ITS Kampusnya Para “Burung”

7 06 2008

Wrote by : Annastacy

ITS dari dulu tak lepas dari stigma negatif bahwa kampus ini adalah surganya para kaum Homo. Konon menurut survey hampir 50% mahasiswa ITS adalah kaum Gay, dan parahnya lagi yang 50 % sisanya adalah pasangannya, Hehehe …….1000X , alias 100 % Homo. Joke ini bukannya tak berdasar,  ini dikarenakan kampus “MACHO” ini memang memiliki prosentasijumlah  mahasiswa dan mahasiswinya hampir 70:30. Tak heran jika ITS ditetapkan sebagai kampusnya para “BURUNG”. Menyadari akan besarnya potensi “KEBURUNGAN” yang dimiliki ITS, maka mulai tahun ini ITS menetapkan Kawasan Kampus ITS sebagai Area Konservasi Burung Langka yang dilindungi simak berita ini :

Banyak orang tidak mengira bahwa kampus ITS adalah tempat berkembangbiaknya burung yang dilindungi. Bahkan beberapa spot di ITS diakui sebagai ”surga burung” oleh kelompok pecinta burung liar ITS, Pecuk. Hanya saja, fakta ini belum banyak diketahui oleh civitas akademika ITS yang lain, padahal peluang menjadikan ITS sebagai lahan konservasi terbuka lebar.

Kampus ITS, ITS Online – Saat bercengkerama bersama di taman ITS, pernahkah Anda memperhatikan burung kecil mencari nektar dan meloncat-loncat diantara dahan-dahan Angsana (Pterocarpus indicus), bisa jadi itu adalah Nectarina jugularis atau yang biasa dikenal sebagai burung Madu Sriganti. Atau mungkin saat mengitari lahan basah di dekat perumahan dosen Anda sempat melihat burung putih besar dengan santai mengaduk-aduk tanah basah, bisa jadi itu adalah burung Kuntul Kerbau (Bubulcus ibis). Kedua burung itu adalah species langka dalam skala global dan termasuk burung yang dilindungi oleh pemerintah melalui PP No. 7 Tahun 1999.

Sebenarnya ada tujuh spesies lain burung langka yang menjadikan ITS sebagai habitatnya. Termasuk diantaranya Elang Ular Bido (Spilornis cheela), Cekakak Sungai (Todirhampus chloris), dan Alap-alap Sapi (Falco mollucensis). Burung-burung itu hidup bersama 52 spesies lain di ITS. ”Dari jumlah itu 36 spesies burung di ITS adalah spesies langka dalam skala global,” ujar Agus Satriyono, seorang pengurus Pecuk.

Burung-burung ini ada karena ITS adalah salah satu lahan di kawasan pantai utara Surabaya yang memiliki hutan. ”Habitatnya yang basah (wetland) dan rimbun mengundang banyak burung untuk membangun habitat,” ujar Agus. Burung-burung yang ada di ITS kebanyakan dari famili Ardeidae dan Alcedinidae yang sangat tergantung pada lahan basah.

Spot surga burung yang ada di ITS antara lain adalah stadion ITS dan kampus Politeknik. Dua tempat itu sering disinggahi pecinta burung liar untuk melakukan pengamatan (bird watching). Jumlah itu bertambah saat pergantian musim, banyak burung migran yang menjadikan ITS sebagai tempat persinggahan.

Hanya saja, pembalakan hutan kampus akibat pembangunan mejadi ancaman keberlangsungan hewan-hewan cantik ini. Dari tahun 2004 hingga saat ini jumlah spesies burung yang ada semakin sedikit. ”Mungkin mereka pindah mencari tempat baru, karena hutan kampus di ITS banyak yang hilang,” ungkap Agus.

