jangan takut klo kamu dicekal atau difatwa!!!

29 06 2008
esensi

Saya sependapat dengan komentar Ahmad di atas. Inilah yang sebetulnya pula ingin disampaikan oleh film Wilders tempo lalu, bahwa mayoritas orang Islam lebih cepat marah dan emosi tanpa timbang-pikir, dan langsung main vonis seenaknya. Bukankah lebih baik menampilkan Islam Ramah ketimbang Islam Marah?

Salam,

29 06 2008
dana

Ulil kan cuma jujur pada dirinya sendiri, bahwa dia tidak tahu apa mukjijat-mukjijat tersebut benaran terjadi atau cuma metafora.

Nah, sekarang anda-anda yang menghujatnya, apa sudah jujur pada diri sendiri? :mrgreen:

29 06 2008
Hamba

Orang mencaci maki si ULIL bodoh dan keblinger ini krn orang sudah tahu sepak terjangnya selama ini. Semua opininya selalu mengkaburkan ttg kebenaran Islam. Sudah banyak nasehat yg disampaikan kepada orang bodoh satu ini, namun krn kebutaan mata hatinya tdk bisa berubah. Maka bila ada orang yg ikut-2 atau sejalan dgn pikiran si keblinger ULIL, maka setali tiga uang sama-sama BODOHH..!!!!Gelap mata hati jauh dari hidayah.

29 06 2008
michael

masing2 orang itu punya cara pandang sendiri ga bisa harus setuju atau tidak..
biarlah masing-masing menjadikan itu sebagai bagian dari perbedaan pendapat…

30 06 2008
arifrahmanlubis

yang meragukan kebenaran Al Quran, akidahnya kacau.

bagi seorang muslim, kebenaran wahyu adalah mutlak. kalau akal dan pengetahuan belum sampai, maka seorang muslim harus mengakui bahwa saat ini akal belum sampai. jangan malah mengkalim dan berprasangka buruk terhadap wahyu Allah seperti om ulil ini.

buat yang JIL atau yang bermain2 dengan akalnya, silahkan dikaji ayat ini :
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? (QS Fushshilat: 53)

30 06 2008
oky

Sebenernya Mas Ulil ini gak konsisten dengan perkataan2 dan omongan2nya, dia selalu meragu-ragukan ajaran Islam dan Al Quran dan meragukan apakah agama Islam itu benar atau tidak tapi kenapa dia masih beragama Islam? menurut saya tujuan yang tampak selama ini dari tindakan dan perkataan2nya adalah untuk nyari makan aja, soalnya dia dibiayai tuh sama orang yang dibelakangnya untuk ucapan2 dan perkataan2nya, bahkan si Ulil itu ngaku sendiri waktu wawancara di TV perkataannya adalah titipan dari orang lain.

30 06 2008
Qori

biar iman kita yg bisa menjawab,liat saja nanti diakhirat ulil tuh akan ditertawakan setan.

30 06 2008
daeng limpo

Yah, mungkin Ulil sedang mencari jati dirinya. Ulil sepertinya bukan tidak mengakui kemukjizatan, hanya berusaha menalar tentang hal tersebut. Namanya mukjizat….bagaimana manusia bisa menalarnya….? mungkin ada yang bisa berbagai….? atau Ulil sendiri…?

30 06 2008
Roni Azmi,SHI.MH

si ulil itu ilmunya hanya segelintir jagung sudah berani berkomentar tentang al qur’an ato bisa jadi dia orang islam yang tidak punya pengetahuan… ato orang yahudi dan ikhwannya…, satu hal yang perlu diluruskan bahwa AL-QUR’AN ITU TIDAK ADA KERAGUAN DIDALAMNYA.. dan juga SEMUA YANG ADA DIDALAM AL-QUR’AN BENAR…. dan jika ingin mengkaji isi dan hikmahnya belajarlah dahulu ILMU TAFSIR….

30 06 2008
fajar

Sesungguhnya pada pergantian siang dan malam itu ada tanda-tanda kekuasaan Allah pada manusia yang mau berpikir.

30 06 2008
lina

ya menurutku tetap positif thinking aja
apa yg dia ceritakan adalah pendapatnya
setiap orang bebas berpendapat kan?

memang sih saya juga mendengar hal ini bukan sesuatu yg baru
ada yg bilang al quran itu isinya ya cuma secita legenda masyarakat yahudi dan sebagian yg lain isinya dari alkitab orang kristen
soalnya islam muncul berapa ratus tahun setelah yahudi dan kristen ada kan?
dan begitu juga al quran

maaf ya bukannya mau bikin konflik
tapi ya setau saya memang yahudi itu agama tertua di dunia

2 10 2009
uut ihsan

baca lagi sejarah yahudi non ..

