Pemikiran Aneh Ulil Abshar Abdalla ( 1 )

26 06 2008

Saya akan menuliskan seluruh pemikiran Ulil yang super aneh dan “mendekati” sesat selama beberapa seri, sebagai pengetahuan bagi kita mengenai Jalan Pemikiran Islam Liberal :

Boston “Hijau Royo-Royo”

June 20th, 2008 · 2 Comments

Hari ini, Kamis 19/6/2008, kota Boston benar-benar banjir warna hijau. Meminjam istilah yang terkenal di Indonesia, Boston menjadi “hijau royo-royo”. Tentu, hijaunya kota Boston tak ada kait-mengaitnya dengan pelaksanaan syariat Islam atau menangnya sebuah partai berasaskan Islam.

Boston menjadi hijau royo-royo karena hari ini, Kamis, 19/6/2008, warga kota itu merayakan kemenangan tim basket kebanggaan mereka, Celtics. Di mana-mana, orang-orang memakai kaos hijau, warna khas tim itu. Dalam game keenam final NBA pada 17 Juni lalu, Celtics menang atas tim LA Lakers dengan skor telak 131-92. Kemenangan Celtics melengkapi kemenangan Red Sox, tim baseball kota Boston, atas Colorado Rockies dalam final World Series pada bulan Oktober tahun lalu.

Tentu kemenangan dua tim itu akan menjadi sempurna jika saja dalam final Super Bowl tahun lalu, Patriots, tim football kota Boston, berhasil mengalahkan New York Giants. Sayang sekali, Pats, nama panggilan untuk tim Boston itu, kalah dari Giants. Jika saja Patriots menang, maka lengkaplah julukan Boston sebagai “The Capital of Champ”, kota juara.

Setelah jam sekolah selesai pada pukul 12 siang (hari ini adalah hari terakhir sekolah anak-anak untuk tahun ini, sehingga mereka bubar agak awal), saya langsung mengajak mereka (tentu bersama isteri saya, Ienas Tsuroiya) ke pusat kota untuk melihat parade kemenangan Celtics. Sayang sekali, saat kami sampai di sana, parade sudah selesai. Meski demikian, massa fanatik pendukung Celtics masih berkerumun di berbagai sudut kota. Warna hijau tumpah ruah di mana-mana.

Di sebuah sudut Boston Common (taman kota yang menjadi jantung kota Boston, semacam Central Park di New York), saya melihat tiga gadis remaja memakai jilbab, salah satu di antaranya memakai kaos seragam Celtics warna hijau dengan nomor punggung 5. Di atas angka itu, terdapat kata “GARNETT”. Kevin Garnett adalah pemain depan andalan Celtics yang pada pertandingan akhir kemaren melawan LA Lakers mencetak point tertinggi bersama Ray Allen dan Paul Pierce.

Bagi saya, seorang gadis berjilbab, memakai kaos tim basket Amerika, dan berdesak-desak di antara massa yang merayakan kemenangan tim basket sebuah kota di Amerika, tentu pemandangan yang sangat menarik. Saya buru-buru mengeluarkan kamera. Saya menjepret mereka dari belakang, dan sengaja nomor punggung dan nama GARNETT saya “close-up”. Saya ingin merekam dan mengabadikan pemandangan yang menarik itu.

Isteri saya tiba-tiba usul: kenapa tak minta foto bareng bersama mereka. Isteri saya mendekati mereka dan minta izin untuk foto bareng. Mereka ternyata senang, mungkin karena melihat isteri saya memakai jilbab. Mereka mungkin merasa mendapat seorang “teman sesama pemakai jilbab” di tengah-tengah massa yang tak berjilbab. Mereka, mungkin, merasa menemukan keintiman di tengah-tengah massa yang “tak berwajah”.

Selesai saya jepret, isteri tanya nama mereka, terutama gadis yang memakai kaos Celtics itu. Sungguh suatu kebetulan, nama gadis itu sama dengan nama isteri saya: INES. Dia tanya, anda dari mana. Isteri saya bilang: dari Indonesia. Mereka berbinar-binar. Lalu, isteri saya bertanya balik, anda dari mana. Mereka ternyata berasa dari Mesir.