Agus berharap suatu saat ITS ditetapkan sebagai Kampus Hijau dan tempat konservasi burung liar. Selain menjadi ITS sebagai laboratorium alam hal ini akan menjadikan daya tarik wisata Kota Surabaya yang memiliki semboyan Green and Clean. ”Semoga banyak pihak yang mendukung untuk mewujudkan impian ini,” ujar Agus. (ap/han)





Film Ketika Cinta Bertasbih ( KCB )

7 06 2008

Novel KCB (Ketika Cinta Bertasbih) adalah novel best seller lain karya Habiburrahman El Shirazy yang akan mengikuti novel sebelumnya — Ayat-ayat Cinta — yang akan masuk ke layar kaca. Bersumber dari koran Republika hari ini, 26 Mei 2008, produksi film KCB sudah masuk ke tahap pencarian aktor. Mungkin agak beda dari AAC, audisi untuk KCB yang sekarang ini terbuka untuk umum. Dari sumber yang sama pula katanya dari setiap kota yang dilakukan audisi akan diambil 100 kandidat — jumlah yang mengagumkan. Termasuk Jakarta yang kebagian tanggal 13-14 Juni (kalau nggak salah). Artinya juga akan banyak sekali yang akan kecewa nih mengingat peran utamanya kan cuma 5 orang (Azzam, Anna, Furqan, Husna dan Eliana).

Ada hal yang menarik di tengah fenomena film-film dakwah ini. Meski mengandung nilai-nilai dakwah di dalamnya baik KCB maupun AAC, adalah novel yang menceritakan kisah cinta antara sepasang lelaki dan perempuan. Nah artinya filmnya juga pasti ada scene dimana dua pemeran lelaki dan perempuan itu saling berpegang tangan atau apapun lah yang seharusnya tidak dilakukan antara dua orang yang bukan muhrim — di film AAC scene seperti itu sudah terbukti ada. Kalau di novel mungkin gak apa-apa, karena tokohnya hanya ada di angan-angan.

Melihat animo masyarakat di audisi yang sudah diselenggarakan, tampak kalau yang ambil bagian di audisi adalah gadis-gadis yang berjilbab, termasuk yang sudah berjilbab ihram. Duh mbak-mbak, tetah-teteh, uni-uni dah siap melakukan scene-scene seperti yang saya sebutkan di atas? Sayang banget kalau kalian sampai mengkompromikan keyakinan kalian hanya untuk popularitas.

Kayaknya supaya halal untuk film-film seperti ini dua pemeran utamanya harus suami-istri deh P Jadi harus dinikahkan dulu. Kalau nggak ya dosa atuh.

Ada yang masih berminat? Sambil menyelam minum air, sambil audisi sambil cari jodoh.. hehe )

(Ditulis setelah membaca berita di Koran Republika 26 Mei 2008 yang memberitakan hal serupa)





Just foR FuN!( Kategori : Dewasa )

7 06 2008

Wanita Indonesia Banyak yg Nggak Pake CD

Pada suatu ada 2 orang penjual celana dalam yang bernama Paimen dan Paijo mereka meributkan soal daganganya…

Paimen : “Kamu percaya enggak kalo 99% wanita di Indonesia tidak memakai celana dalam.”

Paijo : “Ahhhhh… tidak mungkin.”

Paimen : “Mau bukti?”

Lalu Paimen membuktikannya dengan bertanya kepada setiap wanita yang lewat didepannya.

Paimen : “Mbak, pakai celana dalam mbak?”

Wanita 1 : “Ahhh… kemarin khan sudah!”

Paimen : “Mbak, pakai celana dalam mbak?”

Wanita 2 : “Ahhh… enggak ahh!”

Paimen : “Mbak, pakai celana dalam mbak?”

Wanita 3 : “Enggak mas… lain kali saja!!”

Lalu terbukti perkataan Paimen kepada Paijo, bahwa 99% wanita tidak memakai celana dalam.





Humor Dewasa ( Untuk Refreshing ) : Menawari Uang Untuk Bisa Berhubungan Seks

7 06 2008

Joni ingin berhubungan sex dengan rekan kerja wanita di kantornya. Tapi sang cewek teryata sudah menjadi milik seseorang.

Suatu hari, si Joni merasa sangat frustasi memikirkan hal itu, sampai akhirnya dia menemui wanita itu dan berkata, “Aku akan beri kamu Rp. 1 juta, kalau kamu mau melayaniku”. Tapi kontan si rekan wanitanya bilang, “Tidak Mau!!”