1 07 2008
Farijs van Java

yah, si ulil didengerin…

(^_^)v

mending dengerin si komo ajah. hwehe…

2 07 2008
avatar

Menurut saya, tidak ada salahnya bagi seorang Ulil berpikir demikian. Karena dia sedang “mencari”. Resiko mencari itu bisa jadi dia sesat, tapi bisa jadi pula dia menemukan kebenaran hakiki. Saya lebih suka orang yang mau berpikir seperti dia daripada orang yang hanya ikut2an tanpa mengetahui alasannya.
Ada sebuah cerita, bahwa seorang wanita pada saat memasak ikan selalu saja memotong kepala ikan dan ekornya. Sampai suatu saat putrinya bertanya, “Kenapa ibu pada saat menggoreng ikan selalu saja memotong kepala dan ekornya?”. “Ya, karena nenekmu selalu saja demikian”, jawab ibunya.
Tidak puas dengan jawaban tersebut, gadis itu mencari neneknya dan bertanya, “Nek, ibu bilang nenek selalu memotong kepala dan ekor ikan pada waktu menggorengnya. Kenapa?”. Neneknya menjawab, “Tentu saja, karena itulah yang dilakukan ibuku yaitu nenek buyutmu dulu”. “Apakah nenek pernah menanyakan hal itu pada nenek buyut?”, jawab si gadis. “Tanya saja nenek buyutmu”, jawab neneknya.
Karena kebetulan nenek buyut gadis itu masih hidup dan sudah sangat tua, maka bertanyalah gadis tersebut pada neneknya, “Halo nenek buyut, aku mau tanya. Kata ibu dan nenek, nenek buyut selalu memotong kepala dan ekor ikan pada waktu menggorengnya. Kenapa?”
“Masa sih?”, kata nenek buyutnya. “Sebesar apa penggorengan mereka?” lanjut nenek buyutnya.
“Cukup besar kok. Bahkan cukup besar untuk menggoreng dua ekor ikan sekaligus”, jawab gadis itu.
“Ha ha ha ha … Nenek dan ibumu itu aneh. Dulu nenek buyutmu ini selalu memotong kepala dan ekor ikan karena penggorengan nenek kecil dan tidak cukup untuk menggoreng satu ekor ikan. Jadi supaya cukup ya nenek buyut potong kepala dan ekornya”.

Dari cerita di atas bisa diambil moral bahwa kadang2 kita meniru seseorang tanpa tau alasan2 yang ada di baliknya.

Sekarang coba kita pikir …
Seandainya memang semua sumber ilmu terdapat dalam al Quran, mengapa justru lebih banyak orang non muslim justru yang selalu menjadi penemu? Mengapa justru mereka yang “menguasai dunia”?

Karena MAAF, menurut saya orang islam sebagian besar malas berpikir atau mungkin bisa saya bilang takut untuk “mencari”. Takut kafir, takut sesat? Mungkin.

Dalam lingkaran “ketakutan” itulah yang membuat pada muslim jadi takut memikirkan akan Allah. Mereka hanya berdzikir (mengingat), tapi mungkin belum berpikir.

Banyak orang yang mengatakan “membaca” Quran disebut “mengaji”. Padahal beda sekali antara membaca (melafalkan Quran) dengan mengaji (mengkaji).

Ayo bro, jangan pakai emosi. Kita tetap bisa mendapatkan hikmah sekaligus dengan orang gila sekalipun. Belum tentu pesan yang disampaikan oleh orang gila adalah pesan gila. Masih terkandung beberapa kebenaran dalam pesan tersebut.

Justru dengan adanya orang seperti Ulil itu, kalau saya jadi Anda dan bisa bertemu dengan dia, saya akan berdialog dan tukar pikir dengan dia. Karena saya rasa, seandainya Rasulullah yang membaca (ya paling tidak dibacain lah, kan Beliau buta huruf) tulisan Om Ulil itu, saya yakin tindakan Beliau bukan marah2. Melainkan Beliau akan mencoba bertemu dengan Om Ulil untuk berdialog dan mencoba meluruskan jika Om Ulil salah.