Gadis berjilbab dengan jeans ketat dan kaos Celtics itu, di mata saya, mewakili suatu gelombang baru anak-anak muda Islam yang sekarang tinggal di Amerika. Mereka adalah bagian dari masyarakat Amerika. Mereka menghayati kultur populer yang ada di Amerika, salah satunya adalah kultur olah raga. Tetapi, seraya dengan itu, mereka tetap menjaga salah satu identitas keislaman, yaitu jilbab. Meskipun di mata saya jilbab bukan satu-satunya pakaian yang “Islami”, tetapi di mata banyak masyarakat Islam, termasuk di Amerika, jilbab jelas mempunyai kedudukan yang istimewa di antara pelbagai jenis pakaian yang lain. Di mata mereka, jilbab tetap dipandang sebagai cerminan dari identitas keislaman yang membedakan mereka dari masyarakat yang lain.

Menjadi seorang wanita Muslimah tentu tak berarti mengisolir diri dari masyarakat sekitar dengan menutup seluruh tubuh dengan pakaian tradisional ala masyarakat Afghanistan seperti Burqa. Menjadi Muslimah yang baik bisa terlaksana dengan jilbab, plus jeans, dan kaos yang melambangkan kebudayaan populer masyarakat Amerika. Dengan kata lain, jilbab bukanlah halangan bagi wanita Muslimah untuk melakukan asimilasi dalam kebudayaan lokal. Jilbab bisa bersandingan secara damai dengan ekspresi kultural masyarakat setempat.

Saya sungguh senang melihat pemandangan gadis berjilbab, dengan celana jeans dan kaos Celtics di tengah-tengah kota Boston itu. Itulah lambang “koeksistensi” antara Islam dan budaya lokal, antara keislaman dan keamerikaan. Keislaman dan keamerikaan bisa saling berdialog, membaur, saling memperkaya.

Kaum Islam fundamentalis di mana-mana mengira bahwa menjadi Muslim sama saja dengan menyingkirkan budaya lokal yang dianggap sebagai mengotori kemurnian Islam. Mereka menganjurkan umat Islam untuk menegakkan “dinding isolasi” yang tebal antara Islam dan non-Islam melalui konsep “al-wala’ wa al-bara’“, loyalitas dan dis-loyalitas, konsep yang dipopulerkan oleh Ibn Taymiyah itu.

Yang menggelikan adalah bahwa kaum Islam fundamentalis itu menganjurkan kembali kepada Islam yang “murni” dengan cara mengadopsi simbol-simbol kearaban. Mereka mengira bahwa memelihara jenggot, memakai jubah putih dan sorban, menutup seluruh tubuh perempuan rapat-rapat (sehingga perempuan mirip sebuah rumah siput yang berjalan beringsut-ingsut) adalah identik dengan Islam yang murni. Mereka tak sadar, bahwa itu semua adalah budaya Arab yang tak harus identik dengan Islam itu sendiri.

Kaum Islam fundamentalis tak sadar bahwa menjadi Muslimah yang baik bisa diterjemahkan melalui penutup kepala (tudung), celana jeans, dan T-Shirt yang melambangkan sebuah kebudayaan populer di masyarakat modern.

Gadis Mesir dengan kaos Celtics di tengah kerumunan massa di tengah kota Boston itu menandakan bahwa jilbab bisa menjadi sarana untuk asimilasi, bukanlah isolasi.