Joni bilang, “Aku akan sangat cepat kok, aku akan melemparkan uangnya di lantai, saat kamu selesai mengambil uang dilantai aku juga akan berhenti ‘menjamahmu’.”

Si Cewek berpikir sesaat, dan kemudian bermaksud berkonsultasi dengan pacarnya. Kemudian dia menelpon pacarnya dan menceritakan penawaran itu.

Pacarnya bilang, “Minta Rp. 5 juta ke dia dan ambil uangnya secepat mungkin. Aku rasa dia tidak akan sempat menurunkan celananya”

Akhirnya si wanita itu setuju dengan penawaran itu.

Setengah jam berlalu, dan si pacar menunggu ditelpon rekan wanita itu. Sampai akhirnya setelah 45 menit berlalu, si Pacar tidak sabar dan menelpon. Dia bertanya, “Hei bagaimana, apa yang terjadi?, kok lama banget?”

Si rekan wanita itu bilang, “Kurangaja……..ehhh………Dia menggunakan uang koin”





Tangan Yang Bermain di Monas

7 06 2008

(berpolitik.com): Insiden Monas tak hanya menenggelamkan isu kenaikan harga BBM bersubsidi. Tetapi juga kembali mengapungkan isu-isu laten yang selama ini timbul tenggelam.

Yang pertama kali kembali terapung adalah soal Pamswakarsa. Sekadar mengingatkan, Pamswakarsa adalah laskar sipil yang dipersenjatai dan difasilitasi untuk menghadang aksi massa yang menentang pelaksanaan Sidang Istimewa November 1998. Aksi massa ketika itu menganggap pemerintahan Habibie dan MPR tidaklah kredibel karena masih merupakan bagian-bagian dari orde baru.

Sebaliknya, di kubu Habibie, ada semacam bingkai, penentangan terhadap Habibie merupakan penentangan terhadap Islam. Dari pengutub-kutuban seperti ini, tak heran situasinya jauh lebih mencekam dari yang terlihat dari permukaan.

Sejauh ini masih timbul polemik menyangkut siapa yang ada dibalik Pam Swakarsa. Tudingan umumnya di arahkan kepada Wiranto, yang ketika itu masih menjabat sebagai Pangab ABRI. Ini terutama sekali atas pengakuan Kivlan Zein, yang merasa ditinggalkan Wiranto setelah menuaikan tugas yang dibebankan kepada dirnya.

Di luar perkiraan, Pam Swakarsa yang rencananya dibentrokan dengan mahasiswa yang memusatkan gerakan di Universitas Atmadjaja, justru berhadapan dengan elemen masyarakat biasa yang rupanya dongkol melihat Pam Swakarsa “petantang petenteng” layaknya jagoan.

Kalau disebut jagoan tak sepenuhnya salah. Para komandannya umumnya adalah jawara-jawara silat yang sebagian didatangkan dari Banten. Belakangan, sebagain operator sipil Pam Swakarasa diketahui bergabung dengan Partai Daulat Rakyat. Ini adalah partai sekoci Habibie yang dibentuk oleh salah satu tangan kanannya: Adi Sasono. Resminya, PDR dipimpin oleh Latief Burhan dengan Sekjennya M. Djumhur Hidayat yang kini menjabat sebagai Kepala BNP2TKI.

Selain dari kalangan jawara Banten, milisi Pam Swakarsa juga diisi oleh kalangan pendekar betawi dan juga ormas-ormas Islam. Salah satun ormas Islam yang terang-terangan menjadi bagian Pam Swakarsa adalah KISDI pimpinan Ahmad Sumargono yang pernah tercatat sebagai petinggi Partai Bulan Bintang.

Pam Swakarsa dianggap sebagai cikal bakal kelahiran FPI. Namun, ada juga yang beranggapan, FPI dibentuk sebagai bagian dari pembentukan Pam Swakarsa. Argumentasi ini mengacu pada tanggal pendirian FPI (17 Agustus 1998). Jadi, FPI adalah bagian elemen pendukung Pam Swakarsa seperti halnya juga Kisdi.