Bukankah selama ini Beliau membangun Islam dengan PEACE? Bukan dengan memaki? Dan sebagai informasi buat orang2 yang mengatakan Islam dibangun dengan pedang, bacalah riwayat Rasulullah dulu. Beliau perang karena mempertahanakn diri dari serangan bukan memaksakan Islam. Karena logikanya, kepemimpinan yang dibangun dengan kekerasan tidak akan bisa besar dan bertahan lama. Tapi buktinya besar dan tahan lama (kaya batre ABC) kan?

So ….
Apakah Anda setuju?
Have a nice day.

2 10 2009
uut ihsan

dan dy belum tau apakah dy akan sesat atau malah menemukan yang hakiki,bukannya kita ngambil resiko yang terkecil y ? ingat bung,ini bukan masalah goreng ikan,tapi ini agama,urusan dengan tuhan sang pencipta kita,kita tau karena kita belajar,tapi bukan dengan sok tau,boleh berpikir tapi dengan berbagai pertimbangan dan sumber-sumber yang jelas,banyak rujukan yang sudah ahli,mengapa harus dipikir sendiri dengan merasa benar sendiri dan tak mau sharing ???

3 07 2008
Bansir

Sahabat-sahabat nabi dan para ilmuan islam adalah penemu dunia ini jauh sebelum columbus penemu benua amerika ilmuan islam sudah membuat peta dunia dengan bola dunia dan ini diakui oleh orang Barat, begitu juga dengan ilmuan-ilmuan lainnya karena mereka (ilmuan islam) mau berpikir dan mengkaji Al-Qur’an pada zaman dahulu islam itu jaya, kenapa islam sekarang menjadi mundur? karena hasut dan dengkilah menjadi penyebabnya, orang tidak mengamalkan ajaran islam melalui Al Qur’an dan hadist Rasullullah. Pada zaman ini orang mengaku paham islam tapi sebenarnya tidak paham, banyak islam lulusan Barat yang menterjemahkan islam sesuka hatinya sesuai dengan pemahaman ahli filsafat bukan ahli hadist, tafsir atau tidak paham bahasa arab yang benar. Bagaimana mana bisa mencerna Al-Qur’an kalau bahasa arabnya belajar di Amerika atau di Eropa tidak belajar di negeri asal Al Qur’an itu. Belajarlah dengan ikhlas tanpa syak wasangka, berpikir buruk belajarlah pada yang benar-benar ahlinya. Takutlah kepada Allah semata-mata jagan diperbudak oleh pikiran yang merasa diri benar. Ya Allah bukakanlah pintu hidayahmu kepada kami yang tidak mengerti jauhkanlah kami menghina agamamu dan Rasulmu dan orang-orang mulia yang berada dijalanmu. Hancurkanlah mereka yang berniat memecahbelah agamamu.
Wassalam Bansir

24 01 2009
Afif

manusia2 seperti ulil selalu memojokkan islam dengan pemikiran2 nalar. dan anehnya lagi kenapa hanya islam saja yang dia pojokkan, seakan akan ingin meracuni pemikiran islam. padahal dalam islam jika ingin menerjemahkan sebuah kata2 pemikiran harus berlandas Al Quran. sebagai bukti kita tunduk pada Allah

21 06 2009
Reza Tri

TOBATTTTTLAHHH… SEBELUM TERLAMBAT!!!!! DARIPADA MENYESAL KEMUDIAN!!!! ULIL BODOH,,,SEMOGA KAMU MENEMUKAN JAWABANNYA SETELAH KANMU MENINGGALKAN DUNIA NANTI…………..

14 09 2009
arif

kalau ajal udah menjemput disitulah terkuak kebenaran, dan kata kata akan di pertangung jawabakan,penyesalan tiada berguna. Lailaha illallalah

2 10 2009
uut ihsan

hahahaha,tanyain aja agama dy apa,klo gak yakin gak usah peluk agama,mending jadi komentator agama,biar gak ngerusak nama agama yang dy anut

14 10 2009
Cinta Sesama

Mbok yang misuh-misuh itu coba nulis tentang mukjizat dan cara merenungkan ke-Maha Kuasaa-an Allah di dalam keseharian kita dengan bahasa yang runut dan bombastis!!!
Kalo bisa, bolehlah sedikit misuh2 (hehehe dan perbaikilah kesalahan dengan perbuatan baik) Pernah dengar atau membaca cerita tentang umat Nabi yang paling bangkrut? Coba dibaca lagi kalo belum nanti tak kasi ceritanya.

Tinggalkan komentar