Tindakan

Information

26 tanggapan

29 06 2008
ahmad

saya setuju dengan kamu ulil. mengapa? karena islam tidak bisa diidentikan dengan busana. busana adalah ungkapan lokal dan kultural. namun pada titik ini trletak problemnya. mengapa saya katakan problem??? karena sulit untuk memisahkan antara pesan iman atau inti iman yang diwahyukan dari bungkusan budaya. wahyu selalu terkait dengan budaya lokal di mana wahyu itu disingkapkan kepada Nabi. wahyu yang diterima Nabi terkait secara erat dengan budaya yang dihidupi sang Nabi. maka, agak sulit untuk memilah-milah mana yang menjadi isi dan mana yang menjadi bungkusnya doang. maka sikap yang terpenting adalah JANGAN SAMPAI JATUH PADA PEMUTLAKAN DENGAN MENEGASI PENDAPAT YANG LAIN. oki, jika orang masih menghargai busan sebagai sarana untuk menjaga kesucian diri, mengapa tdak??? Asal busana tersebut tidak dipolitisir oleh pasar ataupun menajdi simbol superioritas kamum pria atas wanita. Maka, baguslah kendatipun kamu mengkritik pemutlakan atas identifikasi mutlah inslam dengan busana dan tampilan lahiriah tertentu yang kesannya keArab-Araban, kamu tetap juga memberi kebebesan dan kelonggaran kepada sang instri tercinta untuk tetap berjilbab menurut kata hatinya. inilah sikap yang tetap terhadap pilihan cara hidup yang diyakini yang lain sebagai benar. karena itu, Islam di Indonesia harus mampu juga berdialog dengan budaya lokal, busana lokal dan tradisi lokal tanpa harus tunduk sepenuhnya terhadapnya. karena Islam juga harus mampu mengkritisi semua yang bersifat lokal kedaerahan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. mengapa dialog ini penting??? Karena dengan demikian, kita tidak pernah dijajah oleh budaya asing yang dulu datang mengislamkan kita, melainkan bisa menghidupakan keislaman kita dengan kebudayaan ita sendiri. akan tetapi, tetap juga kristis terhadap unsur-unsur kebudayaan kita yang korup dan menajdi sumber dosa. inilah hakekat iman yang terus menerus berdialog dengan konteks di mana iman itu hidup…teruslah berpendapat Ulil..berikanlah pencerahan kepada kami…namun saya tetap memakai sorban..jubah putih..dan memelihara jenggot..karena saya melakukannya dengan penuh kesadaran bukan asal arab-araban. tetapi, saya juga menngharagi arti penting dari kritikanmu. maju terus..meski kamu dicap anteknya amerika…dan menjual Islam demia sesuap nasi…anggap sepi saja semua komentar yang tidak cerdas seperti itu, yang menunjukkan kebodohan dan kepicikan cara berpikir bagaikana katak di dalam tempurung. sebab dunia akan terus berubah. globalisasi telah melipat dunia ini menjadi sebuah kotak kecil berupa TV,Radio dan layar komputer internet. dalam situasi yang demikian, Islam masa depan harus berani tanggap dan terbuka dengan roh zaman agara masihtetap dikatakan relevan. jika tidak, maka suatu ketika Islam akan dianggap sebagai sebuah artefak atau peninggalan bersejarah tanpa adanya makna sama sekali untuk manusia post modern ini. jangan sampai Islam akan ditiinggakan banyak orang, karena Islam tidak lagi bisa dipahami dari perspektif orang post modern. wajah Islam masa depan haruslah wajah Islam yang dioalogal dalam berbagai aspek kehidupan dengan realitas diluara dirinya. jika tidak, maka orang Amerika,Eropa, dan dunia pada umumnya akan melihat Islam sebagai wajah yang penuh teror….contoh yang anda angkat sungguh sangat2 menarik karena menampilkan potret Islam masa depan yang tetap berpegang pada ajaran dan tradisinya tanpa harus terlebur sepenuhnya di dalam kultur pop Amerika,wajah yang penuh kelembutan dan tidak mengancapm kepada yang lain, wajah yang mampu berasimilasi dengan kultur setemapat yang bisa mengubah cara pandang orang yang negatif tentang Islam. jadilah seberkas sinar yang menyinari kultur amerika yang sudah mulai sekular, tampilkanlah wajah yang lain kepda dunia setelah citra Islam dirusakan oleh berbebagai bentuk kekean dan terorisme fundamentalis yang mengatasnamakan Islam!!!! Ubahlah perlahan-lahan citra Islam yang indentik dengan teroris, yang membuat orang-orang dari Asia, Arab, dan Mesir kesulitan untuk memasuki tanah eropa dan amerika untuk studi ataupun bekerja. sukses selalu. semoga studimu selesai tepat pada waktunya.

29 06 2008
Hamba

Ahmad dgn ULIL setali tiga uang, sederhana saja kalian sangat-sangat kerdil dalam berfikir. Perdalam lagi ilmu kalian ttg Islam. Ingat sekali ingat. Kebenaran itu tak pernah lenyap dari muka bumi. Semakin berbusa mulut anda berbicara dan menafsirkan Islam ke arah yg sesat, semakin banyak pula yg mengungkapkan kebenaran atas hidayah Allah. Kasihani diri kalian sebelum kematian menjemput yg kalian sendiri tdk pernah tau kapan datangnya. Ingatlah itu….tobatlah