Wiranto
Hingga kini, ikhwal Pam Swakarsa tak pernah terang duduk persoalannya.Tapi, jika menyangkut Pam Swakarsa, nama Habibie dan Wiranto selalu terserempet.

Berbeda dengan Habibie yang tak lagi secara formal berkontestasi politik, Wiranto jelas mendapat kesulitan setiap kali isu Pam Swakarsa muncul kembali. Isu ini sempat menohok dirinya menjelang pemilu 2004. Dan, kali ini, Wiranto kembali terkena imbasnya.

Secara lebih spesifik, Wiranto juga dikaitkan dengan keberadaan FPI. Ini terutama melalui Letjen Purn. Djaja Suparman dan juga Noegroho Djajusman, yang masing-masing ketika itu adalah Pangdam Jaya dan Kapolda Jaya. Meski tak ada bukti otentik keterlibatan dua jenderal ini, tapi keleluasaan gerak FPI di Ibukota disinyalir sebagai indikasi kuat keterlibatan mereka.

Tautan FPI dengan Wiranto semakin kuat lantaran FPI diketahui secara terbuka mendukung aksi-aksi ke Komnas HAM pada saat insitusi ini mulai mengungkit-ungkit kembali pelanggaran HAM berat yang melibatkan Wiranto dan sejumlah jenderal lain dalam kasus Timtim. Ketika itu, FPI menuding Komnas HAM sebagai antek-antek asing yang ingin mengobok-obok Indonesia. Pada pemilu 2004 pun, FPI secara terbuka memberi dukungan kepada Wiranto.
Wiranto sendiri telah membantah keterlibatan dirinya terhadap FPI.

Jika yang isu pertama cukup mendapat ruang dalam pemberitaan, isu kedua yang mengapung dengan cepat hilang dari media massa. Itu terkait tudingan Munarman kepada sejumlah LSM yang berada di belakang AKBB. Menurut Munarman, ada sejumlah LSM yang dibiayai asing yang bertujuan untuk merusak Islam melalui berbagai program seperti multikulturalisme dan sejenisnya.

Apa benang merah dari dua wacana yang mengapung ini?

Benang Merah
Pertama, wacana Islam versus anti Islam dalam berbagai versi sepertinya sudah menjadi “menu wajib” dalam pentas politik di tanah air. Ini terkait dengan aspiran “deklarasi Jakarta”. Meski ketika itu kandas, aspirasi ini rupanya terus tersosialiasi dan berkembang di kalangan pendukungnya. Pada zaman Orde Baru, aspiran ini diwakili antara lain oleh Dewan Dakwah Islamiyah yang diketuai almrhn. Moh. Natsir. Setelah Reformasi, gagasan ini kembali diusung secara terbuka oleh PBB,PK dan PPP.

Yang menarik, meski tak terbuktikan secara konkrit, gerakan-gerakan Islam yang kemudian juga mengusung isu yang sama diyakini berbagai kalangan dibentuk dan atau difasilitasi oleh kalangan intelejen / militer. Organisasi-organisasi yang kerap disebut-sebut sebagai binaan tentara adalah Laskar Jihad dan juga FPI.

Tudingan itu semakin mengental di benak publik karena umumnya aktivitas mereka yang melanggar hukum bagai dibiarkan saja oleh aparat keamanan, baik polisi atau tentara (sebelum reformasi TNI digulirkan). Sosiolog Thamrin Amal Tomagola dalam artikelnya di kompas menyebut organisasi-organisasi ini sebagai “anak macan”.

Meski begitu, dua organisasi ini diyakini tak terpaut secara komando politik dengan Majelis Mujahidin Indonesia ataupun Hizbur Tahrir Indonesia. Yang kedua terakhir ini dianggap lebih “internasionalis”.

Kedua, wacana tudingan antek asing selalu saja dikumandangkan untuk mendelegitimasi organisasi kewargaaan, baik LSM maupun ormas. LSM-LSM yang kena tuduh umumnya adalah LSM yang mengangkat agenda isu HAM dan Demokrasi seperti YLBHI, Kontras, Imparsial. Ormas yang kerap tuding didanai lembaga donor asing untuk merusak Islam tak lain saya-sayap organisasi dalam tubuh NU.

Dulunya, tudingan seperti ini mengalir dari mulut penguasa. Kini tudingan ini juga mulai ramai digencarkan oleh ormas dan LSM seperti dilakukan Munawarman baru-baru ini. Sebagai catatan, Munarman tercatat sebagai anggota Hizbur Tahrir Indonesia, selepas dirinya keluar dari YLBHI. Hingga kini, tudingan-tudingan seperti ini juga tak pernah tuntas diselesaikan seperti dibiarkan sebagai “senjata” pamungkas mendelegitimasi.

Jadi,sepertinya, gontok-gontokan politik di tanah air tak akan pernah lepas dari dua bingkai wacana tersebut.





Munarman Bekerja Untuk Siapa??

7 06 2008

(berpolitik.com).: Kamis malam (5/6). Sas-sus itu sampai juga ke telinga Presiden SBY. Kontan saja SBY terkaget-kaget. Apa persisnya isi sas-sus itu sebenarnya?

Dari sebuah sumber yang dekat dengan kalangan intelejen, isinya memang menghebohkan: Munarman telah di-dor. Mendengar sas-sus itu, tak heran jika kemudian SBY pun segera memanggil Kapolri untuk mendapatkan klarifikasi. Soalnya, jika benar Munarman tewas ditembak, pemerintah malah bakal mendapat serangan bertubi-tubi. Yang lebih gawat, situasi politik bisa tambah liar.

Tapi, ketegangan segera mencair setelah terkonfirmasi, Munarman masih hidup. Ini terindikasi dari pernyataan Gus Dur yang menyebutkan Munarman disembunyikan oleh seorang jenderal. Informasi ini rupanya juga sudah dikantongi oleh pihak kepolisian yang dikabarkan telah menyisir tempat-tempat yang berasosiasi dengan beberapa jenderal tertentu.

Kalau Anda menebak jenderal itu adalah Wiranto atau jenderal-jenderal pendampingya, tebakan Anda keliru 100%. Pada titik inilah, insiden Monas tidaklah seperti yang selama ini diduga dan dianalisi oleh berbagai pihak. ‘

Jadi, ada apa sebenarnya dibalik insiden tersebut?

Dari sumber intelejen di kalangan intelejen menyebutkan, pengamat dan media tak sensitif dengan informasi yang bertebaran. Kunci misteri ini tersebar bak puzzle. Berdasarkan informasi itu, berpolitik pun dipandu oleh seumber itu, mulai merangkainya. Hasilnya adalah sebagai berikut.

Potongan Pertama: Mengincar Massa PDIP
Potongan pertama adalah informasi yang dilansir Sekjen PDIP Pramono Anung. Kata Anung, dia mendapatkan informasi bocoran dari Saleh Saaf, pensiunan jenderal polisi, 30 menit sebelum bentrokan. Menurut Saaf, akan ada upaya membentrokan PDIP dengan massa lain yang berada di seputar Monas. Mendengar informasi ini, Anung mengaku langsung menarik barisan PDIP dari seputaran bundaran HI.

Jika saja ketika barisan PDIP masih menyemut bukan tak mungkin bentrokan yang bakal terjadi tidak seperti sekarang. Berbeda dengan barisan NU yang lebih mengutamakan psy war ketimbang bentrok fisik secara nyata, massa PDIP lebih terbiasa melayani tantangan secara fisik. Kekerasan fisik bakal dibalas secara fisik. Jika itu menyebar ke berbagai penjuru tanah air, de-stabilasi politik bukan sekadar omong kosong.

Karena massa PDIP tak ada, barisan FPI (atau Laskar Islam?) hanya punya satu sasaran yang dipastikan tak bakal melawan. Akibatnya, sentimen negatif hanya menyasar ke FPI. Jika bentrokan itu terjadi dengan PDIP, publik pasti bakal dibingungkan karena yang terjadi adalah bentrokan fisik, bukan kekerasan fisik.