4 07 2008
oky

Sangat aneh sekali Jika Ulil yang mengagung-agungkan kebebasan justru tidak setuju dengan orang yang memakai burka atau jilbab dengan pakaian longgarnya. Sekali lagi ketidak konsistenan antara perkataan2 anda Ulil semakin mencerminkan bahwa yang anda ingini selalu hal-hal yang menyudutkan orang-orang Islam. Saya berdoa semoga anda diberikan pintu hidayah untuk menilai dengan logika dan juga hati anda secara lebih objektif dan adil. Bukankah anda sendiri memuja kebebasan? jadi kenapa anda tidak membiarkan saja orang2 Islam mengikuti budaya yang mereka yakini yaitu memakai burqa maupun jilbab yang tertutup rapat tetapi tidak menunjukkan lekukan2 tubuh. Jangan menjadi orang plin plan dong, apa anda juga sudah sangat terdoktrin dengan standar ganda Amerika yang katanya menjunjung perdamaian tapi justru menebarkan teror2 dan pembunuhan2 di Iraq dan Afganistan? Otak anda sama sekali tidak cerdas.

6 09 2008
rahmat

koran Washington Post, menukil pendapat Madeline Zilvi, seorang dosen universitas Maryland, menulis, “Hijab
adalah sebuah kata yang mengandung makna mendalam. Baik di dalam maupun di luar negara-negara Islam, hijab
selalu memancarkan makna-makna yang luas, diantaranya ialah sikap tegas menentang dekadensi moral dan sebuah
perilaku beragama yang sangat kokoh dan kuat. Hijab bersumber dari akar Islam, Al-Quran, Kitab Suci muslimin,
memandang hijab sebagai suatu keharusan untuk menutup tubuh perempuan. Saat ini, proses cepat kecenderungan
wanita Barat kepada hijab, membuat saya penasaran. Saya berkali-kali menyaksikan masalah ini di fakultas tempat saya
mengajar, dimana Islam telah memberikan identitas yang sangat agung kepada kaum perempuan.”
jadi : Yang bikin repot & g maju itu bukan jilbab tapi mulut manafiq dan kafir yang tak ilmiyah kaya ulil & ahmad..atau orang kafir..yaa jelas kalau kafir tak setuju meskipun katanya kebebasan pendapat..berekspresi dan slogan demokrasi yang palsu tak akan henti..mari yg sadar kembali ke pangkuan Ilahi g usah ngomong tanpa bukti dan metodologi ulil juga tak jelas..akhirnya taqlid buta kepada penguasa dollar ” Bush cs ” selamat masuk neraka kalau tak mau tobat..ayoo ngeyel lagi tunjukkan argumen yg logis bukan akal-akalan melulu..!!???

29 10 2008
ariss

@ Oky

Saya berdoa semoga anda diberikan pintu hidayah untuk menilai dengan logika dan juga hati anda secara lebih objektif dan adil. Bukankah anda sendiri memuja kebebasan? jadi kenapa anda tidak membiarkan saja orang2 Islam mengikuti budaya yang mereka yakini yaitu memakai burqa maupun jilbab yang tertutup rapat tetapi tidak menunjukkan lekukan2 tubuh

Hng… memangnya pintu hidayah… kek tukang meubel saja Anda ini :lol:
.
Jangan dilupakan, bahwa Ulil memandangnya dari perspektif kultural bangsa kita. Coba Anda sedikit membuka mata, bagaimana pemaksaan syari’at di negeri ini oleh sekelompok golongan yang mengaku sebagai kalangan yang paling benar dan mengaku bahwa tafsir adalah otoritas milik mereka sendiri. Ulil tidak menggugat, apalagi memaksa. Ia hanya memperkenalkan perspektif, dan ia ingin agar kita meninjau kembali wacana seperti ini. Lagipula, yang menjadi sorotan Ulil hanyalah satu; yakni apakah pakaian adalah representasi kesalehan (mutlak)?

22 12 2008
hanggono

Kebenaran tertinggi miliki Allah, janganlah saling menghakimi dengan pengetahuan yang secuil. Saling menasehatilah dalam kebenaran, pertahankan pendapat dan keyakinan untuk diri sendiri, karena satu kata satu ayat bisa menjadi ribuan tafsir bagi tiap manusia. Perasaan merasa benar berarti mewarisi sifat syaitan yang merasa lebih dari ADam. Kebenaran mutlak milik Allah.