Potongan kedua: Riziq Menyerah Tanpa Perlawanan
Persoalannya, hanya dua jam setelah kekerasan fisik terjadi, Habib Rizieg yang diwawancarai sebuah stasiun televisi menyebutkan bahwa yang melakukan kekerasan fisik adalah laskar-laskar yang tak mempunyai garis komando dengan FPI. Tapi, ia membenarkan bahwa ada anggota FPI yang terlibat dalam laskar-laskar tersebut.

Argumentasi Rizieg ini diperkuat dengan pernyataan Munarwan, selaku Komandan Laskar Islam pada konferensi pers (2/6) di markas FPI. Dalam konferensi pers itu, Munarman menegaskan dirinyalah yang bertanggung jawab dan tidak rela jika anggotanya yang ditangkap.

Meski begitu, Habib Rizieg tak urang akhirnya ditangkap aparat kepolisian. Padahal, mulanya, Habib Rizieq diperkirakan bakal melakukan perlawanan bila dirinya atau anggotanya ditangkap aparat polisi. Pertanyaannya, mengapa Rizieq akhirnya menyerah dengan damai?

Sebuah sumber membisikan bahwa Rizieq memilih menyerah setelah diyakinkan bahwa dia tak bakal mendapat pertolongan dari pihak-pihak yang dianggap sebagai patronnya.

Ya, informasi yang mampir menyebutkan, Wiranto sama sekali lepas tangan terhadap aksi Rizieq kali ini. Mengapa Wiranto seperti melepas tangan? Padahal, sebagaimana diketahui, dari sejarahnya, FPI adalah organ Islam yang berada dalam binaannya.

Jawabannya muncul dari tempat lain. Akibat aksi kekerasan FPI, isu penolakan kenaikan BBM bersubsidi sontak menghilang dari media dan publik. Hal ini jelas merupakan pukulan telak bagi Wiranto dan Rizal Ramli yang selama ini berselancar dengan isu ini untuk menggerus SBY. Tak heran pertanyaan pun mencuat, siapa yang mendorong FPI?

Potongan ketiga: Munarwan Sebagai Faktor
Jika mengikuti pernyataan Rizieq atau pengacaranya di media, telunjuk pun diarahkan kepada Munarman. Mantan Direktur YLBHI ini diketahui menjadi anggota Hizbur Tahrir Indonesia. Menurut sebuah sumber, sejatinya, Munarman sudah sejak lama mengikuti pengajian-pengajian di ormas yang punya afiliasi dengan HT di Mesir itu. Bahkan pengajian-pengajian itu digelar kantor YLBHI, jl Dipenogoro, Jakarta.

Secara ideologi dan garis politik, HTI dan FPI sebenarnya berseberangan. HTI secara jelas-jelasnya ingin mendirikan sistem kekhalifahan. Sebaliknya FPI masih menginginkan NKRI dalam versi ‘Piagam Jakarta’. Jadi, secara politik, keduanya sulit dibayangkan untuk bekerja sama.

Namun, berkahnya, kali ada isu soal pembubaran Ahmadiyah. Sepertinya ada insinuasi yang kuat ke FPI bahwa AKKBB dibiayai dan atau ditunggangi AKKBB. Selain faktor Ahmadiyah, FPI makin “terbakar” ikut serta karena disebutkan AKKBB juga diperkuat barisan JIL (Jaringan Islam Liberal) yang tak lain adalah musuh bebuyutan FPI sejak bertahun-tahun silam.

Keterlibatan FPI dianggap krusial. Soalnya, HTI tidak mempunyai barisan massa yang terlatih sebagai milisi. Dan, disinilah kekuatan utamanya FPI. Tampilnya sosok Munarman mampu memikat FPI. Sebab, Munarman tak ubahnya ‘orang yang bertobat”. Ini terkait dengan pencitraan Munarman selama ini sebagai aktivis YLBHI. Sebagaimana diketahui, YLBHI sudah kadung dicap “tidak ramah” terhadap gerakan Islam. Jadi, sangat pas sebagai “instrumen” propaganda.

Di kalangan intelejen, keberadaan HTI selalu dikaitkan dengan ZA Maulani. Belakangan, posisi Maulani diambil alih oleh Muchdi PR sebagai representasi Prabowo Subianto. Jika ini benar, jadi logislah informasi Gus Dur yang menyebutkan Munarman dilindungi oleh seorang jenderal.

Dugaan itu semakin kuat lantaran, malam ini (5/6), Munarman ditengarai berada di Sentul. Kalangan intelejen meyakini, Sentul yang dimaksud merujuk pada pusat pendidikan intelejen milik BIN. Lokasi pendidikan ini menjadi tempat pendidikan sementara menunggu penyelesaian pusat pendidikan yang berada di Batam yang hingga kini masih terbelengkalai pembangunannya.

Menyimak rentetan potongan itu, ada yang menyimpulkan, aksi kekerasan di Monas merupakan upaya de-stablisasi untuk menekan pemerintah agar tidak melakukan tindakan tertentu. Gerangan apakah itu?

Potongan ke empat: Kasus Munir Mulai Temukan Titik Terang
Berita di Detik secara samar-samar menjelaskan. Sebagaimana diberitakan, polisi kembali memeriksa Pollycarpus dan Indra Setiawan (mantan dirut Garuda). Ini terkait surat yang ada di komputer. Belum jelas surat apa dimaksud oleh pihak kepolisian.

Tapi, sepertinya, surat itu bakal menjadi bukti yang memberatkan bagi Muchdi terkait terbunuhnya aktivis HAM, Munir tahun 2004 silam. Ada bocoran, jika benar begitu, besar kemungkinan Muchdi PR bakal ditangkap aparat kepolisian. Jika Muchdi tertangkap, kabakin ketika itu, AM Hendropriyono bukan tak mungkin bakal ditangkap pula.

Yang menarik, beberapa bulan silam, Suara Pembaruan pernah melansir penangkapan Muchdi. Namun, ketika itu, pengacara Muchdi PR, Mahendradatta, pernah bilang, jika benar Muchdi ditangkap, mabes polri pasti sudah dikepung Koppasus.

Sepertinya, kali ini, SBY sudah mendapat kepastian kesetiaan Koppasus untuk tidak bertindak sendiri. Karena itu, ada dugaan, Muchdi bakal ditangkap sekitar pertengahan Juni ini.

Hanya saja, rencana penangkapan itu telah bocor. Dan, insiden Monas pun meletus.

Soalnya kemudian, Anda boleh tida percaya dengan rangkaian potongan cerita di atas. Siapa tahu, masih ada potongan lain yang belum ditemukan. Sebagaimana sebelumnya, kita sempat menerima argumentasi bahwa Insiden Monas adalah cara pemerintah mengalihkan isu BBM.

Nah, gerangan potongan kisah apa yang belum “terungkap”. Jangan-jangan, kesimpulanya bisa berbeda lagi. Jangan-jangan, loh.





Mbah Maridjan Effect – Rejeki Dari Lelaki Pemberani

7 06 2008

Mungkin saya dan Anda semua yang di Indonesia dan punya kesempatan nonton siaran TV Indonesia, sering atau minimal pernah lihat iklan obat kuat Kuku Bima dari Sido Muncul, yang konon bisa bikin lelaki biasa menjadi lebih greng, yang dibintangi oleh Mbah Maridjan dan Chris John.

Siapa sangka kalau divisi promosi dan Sido Muncul berani untuk tampil beda dengan menampilkan tokoh Mbah Maridjan yang menurut saya cukup kontroversial. Bagaimana bisa seorang produser dan sutradara bisa melihat thin slicing (Baca “Blink” karya Malcolm Gladwell) untuk membuat korelasi antara lelaki pemberani dan Mbah Maridjan?

Mbah Maridjan ternyata memiliki branding sendiri di dalam pendefinisian arti lelaki pemberani. Ternyata lelaki pemberani tidak harus disejajarkan dengan kesan orang yang kekar dan kuat, seperti digambarkan sebagai orang yang berdada bidang dan perut six pack? Dalam segmen yang berbeda, Mbah Maridjan yang mungkin kalau dibilang sudah berumur, dan dalam usia yang demikian, dia mampu menembus tingkat impian lelaki sejati, yaitu menjadi lelaki pemberani, menjadi seorang hero.