16 02 2009
imam demak

saya yakin kang ulil menilai semua itu dengan brlandaskan rahmat yang turun dari perbedaan… met berda’wah mas ulil…. buat islam ini harum di negara2 pemuja tehnologi.

9 03 2009
massto

buat harum atau buat makan???
yang bener aja?!
JiL artinya jualan islam Lho..!!!
mo islam segala macem,..dari jaman islam baru masuk nusantara juga ada!! cuma sekarang banyak yang koar2 islam berdasarkan pesanan,..salah satunya si ulil in JiL ini!!!

udah jujur aja dapat dana dari mana si JiL ini???

11 03 2009
firas

toek semua: gimana islam itu juga mau maju atau kembali jaya kayak jaman khulafaur rasyidin…klo kebebasan berekspresi dan berfikir umat itu dibatasi oleh perasaan saling benci dan saling hujat karena adanya perbedaan tentang bagaimana kita melihat islam seperti apa islam seharusnya.saya yakin ulil itu juga mempunyai dalil-dalil dan argumen yang kuat dalam menyampaikan hasil pemikirannya,ulil itu cerdas. bagaimanapun juga ga pernah ada peradaban yang hancur dikarenakan kebebasan berfikir kehancuran bangsa itu lebih banyak disebabkan karena rendahnya kualitas berfikir manusia.wass

18 04 2009
cintaAllahdanRosul

ulil..tanganmu, mulutmu, nafasmu, matamu, telingamu, seluruh tubuhmu yang kamu gunakan untuk menghujat hukum Allah adalah milik Allah.Bahkan pelecehan terhadap hukum Allah kamu sempurnakan dengan memakan harta dari hasil pekerjaanmu itu. Sungguh luar biasa! Kamu termasuk salah satu orang di dunia ini yang memberi makan dirimu dan keluargamu dari hasil menghujat hukum Allah.Kalau tidak bertobat, saya doakan kamu lumpuh total bertahun-tahun sebelum tewas dengan kondisi mengenaskan. Meskipun doa ini tidak sebanding ‘kekejaman’ yang kamu lakukan terhadap hukum Allah. Atau Allah sendiri yang akan menghukummu lebih pedih dari yang saya doakan. Saya melakukan ini atas nama kecintaan saya terhadap Allah dan Rosulnya. Apakah ulil akan diam seribu bahasa jika anak perempua yang ulil cintai diperkosa rame-rame oleh laki-laki yang biadab? Demikian juga saya tak mungkin hanya diam ketika hukum-hukum Allah ‘diperkosa’ oleh orang biadab sepertimu. Dan makan dari hasil perkosaan. Mohon maaf, kalimatku mungkin lebih santun dari kekejaman yang engkau lakukan terhadap Allah atas nama kebebasan.

30 06 2009
abd. rozak

mas ulil emang sering membuat kita kaget dengan tulisan kontroversialnya, hanya pesan saya tulisan mas ulil harus berangkat dengan pemahaman yang baik terhadap nash nash al quran,kitab kitab salaf dan pemikiran kontemporer saat ini.

14 07 2009
Siti Jenar

Mas Ulil teruskan menulis… Selama ini Islam memang dipahami harus = Arab. Dan malaikat2Nya dianggap hanya bisa paham bahasa arab. Ini sama saja mengecilkan Alloh/Allah/Yehovah/God/Tuhan.

14 07 2009
Darmogandul

Ngga ada yg aneh dari pemikiran Ulil. Yang aneh justru yg memahami. Pemahaman bisa berbeda tergantung dari sudut pandang mana dilihat. Kalo mau adil lihatlah ajaran Tuhan itu dari sudut pandang universal, bukan hanya dari bangsa Arab. Karena Tuhan tidak hanya menciptakan bangsa arab, masih ada bangsa2 lain bahkan makluk2 di planet lain, yg ngga ke jangkau dari bumi. Di sana sangat mungkin Tuhan menurunkan utusan juga spt Nabi Muhammad, cuma nama dan bahasa berbeda. Dan baju2 di sana mungkin tidak pakai jilbab. Dan Tuhan juga mewahyukan kpd lebah dan binatang lain, shg walopun tidak pernah belajar tapi kawin dan memelihara anak2nya karena punya insting. Dan insting itu sebenarnya wahyu Tuhan.
Kok pada ributin soal kulit sih….