Unik, menggelitik, namun berani inilah yang mungkin memiliki korelasi yang cukup kuat yang menancap di benak konsumen. Dan hasilnya? Penjualan Kuku Bima meningkat!





Trik Nelpon Santet

7 06 2008

Ini aku punya artikel menarik dari blognya adminya www.ketawa.com cara melakukan-spoofing ID Caller- sehingga mirip operator. Ini untuk menjawab isu yang sekarang lagi rame mengenai sms dan telpon santet :

Telepon dari Nomor “+6666″ Bohong, Ternyata Ada Triknya

Membaca pemberitaan di Detikinet, tentang orang-orang yang panik, dan ada yang pingsan membaca SMS tersebut.

Pada pagi tadi ada temen saya yang melaporin kalau ada temennya yang ditelepon dari nomor +6666 (cuma 4 digit saja), sehingga membuat temen (FN) tersebut dag-dig-dug. Saya akhirnya agak berdebat dengan temen saya. Saya bilang sama FN itu kalau namanya SMS maupun telepon itu bisa di-spoof alias pengirim SMS atau penelepon nomernya bisa diganti sesuka kita dengan menggunakan jasa Spoof Caller, yang banyak beredar di internet.

Saya soalnya ingat betul pernah baca tentang ini namun belum pernah mencoba, waktu itu saya baca berita di tahun 2006 Paris Hilton pernah kena kasus membuka voice mail orang lain yang menggunakan autentikasi dengan mengganti caller ID dengan nomor pemilik voice mail tersebut.

Saking berdebatnya, akhirnya saya membeli voucher Spoof Card dari salah satu provider di internet yang harganya USD 10, yang bisa digunakan untuk menelepon selama 60 menit. Setelah dapat PIN voucher, saya memasukkan nomor HP saya (+6281215xxxxx), lalu memasukkan nomer HP FH yang mau saya telepon (+628118xxxxx) lalu saya memasukkan “Number to display on Caller ID“, di situ angka yang saya masukkan adalah “+6666″ (pura-puranya angka setan). Cara kerjanya sebenarnya mirip dengan penggunaan kartu VOIP.

Setelah form saya submit, server call spoofer ini menelepon ke HP saya, lalu saya angkat dan saya diminta oleh suara mesin untuk melakukan tekan angka “1″ di HP saya untuk memulai call ke FH. setelah beberapa saat terdengar nada panggil dan setelah kami sama-sama cek ke HP-nya FH, terlihat di situ kalau yang menelepon adalah “+6666″. Nah lo? Namun saya mencoba di HP temen saya yang satu, munculnya unknown number (jadi kami simpulkan hasil bervariasi tergantung nomor HP)

Untuk mencegah adanya keisengan yang tidak diinginkan, saya tidak memberikan link ke provider yang saya gunakan tersebut. Pembaca bisa mencari banyak sekali provider di Google dengan kata kunci “call spoofing”. Namun yang baru saja saya coba, cuma ada beberapa saja yang support bisa spoof telepon ke Indonesia ;)

Saya kira wajar saja kalau orang sehabis di-SMS mengenai angka “66″ setan tersebut, apabila ada temennya yang iseng mengerjain spoofing call pakai nomor “+6666″ (contoh saja), akhirnya jantungan dan pingsan, atau bisa berakibat fatal dan sampai meninggal karena saking kagetnya. Bagaimana kalau mengerjai dengan call spoof seolah-olah dari boss, atau bahkan mungkin dari nomor HP pejabat, atau presiden?

Mohon nurani pembaca untuk dikembalikan sebagaimana mestinya, agar pengetahuan ini tidak digunakan untuk hal-hal yang tidak diinginkan, dan diharapkan tulisan saya ini bisa membantu agar masyarakat tidak terpancing dan panik dengan hal-hal seperti ini.

*) Catatan: baru berhasil saya coba memakai provider Telkomsel.

Sumber bacaan terkait:

http://en.wikipedia.org/wiki/Caller_ID_spoofing

The Truth About Caller ID Spoofing and Call Spoofing