14 07 2009
mBahDukun

CakUlil itu bukan orang goblog, dia itu cerdas dan maju. Kelemahan umat islam adalah TIDAK BISA MENERIMA perbedaan pendapat. Padahal Nabi SAW sendiri menjamin “perbedaan pendapat di antara umatku adalah rahmat”. Selama ini memang kebanyakan pengajian dan para pendengarnya dicekokin dg DOGMA shg bodoh terus. Yang berjenggot dan pakai sorban dianggap lebih agamis dan doanya lebih makbul. Justru dg perbedaan pendapat ini akan diadu mana pemahaman kebenaran yg hakiki. Kebenaran hakiki adalah bersifat umum dan tidak memihak. Itulah kebenaran Tuhan yg Maha Adil dan Bijaksana. Seperti halnya hukum alam, sbg Sunatullah. Pemahaman manusia thd alam akan terus diadu dalam jurnal ilmiah. Dan di atas kebenaran selalu ada kebenaran sampai kebenaran puncak yaitu Tuhan Semesta Alam. Ilmu Pengetahuan & Teknologi adalah juga wahyu Tuhan yg dipelajari manusia. Dan selalu berkembang. Perbedaan pendapat di antara para ilmuwan bukanlah utk berseteru tetapi justru utk membuktikan mana yg teruji dan mana kalah uji, Utk mendapatkan kebenaran sejati. Kenapa hal ini tidak bisa dilakukan oleh kalangan ilmuwan agama? Sangat naif !

10 11 2009
Rio Abdullah

Mbah dukun, hadist yang Anda kutip itu TIDAK SHAHIH baik sanad maupun matan. Silakan pelajari lagi. Komentar saya: Kalau perbedaan dianggap rahmat maka persatuan adalah laknat. Wah berbahaya sekali implikasi dari pernyataan Anda.

16 07 2009
HPA

emank jilbab itu kewajiban ya? yang saya tau banyak istri2 sahabat nabi yg tidak memakai jilbab, nabi tak pernah keberatan apalagi memaksa mereka… buat apa jilbab kalau pakaian ketat? mending kayak perempuan2 malaysia, gak pakek jilbab, tp pakaiannya lebih merefleksikan islam ketimbang perempuan2 kampus pake jilbab di indonesia…

dan bagaimana ketika matahari sedang2 terik2nya jika perempuan tidak boleh melepaskan jilabnya, bayangkan jika anda sendiri sebagai perempuan…

aneh, orang menganggap kalo perempuan gak pake jilbab akan diperkosa, laki2 dianggap makhluk buas maniak seks… sangat menghina, saya sendiri sebagai laki-laki tak pernah libido saya naik ketika melihat rambut perempuan. dan justru di negeri arab sendiri yang perempuan2nya rata2 memakai burqa, yang tampak cuma sendal jepit, tapi tingkat pemerkosaan tertinggi di dunia, malahan dianggap tempat terburuk bagi perempuan karena di arab sana bagian tubuh wanita yang bagi warga negara lain hal yang biasa justru bagi mereka bisa membuat gairah seks laki2 memuncak, bahkan hanya dengan melihat sandal jepit perempuan.

25 07 2009
bimbi

perbedaan pendapat bknlach alasan bwt kita unt menjelekan orng,janganlah prnh mersa malu unt mengakui kebenaran dari seseorng,krn setiap orng mempunyai kelebihan dan kekurangn,mka sbgai manusia kita harus saling melengkapi,islam bkn lach arab walaupun islam di turunkan di tanah arab,islam bknlach memperpanjang jenggot,atau yg lainnya.dan iman seseorng tdk bisa di nilai mutlak dari cara berpakaian.marilah kita berlomba membuat islam menjadi agama rohmatan lil alamin,sehingga setipa orng akan merasa tenang dan aman dngn mendengar kata islam,dan berlomba menjadi hamba allah yg beriman,cerdas,berakhlaq mulia,dan mempunyai hati.

5 09 2009
GajahMada

Setuju…..1000000 x setuju…..
Ahklak agama tidak dilihat dari cara berpakaian dan berbusana, tapi dari cara kita memahami agama dengan toleransi dan keyakinan yang suci.

11 09 2009
ahmad ali akbar albantani

Jah… Ulil Ente ngomong apan sih,,, yu Kita Kopi darat aja…
Ente berbicara tentang kebebasan dalam …
Afwan.. Kalo Istri ente dicicipin sama lelaki laen, ente mau kaga tuh ?
Afwan Jiddan loh….

17 09 2009
sudiutamatumangger

Salom,,,, Maju cak ulil, biarkan aja berbuih org menghujat, entar kan tau, apa yang dimaksud, tanpa kebebasan perbikir mana mungkin ada pengetahuan. Entar lagi kita maju dari mazhab sYiah yang lib, saya berdoa kpd Alloh, agar kita diberi kesehatan, Amen

23 09 2009
Jaka

Ah ulil lagi ulil lagi cape deh!..biarin aja toh otak ulil udah ketutup sama dolarnya bush!salut buat para pendukungnya semoga anda semakin kegelapan

7 10 2009
Ichsan Taufiq

Kalo bgitu cara berfikir mahkul ulil ini..berarti bisa jadi di pedalaman HAWAII sana dibolehkan wanita muslim pake hula-hula (bra tempurung kelapa + daun2an yg menutupi pinggul serta kelamin saja) + jilbab utk menandakan dia wanita muslim..krn pakaian itu lbh dihormati & sgt mengkultur pd daerah itu ketimbang pakaian formal kita skrg…sungguh logika cacat yg dipaksakan..

Saran saya kepada mas ulil..logika manuver pesawat tempur, hanya berlaku di udara dg tatanan2 terbang…jgn sampe anda bawa logika pesawat tempur ke dalam dasar lautan…krn bendanya salah & medianyapun salah..Saya lihat anda sangt sering menggunakan logika2 liar terhadap isu2 penting dalam Islam..

8 10 2009
tsuroyya

Bismillah…
pertama – tama yang harus kita ingat dan yakini adalah bahwa Islam adalah agama yang mempunyai misi rahmatn lil ‘alamiin ( kerahmatan bagi seluruh makhluk dunia ), dari keyakinan ini, kita akan menyimpulkan bahwa Islam adalah kesalehan dan kedamaian yang sangat universal baik kepada personal maupun interpersonal.
salut pada gus ulil, moga Islam yang damai dan penuh rahmat ini tidak terkontaminasi oleh simbol-simbol yang bersifat parsial dan semu….
Wassalam

14 10 2009
Cinta Sesama

ini sebenarnya diskusi menarik sayangnya ada yang ngaku-ngaku Cinta Allah dan Rasul tapi kok mendoakan jelek kepada umatnya RasuluLlah Muhammad? Ahhhh cinta palsu ini pasti….
kalo jilbab itu pakaian wajib, kasihan nenek-nenek kita pasti amal ibadahnya berkurang karena dulu mereka memakai kerudung dan berkain kebaya yang lekak-lekuk tubuhnya menempel pas di pakaiannya…apakah mereka akan kita doakan sebagaimanan kita doakan orang yang bercerita tentang pengalamannya ini? Padahal di masa lalu sudah ada Syeh Nawawi Al-Bantani yang hati-hati dalam berbicara sehingga malu untuk berbicara yang tidak perlu apalagi sampai mengatakan hal-hal yang mungkar di hadapan banyak orang.

14 10 2009
ijul

keragaman suatu karunia menurut saya, gak perlu dimusuhi apalagi sampai menyinggung perasaan dalam menanggapinya … jilbab adalah pakaian .. so what dg pakaian .. krn kebetulan jilbab banyak dipakai di arab yg secara geografis banyak padang pasir / berdebu kalo dianggap cocok atau membuat nyaman pemakai yg di luar habitatnya sah2 aja pun kalo dimodifikasi .. terserah aja yg penting bisa membuat nyaman dan berdaya guna bagi pemakainya

20 10 2009
Sarmed

Kalau sholat budaya Arab bukan ? krn sholatnya orang Jawa nggak gitu. Puasa juga gitu, krn puasanya orang jawa cuman mutih doang. Apalagi naik haji, kenapa cape2 mesti ke Saudi, kenapa nggak thowafnya di Borobudur. Mandi junubnya orang jawa cukup nyemplung di sungai.

Anda para liberalis akan berkilah, bahwa saya tidak bisa membedakan mana yang yang berlaku universal dan mana yang khusus untuk orang arab. Kalau begitu ayo dong buatin daftar dari ibadahnya orang islam, mana yang budaya mana dan mana yang bukan.

Tinggalkan komentar